Loading...

Namaku Kresna Bayu Dwi Susanto, aku asli Yogyakarta namun saat ini aku tinggal di Bogor. Aku mau berbagi cerita paling berharga dan menurutku ini cerita travelling aku yang paling berkesan seumur hidupku.

Wonosobo 4 April 2018, waktu di mana aku dan teman temanku travelling mendaki gunung Merbabu, saat itu setibanya di basecamp pendakian seperti biasa kami mempersiapkan diri untuk melakukan pendakian,  semua peralatan sudah kami persiapkan. Saat semuanya sudah siap, kami pun mulai bergerak untuk memulai pendakian itu, tidak ingin hilang kesempatan aku dan teman-temanku menyempatkan untuk berfoto di depan pintu pendakian, Saat aku sedang asyik berfoto, ada satu rombongan lagi sedang menunggu kami untuk bergantian foto di depan gerbang pendakian itu.

Secara tidak sengaja kami pun mengajak rombongan itu untuk bergabung berfoto bersama rombonganku. Kami tidak ada yang saling berkenalan karena waktu sudah terlalu mepet. Agar rombonganku tidak terlalu siang untuk melakukan pendakian itu, kami pun langsung melanjutkan pendakian itu. Satu malam kami bermalam di gunung itu, cuaca saat itu sangat cerah seakan tak ingin beranjak dari tempatku berdiri, namun rutinitas pekerjaanlah yang mengharuskan aku untuk pulang ke kotaku. Tak ingin berlama-lama setibanya aku turun dari pendakian tersebut kami pun bergegas menuju terminal untuk melakukan perjalanan pulang ke kota ku yaitu kota Bogor, beberapa temanku ada juga yang dari Jakarta, jadi kami berpisah di kota masing-masing.

Ketika aku berada di dalam bus datanglah satu rombongan yang tidak kami kenal memasuki bus yang aku naiki ada 2 orang wanita dan 2 orang pria, kami pun tidak saling berkenalan karena sudah terlalu lelah. Keesokan harinya tiba-tiba notifikasi Instagramku ada yang memberi komentar di salah satu postinganku tentang gunung Merbabu itu, ternyata dia wanita pendaki. 

Dia pun bertanya kepadaku “Ini yang ketemu di bus kan”? Tanyanya seperti itu, aku pun membalas “yaa betul” Aku pun saling berkenalan dengan wanita itu dan bertukar nomor Whastapp, dan ternyata dia tinggal satu kota bersamaku hanya beda wilayah saja, ya tidak terlalu jauh lah dari tempat tinggal ku.

Kami pun selalu bertukar cerita tentang travelling kami masing-masing, ternyata pengalaman wanita itu sudah lumayan jauh dan luas, oh iya sampe lupa, wanita itu namanya Ariza yang sekarang dia menjadi istriku sekaligus partner travellingku,  ini dia cerita gimana dia bisa jadi partner hidupku. Kami sangat mempunyai kecocokan karena kami mempunyai hobi yang sama yaitu mendaki gunung. Tak terlalu lama aku mengenalnya, sepertinya aku menyukainya, akhirnya kuberanikan diri untuk menemui orang tuanya di klaten Jawa Tengah.

Lumayan nekat sih karena aku pergi ke sana menggunakan sepeda motor dengan membawa tas carrier berukuran 65L, setibanya di sana aku disambut baik dengan orangtuanya. Singkat cerita sorenya aku meminta izin untuk mengajaknya untuk melakukan pendakian seperti apa yang sudah kami rencanakan sebelumnya, awalnya sih kita pengen ke semeru, tapi sayang, Semeru belum berjodoh dengan kita, akhirnya kami pun tertuju pada gunung Sumbing dan Sindoro.

Tidak perlu waktu lama ku naiki belalang tempurku bersamanya menuju ke tempat tujuan pendakian kami, saat itu kami belum menikah alias masih pacaran. 10 Oktober 2018 kuberanikan diri lagi untuk membawa orang tuaku untuk menemui keluarganya. Dalam rangka melamarnya dan kedua orang tua kami setuju dengan keputusan kami untuk menikah.

Tepat 30 November 2018 kami melangsungkan pernikahan di Klaten Jawa Tengah. Aku sedikit kaget dengan salah satu foto pendakian ku beberapa bulan yang lalu di gunung merbabu. Ternyata dia adalah salah satu wanita yang ikut berfoto dengan rombonganku di pintu masuk gunung Merbabu, kami sama sekali tidak berkenalan satu sama lain, bahkan ketika pulang pun kami ternyata berada di bus yang sama.

Sungguh kami pun tidak menyangka bahwa aku dan dia dipertemukan oleh semesta dengan cara yang benar-benar tidak terduga, dialah partner travelling-ku hingga saat ini sudah beberapa tempat kami jelajahi, beberapa gunung kami tapaki bersama, hingga saatnya kami break sejenak untuk travelling karena saat ini istriku sedang mengandung anakku,  demi kesehatannya kami putuskan hanya travelling ke tempat yang tidak terlalu jauh dari tempat tinggalku saat ini. Ini akan menjadi sebuah cerita untuk anak keturunan ku kelak, di mana ayah dan ibunya dipertemukan oleh semesta dan disatukan dalam satu ikatan cinta.

Inilah cerita singkat yang paling berkesan selama aku travelling. Dan pastinya aku dan istriku atau bahkan dengan anakku pun akan terus travelling menjelajah indahnya nya Alam Indonesia.

 

Nama Penulis: Kresna Bayu Dwi Susanto

Instagram: Kresna Bayu Dwi Susanto

Cropped fav logo@2x
Press Enter To Begin Your Search
×