Loading...

www.pixabay.com

Satu dari sekian surga wisata di Indonesia Timur, Labuan Bajo. Siapa yang tidak mengenal tempat ini? Labuan Bajo nyaris tak pernah absen dari wishlist traveling siapapun. Begitupun dengan Saya yang ingin segera melanggengkan kaki menjajaki berbagai sudut tempat ini. Merantau di Yogjakarta dengan status Mahasiswi membuat niat tersebut semakin bergelora meronta untuk segera direalisasikan. Alih-alih menghabiskan budget mahal dengan segala kenyamanan dan kemudahan yang ditawarkan, Saya memilih untuk melancong sebagai backpacker dengan segala tantangan dan keseruan yang tak terkira. Oleh sebab itu, Saya ingin menikmati perjalanan dan menyambut momen disana bersama teman yang tentunya se-frekuensi, sehingga sesulit apapun perjalanan itu kebahagiaan dan kehangatan tetap mengiringi langkah kita saat traveling. Hal tersebut sangat cocok bagi mahasiswi seperti Saya yang ingin traveling dengan high quality plus low budget.

Tiga destinasi teratas yang ingin saya kunjungi ialah Pink Beach, Pulau Padar, dan Pulau Komodo. Berseliweran di hamparan pasir meninggalkan jejak-jejak kaki sebelum tersapu oleh ombak, menikmati matahari terbit yang merekah dengan indah disertai warna pink pasir pantai yang merona akan menjadi pengalaman menyaksikan sunrise yang tak terlupakan. Sinar mentari menyentuh kulit seakan menyambut dengan hangat kehadiran, angin sepoi-sepoi yang menerbangkan rambut kesana kemari, suara deru ombak yang pecah dibibir pantai, senyum yang mengembang sembari memejamkan mata dan tiba-tiba *cekrekk* satu foto paparazi yang sempurna hasil jepretan teman perjalanan siap untuk segera meluncur di sosial media.

https://www.ourtasteforlife.com/komodo-national-park-tours/

Selanjutnya, Pulau Komodo, menjadi salah satu bagian dari keajaiban dunia merupakan prestasi membanggakan yang disumbangkan oleh pulau ini bagi Indonesia. Traveling dengan petualangan yang cukup mendebarkan saat melihat langsung sosok komodo yang merupakan hewan karnivora. Berhadapan face to face dengan makhluk yang menganggapmu sebagai “makanan” tentu harus berhati-hati, oleh sebab itu menjadi wisatawan yang bertanggung jawab dan mentaati peraturan serta menghargai alam dan sesama menjadi wajib hukumnya. Menikmati momen tersebut tentunya gak afdol jika melewati kesempatan untuk berfoto bersama komodo. Tetapi jangan sampai nekat dan membahayakan diri demi sebuah selfie, kita tentu tidak ingin momen langka yang tadinya dinikmati menjadi malapetaka bagi diri sendiri dan turut mengancam sekitar.

https://www.ourtasteforlife.com/komodo-national-park-tours/

Destinasi terakhir namun tak kalah menawan yakni Pulau Padar. Pulau ini ditetapkan menjadi bagian dari situs warisan dunia oleh UNESCO. Traveling ke Labuan Bajo tanpa singgah di Pulau Padar rasa-rasanya akan membawa penyesalan yang mendalam. Oleh sebab itu, hampir tidak ada orang yang melewatkan kesempatan menjajaki Pulau Padar saat berkunjung ke Labuan Bajo. Untuk mencapai puncak bukit dan menikmati keindahan Pulau Padar dilalui dengan tracking sekitar 1 jam, sebab itu menggunakan alas kaki yang cocok sangat dianjurkan. Mencapai puncak bukit mungkin saja melelahkan, namun saat berada dipuncak sana dan merasakan semilir angin yang menyejukkan, menyaksikan matahari terbenam disertai rona langit yang memanjakan mata, apalagi jika dilengkapi dengan kehadiran burung-burung yang terbang berkelompok tentunya akan membuat rasa lelah karena tracking digantikan keterpukauan serta kepuasan juga rasa syukur atas pengalaman tersebut. Saya ingin menutup pengalaman melancong di Labuan Bajo dengan lega sembari menikmati sunset di Pulau Padar. Kata orang, Labuan Bajo merupakan kota seribu sunset dikarenakan letaknya yang menghadap langsung ke arah terbenamnya matahari. Menurut Saya, Pulau Padar akan menjadi tempat menikmati sunset terbaik disana. Untuk coffe addict pasti akan muanteppp banget nih kalau bisa bersantai sejenak menyeruput kopi hangat dari termos kecil yang dibawa setelah berfoto ria dengan berbagai pose.

https://www.ourtasteforlife.com/komodo-national-park-tours/

Setelah traveling pasti ada satu momen yang kian membingungkan beberapa orang, termasuk saya. Momen itu ialah dilematis memilih foto mana yang akan diunggah. Sebagus apapun foto yang  terpilih, rasa-rasanya tidak dapat mewakili keistimewaan Labuan Bajo dan Saya sangat ingin merasakan setiap sensasi dari momen-momen tersebut bersama teman traveling yang tepat.

 

Nama Penulis: Meidlin Listra Tolayuk

Instagram: www.instagram.com/meidlinlistra/

Facebook: Meidlin Listra

Press Enter To Begin Your Search
×