Loading...

Foto: unsplash.com

Semenjak COVID-19 menyebar ke Indonesia, pemerintah memperkenalkan berbagai istilah yang merujuk pada metode penanganan wabah ini. Penggunaan kode warna untuk mengategorikan risiko penularan di suatu wilayah. Contohnya, wilayah yang disebut zona hijau menandakan kasus Covid-19 belum ditemukan di wilayah terkait, zona kuning untuk wilayah dengan tingkat risiko penyebaran virus yang sedang, zona oranye untuk tingkat risiko penularan yang rendah, dan terakhir adalah zona merah yang memiliki risiko tertinggi.

Setelah beberapa bulan melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), beberapa waktu lalu pemerintah kembali membuka tempat-tempat wisata yang sempat berhenti beroperasi akibat PSBB. Kebijakan ini hanya berlaku di wilayah yang merupakan zona hijau, seperti Sumba. Melihat wisata di Pulau Sumba sudah bisa menerima wisatawan lagi, sebagian di antara kamu pasti sulit membendung hasrat berlibur, kan? Hal ini bisa dimaklumi mengingat keindahan Pulau Sumba yang tiada tandingannya! Selain Pulau Sumba, tempat-tempat di bawah ini juga bisa menjadi referensi perjalanan kamu berikutnya. Tenang aja, karena wisata yang RedDoorz rekomendasikan berada di zona hijau!

1. Pantai Tanjung Kalian, Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung

Ilustrasi: unsplash.com

Daftar destinasi wisata di zona hijau kali ini dibuka oleh Kabupaten Bangka Barat. Meski wisatanya lebih jarang diulas, namun Bangka Barat sebenarnya memiliki wisata bahari yang tak kalah memukau daripada Pulau Sumba. Bahkan sejumlah wisata kenamaan di Bangka Barat tak hanya menawarkan putihnya pasir pantai dan birunya air laut. Pantai-pantai di Bangka Barat juga turut menyimpan nilai-nilai bersejarah. Contoh nyatanya berada di Pantai Tanjung Kalian.

Jauh sebelum ramai dikunjungi wisatawan, daya tarik Pantai Tanjung Kalian sudah lebih dulu memikat Ir. Soekarno. Di sana terdapat sebuah mercusuar yang sudah berdiri sejak tahun 1862. Mercusuar ini dibangun oleh Belanda. Bukti terjadinya Perang Dunia II puluhan tahun lalu juga masih tertinggal di pantai ini. Bukti-bukti tersebut di antaranya berupa bangkai Kapal Van Der Parra yang diledakkan pasukan Jepang serta Monumen Perang Dunia II. Bakal seru nih kalau bisa menikmati hembusan angin pantai sambil mengenang peristiwa historis!

2. Curug Anggal, Way Kanan, Lampung

Ilustrasi: unsplash.com

Beralih ke provinsi berikutnya, Lampung juga termasuk ke dalam zona hijau selama pandemic Covid-19. Salah satu wilayah yang aman dijadikan destinasi wisata adalah Kabupaten Way Kanan. Way Kanan sendiri cukup dikenal akan wisata air terjun yang menyejukkan mata dan pikiran. Air Terjun Putri Malu, Air Terjun Bukit Duduk, Air Terjun Curup Gangsa, dan Curup Semarang Baradatu adalah beberapa nama air terjun yang harus masuk ke dalam itinerary-mu saat berkunjung ke Way Kanan, Lampung. Namun RedDoorz memilih satu air terjun yang lain daripada yang lain! Dia adalah Curug Anggal.

Bila kebanyakan air terjun tampak gagah karena tinggi menjulang, Curug Anggal justru terlihat unik karena bentuknya yang memanjang ke samping. Tinggi Curug Anggal hanya 10 meter dan lebar sekitar 15 meter. Dengan bentuk seperti ini, air yang meluncur dari bibir Curug Anggal menyerupai tirai. Untuk menemui keunikan Curug Anggal, kamu perlu menyiapkan kondisi fisik dan mental yang tangguh, sebab akses menuju Curug Anggal yang kurang mumpuni. Kamu masih harus berjalan sejauh 2 km dari Dusun 8 Talang Kisam. Perjalanan ini juga bisa ditempuh menggunakan sepeda motor. Akan tetapi, suasana asri khas pedesaan akan lebih terasa dengan berjalan kaki. Siap mencoba?

3. Raja Ampat, Papua

Foto: unsplash.com

Bagi penggemar diving dan snorkeling pasti udah menyelipkan nama “Raja Ampat” ke dalam salah satu spot yang pengen banget dihampiri. Beruntung, di tengah merebaknya wabah Covid-19, Raja Ampat termasuk ke dalam zona hijau, sehingga buat kamu yang dari dulu berminat pergi ke sini masih boleh mewujudkan rencana itu sekarang.

Menjadi rumah bagi hamparan laut dan pasir pantai yang luas, serta bebatuan karang yang megah, Raja Ampat ternyata memiliki pesona lain selain alamnya yang menakjubkan. Para penduduk setempat, misalnya. Keramah tamahan dan keceriaan mereka dalam menyambut tamu-tamu yang bertandang benar-benar menghangatkan hati. Dibukanya gerbang Raja Ampat oleh penduduk setempat tak bisa dipungkiri sedikit banyak mempengaruhi kehidupan mereka. Namun, adanya budaya baru itu tak membuat mereka lupa akan kebudayaan dan kesenian tradisional yang sudah diwariskan secara turun temurun, seperti yang dilakukan para perempuan di Desa Arborek. Mereka masih mempertahankan proses pembuatan kerajinan tangan khas kampung mereka.

Desa Arborek merupakan tempat yang tepat bagi turis yang ingin memperoleh pengalaman lebih dari sekadar menjajal kehidupan bawah laut di Raja Ampat. Di desa ini, wisatawan dapat mengamati langsung bagaimana masyarakat di sana menjalani aktivitas sehari-hari. Selain diving, kamu bisa berkeliling desa dan terlibat dalam interaksi yang lebih intim dengan masyarakat di Desa Arborek.

4. Alor, Nusa Tenggara Timur

Ilustrasi: unsplash.com

Wisata zona hijau terakhir ini terletak di provinsi yang sama dengan Pulau Sumba, tepatnya di ujung timur Kepulauan Nusa Tenggara Timur. Lokasinya yang agak terpencil membuat wisata di Alor kurang terdengar. Padahal, jika dikulik lebih jauh, Alor adalah surga bagi pecinta wisata alam. Mulai dari pantai, danau, air terjun, pemandian air panas, hingga perbukitan dan kawah sekalipun ada di Alor! Pulau memang identik dengan keberadaan pantai, tapi itulah yang membuat Alor istimewa.

Kamu bakal menemukan sebuah gunung api aktif di Kabupaten Alor. Gunung api itu dinamakan Gunung Sirung. Dibandingkan gunung api lainnya di Indonesia yang tingginya bisa mencapai ribuan mdpl, Gunung Sirung tergolong ‘pendek’, sebab ketinggiannya hanya 862 mdpl. Untuk menaklukan puncak Gunung Sirung, kamu cukup membutuhkan waktu sekitar satu jam aja. Dengan waktu yang relatif singkat dan medan yang tak sulit dilalui itu kamu bisa mengagumi Kawah Putih Gunung Sirung! Masih belum puas menikmati panorama Alor dari ketinggian? Coba melipir ke Bukit Hulnani. Dari bukit setinggi 1.500 meter ini, kamu dapat menangkap momen ketika matahari terbenam di Pulau Alor.

Nah, itu dia wisata-wisata di zona hijau yang tak kalah menawan dari Pulau Sumba. Udah siap mengeksplor keajaiban Indonesia dengan aman?

Cropped fav logo@2x
Press Enter To Begin Your Search
×