Loading...

Coronavirus batasi kegiatan traveling di berbagai negara. (Photo by Anete Lūsiņa on Unsplash)Coronavirus batasi kegiatan traveling di berbagai negara. (Photo by Anete Lūsiņa on Unsplash)Coronavirus batasi kegiatan traveling di berbagai negara. (Photo by Anete Lūsiņa on Unsplash)

Penyebaran virus Corona sudah masuk ke tahap mengkhawatirkan. Di Indonesia sendiri per 2 Maret 2020 sudah terdeteksi 2 pasien positif terinfeksi nCoV-19. Terkait hal tersebut, beberapa negara sudah memberikan peringatan terkait 'lalu lintas' dari dan/atau ke negaranya, khususnya untuk kegiatan pariwisata.

RedTraveler yang ada agenda traveling dalam waktu dekat ini sampai beberapa bulan ke depan, baiknya dipikirkan lagi, ya! Cari tahu dulu status keamanan negara yang mau dikunjungi. Biasanya instansi terkait di negara yang jadi tujuan internasional terus memantau kasus dan memberikan travel warning yang diperlukan.

Centers for Desease Control (CDC) alias Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di US sudah mengeluarkan travel warning tersebut dan membaginya dalam 3 level, yaitu level 1, level 2, dan level 3. Untuk status Watch di Level 1, disarankan untuk melakukan berbagai tindakan preventif selama beraktivitas di negara tujuan. Alert di Level 2, tindakan pencegahannya lebih tinggi. Orang tua dan semua yang terkena penyakit kronis disarankan untuk menunda perjalanan. Warning di Level 3, disarankan untuk tidak melakukan perjalanan dari dan/atau ke negara tersebut.

Baca juga: Travel Itinerary Lengkap ala RedDoorz

##Negara Mana Saja yang Disebut dalam Peringatan tersebut?

Negara yang masuk dalam kategori Watch (level 1): Hong Kong

Negara yang masuk dalam kategori Alert (level 2): Jepang

Negara yang masuk dalam kategori Warning (level 3): China, Korea Selatan, Iran, dan Italia

CDC juga telah memberikan peringatan tambahan untuk beberapa negara yang berisiko menyebarluaskan virus yakni Singapura, Thailand, Taiwan, dan Vietnam.

Penyebaran virus Corona hambat kegiatan traveling. (Photo by Macau Photo Agency on Unsplash)Penyebaran virus Corona hambat kegiatan traveling. (Photo by Macau Photo Agency on Unsplash)

##Yang Harus Dilakukan untuk Mencegah Penularan Virus

Sebagai tindakan preventif perorangan, pahami etika batuk atau bersin di depan umum, jaga jarak dari orang yang memperlihatkan tanda-tanda terinfeksi terutama bila berada di negara-negara yang telah ditemukan kasus Corona. Selain itu, WHO menyarankan untuk menerapkan hal berikut:

*Bersihkan tangan sesering mungkin, terutama setelah kontak dengan sekret pernapasan. Kebersihan tangan termasuk membersihkan tangan dengan sabun dan air atau dengan antiseptik berbasis alkohol. Gosok tangan berbasis alkohol lebih disukai jika tangan tidak tampak kotor; cuci tangan dengan sabun dan air saat terlihat kotor; *Tutupi hidung dan mulut Anda dengan siku tertekuk atau tisu ketika batuk dan bersin, lalu segera buang tisu dan cuci tangan kembali; *Jangan menyentuh mulut dan hidung; *Masker medis tidak diperlukan jika tidak menunjukkan gejala, karena tidak ada bukti bahwa memakai masker - dari jenis apa pun - melindungi orang yang tidak sakit. Namun, dalam beberapa budaya, masker mungkin biasa dipakai. Jika masker harus dipakai, sangat penting untuk mengikuti praktik terbaik tentang cara memakai, melepas dan membuangnya, serta cuci tangan setelah pengangkatan.

Meski harus menunda atau membatalkan rencana traveling karena Corona, jangan bersedih hati, ya! Ingat, kesehatan jauh lebih penting, RedTraveler.