Loading...

kawah ijen banyuwangi

Ilustrasi: unsplash.com

Kamu pernah membayangkan nggak, kalau kita bisa menikmati panorama cahaya biru yang keluar dari perut bumi? Pasti indah banget kan! Untungnya, kamu nggak cuma bisa melihat itu di film-film, RedTraveler, kamu bisa menikmati pemandangan indah tersebut di Kawah Ijen Banyuwangi. Kamu sudah pernah kesana belum? Buat yang belum, Kawah Ijen Banyuwangi terkenal dengan fenomena Blue Fire dan Blue Saphire Fire

Kawah Ijen merupakan gunung berapi yang masih aktif dan terletak di Jawa Timur. Lokasinya berada di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso. Selain menyajikan keindahan kawah berwarna birunya, masih banyak hal-hal menarik yang bisa kamu lihat di sekitar Kawah Ijen Banyuwangi ini. Saking populernya, tempat ini sampai menjadi perburuan wisatawan manca negara, lho RedTraveler! Buat kamu yang mau berkunjung kesini, simak dulu beberapa fakta tentang Kawah Ijen Banyuwangi. 

Kawah Asam Terbesar di Dunia

Dulunya, bentuk Kawah Ijen ini sangat besar, namun mengecil karena adanya letusan yang sangat besar pada 3500 tahun silam. Kawah Ijen dibentuk oleh gunung api kembar dengan gunung merapi yang sudah padam. Saat ini, Kawah Ijen berukuran kurang lebih 960 x 600 m, berada pada ketinggian 2.148 m. dpl, dan kedalamannya kurang lebih seluas 200 m. Disebut sebagai kawah asam terbesar, karena memiliki pH yang mendekati nilai 0 (tidak terukur). 

Blue Fire dan Blue Saphire Fire bukanlah Api

Cahaya biru yang keluar dari perut bumi di sekitar Kawah Ijen ini terlihat seperti api, maka dari itu banyak orang yang menyebut fenomena ini Blue Fire. Kenyataannya, Blue Fire dan Blue Saphire Fire ini bukan api, lho RedTraveler. Cahaya biru yang terbentuk tersebut berasal dari gas belerang yang keluar dari celah-celah batuan dengan suhu 600 derajat celcius. Ketika gas belerang tersebut kontak dengan udara, menghasilkan cahaya berwarna biru

Memiliki Biji Belerang yang Ditambang secara Tradisional

Kawah Ijen secara permanen menghasilkan belerang murni di tepi danau yang ditambang secara tradisional di bawah kelola PT Candi Ngrimbi. Bagaimana cara menambangnya? Mereka memasang pipa dari tebing atas hingga dasar tebing yang jaraknya bisa mencapai 50-150 m. Dari pipa itulah gas belerang dialirkan dan siap untuk ditambang. Perharinya, ratusan pekerja tambang memanggul keranjang penuh belerang dengan berat sekitar 70 kg. 

Gunung Berapi yang Masih Aktif 

Gunung Ijen merupakan gunung berapi yang masih aktif. Saking aktifnya, Gunung Ijen ini pernah mengalami peningkatan aktivitas vulkanik hingga mencapai status siaga pada tahun 2012. Tercatat bahwa gunung ini sudah empat kali mengalami letusan, lho RedTraveler. Letusan-letusan tersebut terjadi pada tahun 1796, 1817, 1913, dan 1936. 

Terdapat Banyak Spot Wisata Lainnya

Walaupun Kawah Ijen terkenal dengan Blue Firenya, masih banyak spot-spot wisata yang bisa kamu nikmati ketika berkunjung ke tempat ini. Kalau kamu bingung harus kemana lagi setelah melihat api biru, ada beberapa pilihan aktivitas wisata yang bisa kamu lakukan di sini. Kamu bisa berkemah di kawasan Paltuding, melihat pemandangan bukit teletubbies di Kawah Wurung, pemandian air panas, dan beberapa pilihan air terjun yang bisa kamu nikmati. 

Menikmati Keindahan Api Biru di Kawah Ijen Banyuwangi dengan Tips Berikut Ini

Di tengah pandemi seperti ini, tentunya Kawah Ijen Banyuwangi menerapkan beberapa peraturan yang harus kamu ikuti. Demi liburan yang aman, Kawah Ijen Banyuwangi membatasi pengunjung agar tidak menimbulkan klaster. Selain dalam kondisi yang sehat, kriteria pengunjung yang boleh masuk hanya wisatawan lokal yang berada di daerah Banyuwangi dan Bondowoso. Wisatawan lokal yang berada di luar daerah tersebut wajib membawa surat hasil rapid test non reaktif.  

Buat kamu yang sudah memenuhi persyaratan di atas, ini saatnya kamu membaca tips di bawah ini agar moment dalam menikmati keindahan Blue Fire dan Blue Saphire Fire maksimal dan tidak ada yang terlewatkan. Apa saja sih yang harus kamu ketahui?

1. Pastikan kondisi tubuh kamu dalam keadaan fit dan tidak memiliki penyakit berat lainnya. Ketika sampai, asap belerang yang keluar dari kawah akan tercium dan sensitif bagi sebagian orang, terutama yang memiliki penyakit jantung, asma, dan paru-paru. 

kawah ijen banyuwangi

Ilustrasi: unsplash.com

2. Jangan lupa untuk membawa semua perlengkapan yang dibutuhkan, seperti jaket, masker, topi, sepatu khusus, sleeping bag, bekal makanan dan hand sanitizer

kawah ijen banyuwangi

Ilustrasi: unsplash.com

3. Untuk menuju Kawah Ijen, terdapat dua jalur utama yaitu dari arah Bondowoso dan Banyuwangi. 

kawah ijen banyuwangi

Ilustrasi: unsplash.com

4. Datang pada dini hari atau sebelum matahari terbit untuk melihat keindahan Blue Fire secara langsung. 

kawah ijen banyuwangi

Ilustrasi: unsplash.com

5. Ketika sudah sampai, jangan sia-siakan 2-3 jam waktu perjalananmu. Siapkan kamera dan abadikan moment dalam menikmati panorama Blue Fire bersama orang-orang di sekitarmu. 

kawah ijen banyuwangi

Ilustrasi: unsplash.com

Gimana? Jadi makin nggak sabar kan buat melihat keindahan api biru ini? Lebih seru lagi kalau tempat penginapan yang kamu pesan berada dekat dengan Kawah Ijen Banyuwangi. Setelah melihat keindahan api biru, kamu tinggal beristirahat di tempat yang nyaman dan juga terjangkau. Kamu bisa lihat daftar pilihan hotel terdekat di RedDoorz ya, RedTraveler! Nggak usah khawatir juga, hotel yang kamu pesan sudah tersertifikasi HygienePass. #AmannyaPASS nggak bikin cemas!

Press Enter To Begin Your Search
×