Loading...

(photo source: unsplash.com)

Ujian sekolah selesai sudah dan waktunya bagi saya dan teman-teman bersiap-siap untuk mempersiapkan liburan. Karena kami berasal dari keluarga sederhana, maka kami pun memutuskan untuk membuat kegiatan liburan ke luar kota yang tentunya terjangkau di kantong kami dan kemudian dipilihlah liburan ke Semarang. Pertimbangannya karena terjangkau dan tempatnya juga banyak yang tidak kalah cantik dengan daerah wisata lainnya, sore hari sebelum keberangkatan ke Semarang, kami bergegas ke Stasiun Tegal untuk membeli tiket.

Hampir saja tempat pemesanan akan ditutup, namun untung saja masih ada sedikit waktu sebelum ditutup dan kami membeli 6 tiket kereta kemudian pulang ke rumah, di malam harinya aku susah sekali tidur, karena takut nanti akan ketinggalan kereta di pagi harinya, namun aku pun memutuskan untuk membunyikan alarm agar tidak kesiangan dan ketinggalan kereta nantinya.

Pagipun tiba, aku pun bangun dan bergegas mempersiapkan diri setidaknya untuk mempercantik diri dan tidak lama, kami pun bergegas ke Stasiun Tegal. Ok aku fakih dan beberapa temanku ada Wiki, Yos, Diki, Ucing dan Oji. Ya kami berenam sudah berjanjian untuk bertemu di Stasiun Tegal, aku sendiri dari rumah dengan cukup tergesa-gesa berangkat menggunakan ojol dan hampir saja bermasalah karena memesan 2 ojol diakibatkan karena hp ku sedang bermasalah aku pun hampir saja telat dan ketinggalan kereta.

Tapi untung saja setelah mendapatkan ojol, pengemudinya pun memahami bahwa harus cepat-cepat agar tidak ketinggalan kereta dan untung saja tidak telat, sesampai di stasiun ternyata masih banyak juga yang belum sampai, syukurlah aku tidak telat, dan beberapa menit kemudian teman-temanku datang berbarengan saling berboncengan motor, dan sampailah saat yang ditunggu-tunggu. Kami membawa tiket dan identitas untuk masuk ke dalam stasiun dan beberapa kemudian kereta pun datang, senang sekali rasanya mendengar bunyi kereta yang akan kami naiki datang juga.

(photo source: idntimes.com)

Di kereta, kami pesan kursinya 1 paket, jadi saling berhadap-hadapan dan aku kalau naik kereta posisi yang paling suka adalah di dekat jendela, karena bisa melihat indahnya pagi hari dan sunset yang sangat indah, di sepanjang jalan aku bercerita dan bercanda ria dengan teman-teman dan tak berasa waktu berlalu dan sampailah ditempat yang ditunggu-tunggu yakni di Semarang.

Setelah sampai di stasiun kami pun langsung disambut dengan banyak sekali jasa antar namun karena harganya yang dinilai kurang masuk akal, kami pun melihat aplikasi mobil online dan melihat perbandingan harganya ternyata perbedaannya sangat jauh. Dan yang di dalam stasiun itu sangat mahal 5 kali lipat dari mobil online yang ada di aplikasi. Namun aku melihat ada bus yang sangat bagus dan aku pun memberitahu teman-teman kalau naik bus saja bagaimana. Dan mereka pun setuju dan kita pun menuju ke halte untuk menaiki bus trans semarang untuk harganya sangat murah kurang dari Rp5 ribu rupiah per orang dan itulah salah satu alasannya yaitu untuk mengirit biaya. 

Setelah itu kami berhenti di halte balaikota Semarang dan memutuskan untuk berjalan-jalan. Ternyata sampai di depan Lawang Sewu, akhirnya kita pun memutuskan untuk berwisata di lawang sewu, dan karena kami masih pelajar bayarnya juga paket pelajar dan hanya menunjukan identitas pelajar. Kami pun masuk dan sialnya Yos atau yang sering biasa aku sebut bang Yos kehilangan tiket masuk sehingga aku bantu mencarinya bahkan sampai ke tempat sampah.

Jijik emang namun bagaimana lagi kalau harus beli lagi kan sayang, dan setelah ke sana kemari mencari ternyata ada di saku celana bagian belakang itu memang kabar bagus tapi agak kesal juga sih. Karena bagaimana juga kan aku sudah mencarinya sampai ke tempat sampah segala sampai malu dilihatin banyak orang. Namun itulah salah satu pengalaman yang konyol dan lucu kalau dipikirkan lagi.

Kami pun berjalan-jalan mengelilingi lawang sewu yang sangat luas ditambah dengan banyak sekali pintu. Di dalam Lawang Sewu itu kami belajar banyak tentang sejarah peninggalan kereta api dan aku sendiri baru tahu kalo ternyata negara yang ada kereta apinya di daerah asia tenggara adalah Indonesia tepatnya di Semarang itu adalah hal yang sangat membanggakan dan juga di sana banyak foto-foto tentang masa lalu bahkan ada juga ruangan bawah tanah namun sangat disayangkan tempat itu sudah tidak dibuka untuk umum, namun menurut cerita yang beredar ruangan bawah tanah itu adalah tempat untuk menghukum tentara asing pada saat jaman penjajahan.

(photo source: jejak-kenzie.blogspot.com)

Setelah sudah dirasa cukup, karena perut pun mulai lapar kita pun pergi untuk mencari makan dan kebetulan di sekitar lawang sewu ternyata terdapat penjual mie ayam dan kami pun mampir dan makan di sana. Disaat makan, benar-benar terjadi hal yang sangat lucu di mana Oji yang sedang makan tertumpah sambal saos gara-gara Ucing mengambil sambal saos tersebut tutupnya jatuh dan hal itu mengenai pakaian Oji kotor.

Selanjutnya yaitu ke masjid, karena kebetulan sudah masuk waktu zuhur di Semarang terdapat Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), kami pun memesan mobil online dan segera menuju ke masjid itu dan ternyata masjid itu benar-benar sangat besar dan luas, bahkan terdapat al-Qur’an yang sangat besar yang di pajang di dalamnya. Karena masjid itu memang salah satu masjid wisata religi maka banyak juga pengunjungnya dan setelah sholat dhuhur kita beristirahat sebentar di sekitar lobi masjid itu karena memang cuaca di luar sangat panas.

Baru setelah sore kita mulai untuk mengunjungi wisata lainnya, yakni Taman Indonesia Kaya dan sangat beruntung sekali ternyata di sana sedang ada acara konser penampilan kebudayaan dan musik. Di sana cinta pada pandangan pertama pun dimulai, di mana terdapat cewek yang cantik sedang duduk sendirian karena menunggu temannya yang sedang melakukan sesi potret karena menjadi foto model di sana aku mulai mendekatinya dan anaknya benar-benar sangat peduli dan terbuka. Akhirnya di sana mulai ngobrol layaknya film Dilan, aku yang menyukai ilmu psikologi pun mulai sedikit melakukan pendekatan kepadanya dengan menanyakan hobi, dan yang berkaitan dengannya.

Dan bermain ramal-ramalan. Di situ aku juga dapat kesempatan untuk berfoto dengannya dan hal itu benar-benar hal yang sangat mengagumkan dan acara konser pun dimulai kita pun bersama cewek itu menonton bersama konser itu. Dan ini adalah tempat terindah di mana kita bisa mendapatkan orang yang sangat cantik dan baik. Serta bisa saling mengenal dengan baik itu pengalaman traveling yang tidak akan pernah aku lupakan dan sampai saat ini masih saling berkomunikasi.

(photo source: blog.tripcetera.com)

Dan karena sudah mulai agak malam, maka kami pun mulai ke tempat terakhir, yakni di Simpang Lima dan karena sudah agak malam, kami di Simpang Lima hanya makan makanan yang menurut ku sangat enak, yaitu tahu gimbal, makanan itu benar-benar sangat enak dan mengenyangkan tentunya sambil menikmati malam yang berbintang di awan Simpang Lima dan melihat pesawat yang sangat dekat karena memang di sana ada bandara internasional senang rasanya bisa travelling ke Semarang dan ini merupakan pengalaman yang sangat indah dan takkan pernah dilupakan. Dan setelah malam kita kembali ke Stasiun Poncol untuk pulang ke rumah.

Aku punya beberapa tips dan trik untuk travelling yang menyenangkan di kantong dan di hati:

  1. Pilihlah tempat yang tidak terlalu jauh dan yang penting mudah dijangkau dan murah tentunya dengan mengecek harganya dahulu.
  2. Menyenangkan bukan tentang tempat yang bagus dan mahal tapi tentang dengan siapa kita travelling karena hal itu lebih indah.
  3. Pilih makan di pinggir jalan karena murah dan enak tentunya, tapi lihat juga kebersihannya.
  4. Pilih moda transportasi yang mudah dijangkau dan murah tentunya.
  5. Apabila akan menginap, pilih yang murah dan luas tempatnya agar muat banyak orang. Sehingga bayarnya tidak perlu double dan ringan karena dibayar bersama.

Siapa pun itu, boleh dan bahkan disarankan untuk travelling sekedar untuk menjernihkan pikiran dari segala beban yang dihadapi sehari-hari. Miskin ataupun kaya boleh karena travelling itu bukan tentang mahal tapi tentang kebersamaan.

Itulah kisah nyataku

Terima kasih.

 

Penulis: Mukhamad Fakih Maulana

Instagram: fakih_young_motivator

Facebook: Mukhamad Fakih Maulana 

Press Enter To Begin Your Search
×