Loading...

Sumber: www.unsplash.com

Saat liburan kenaikan kelas, sekolah tempat ibuku bekerja selalu mengadakan traveling keluar kota bersama keluarga masing-masing. Biasanya kami hanya akan menginap di villa atau hotel dan melakukan aktivitas di tempat tersebut. Tapi liburan saat itu berbeda. Aku bilang berbeda karena saat itu kami mengunjungi dua tempat wisata yang populer.

Jember adalah kota tujuan kita saat itu. Kami berangkat menggunakan dua mobil yang berbeda. Aku dan satu adikku berada di satu mobil yang sama, sedangkan orang tuaku dan dua adikku lainnya berada di dalam mobil lain. Kami berangkat dari Surabaya pukul 2 siang hari dan perjalanan menghabiskan waktu sekitar 4 jaman. Karena kami mampir untuk makan malam di restoran pinggir jalan. Setelah Isya kami pergi menuju hotel dan beristirahat, satu keluarga mendapatkan satu kamar.

Saat malam hari aku dan ibuku merasa lapar lagi, jadi kita keluar hotel untuk mencari camilan. Dan nggak nyangka kalau di sana ada jus seharga Rp5 ribu dengan porsi yang besar juga bisa mencampur dua buah dengan harga yang sama.

Pagi hari kita sarapan di hotel, lalu bersiap untuk pergi ke Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia Jl. Renteng, Gebang, Nogosari, Kec. Rambipuji, Jember, Jatim 68175.

Tempat tersebut merupakan tempat penelitian kopi dan kakao/cokelat yang ada di Jember. Di dalam kita bisa membeli berbagai olahan cokelat dan kopi. Kita juga bisa mengelilingi kebun yang dikelilingi dengan bermacam jenis kopi dan cokelat menggunakan mobil kereta. Tempat tersebut buka pukul 8.00 – 16.00 di hari biasa dan 8.00 – 14.00 di weekend. Pusat Penelitian Kopi dan Kakao ini juga dikunjungi oleh anak-anak sekolah untuk pembelajaran. Tapi banyak juga wisatawan yang mengunjungi tempat tersebut. Dan saat itu tempat tersebut sangat penuh dan ramai tanpa celah. Sehingga ibu selalu mengingatkan kita untuk tidak terpisah dari rombongan.

Lalu, setelah puas mengelilingi kebun kopi dan cokelat dan memakan roti cokelat favoritnya kita pergi ke destinasi selanjutnya. Kami pergi ke Pantai, tidak hanya satu tapi dua pantai sekaligus. Yaitu Pantai Watu Ulo dan Pantai Tanjung Papuma. Kami parkir di Watu Ulo dan berfoto bersama dengan background pantai yang indah. Beberapa orang juga berfoto di atas Watu Ulo. Pantai Watu Ulo terletak di Desa Sumberrejo, Kec. Ambulu, Jember 68172. Tiket masuk tersebut hanyalah Rp 7.500, dan akan tutup jam 5 sore.

Selanjutnya kami pergi berjalan ke Pantai Tanjung Papuma untuk makan siang. Di sana banyak menu seafood dengan ikan-ikan yang segar. Lokasi pantai tersebut berada di Jl. Tanjung Papuma, Area Kebun, Lojejer, Wuluhan, 68172. Harga tiket masuk di hari biasa Rp7.000 sedangkan saat weekend Rp15 ribu. Setelah makan siang selesai, anak-anak ingin berenang di pantai. Sehingga para orangtua menemani anaknya bermain dan berenang di tepi pantai. Mereka juga bermain pasir putih di pantai tersebut.

Keesokan harinya, setelah sarapan di hotel kita bersiap untuk check out dan pergi ke Teluk Love yang terletak di Jl. Ambulu – Watu Ulo, Sido Mulyo, Sumberrejo, Ambulu, Jember, Jawa Timur 68162. Tak lama kemudian kami sampai di Teluk Love yang berada di sisi timur Pantai Payangan. Sayangnya waktu kami sampai, cuaca sedang gerimis. Jadi karena tidak membawa payung, kita berjalan sedikit cepat agar tidak terlalu basah.

Dari parkiran menuju Teluk Love ada banyak toko yang menjual bermacam-macam souvenir, baju, topi, makanan, kacamata, dll. Kita juga berjalan di pinggir pantainya dan tak lama kemudian terlihat gapura dari jerami yang ada posternya bertuliskan “Selamat Datang di Kawasan Wisata Teluk Love Bukit Suroyo”.

Saat memasuki tempat itu, kami akan dikenakan tarif Rp5.000 untuk tiket masuk. Harganya murah dan kami bisa menikmati keindahan alam tersebut dengan puas tanpa batas waktu. Teluk Love ini buka pukul 5.00 – 19.00. Di sana ada toilet juga ada mushola dan disediakan mukenah maupun sarung di dalamnya. Setelah sholat, gerimis seudah berhenti dan cuaca kembali cerah. Aku dan adikku yang pertama memutuskan pergi mendaki bukit untuk melihat Teluk Love dari atas. Kami bawa dua botol air minum untuk persediaan selama perjalanan, juga sedikit cemilan.

Kami mendaki untuk pertama kalinya dengan senang hati dan tidak lupa untuk mengambil foto di spot-spot tertentu. Aku jamin kalian tidak akan bosan jika mendaki di bukit tersebut. Karena di beberapa titik akan ada spot menarik yang bisa digunakan untuk mengambil foto. Kalau kita capek, kita bisa beristirahat dengan duduk di tempat yang disediakan di beberapa titik sambil menghirup udara pepohonan. Karena pengunjung yang ramai, terkadang saat mendaki kita perlu menunggu orang di depan kita berjalan.

Walaupun saat itu adalah pertama kalinya kita mendaki, kami nggak gampang ngerasa lelah. Kami terus bersemangat dan hanya beristirahat beberapa kali. Oh iya, kita juga menemukan ranting pohon yang panjang dan tebal sehingga kita gunakan batang tersebut untuk mendaki. Seperti sedang mendaki di gunung. Jalur pendakiannya menurutku tidak terlalu tinggi melainkan lebih banyak belokan. Dan selama perjalanan, kita melewati beberapa tempat juga. Di atas sana ada Goa Jepang yang membuat kita penasaran, tapi kita tidak berani untuk memasuki tempat tersebut. Karena di sana terdapat palang dilarang masuk, sehingga kami hanya bisa melihatnya dari luar saja.

Membutuhkan waktu setengah jam lebih untuk kita sampai di puncak bukit tersebut. Kita merasa puas setelah berjuang untuk sampai di puncak. Dari situ kita bisa melihat bentuk teluk love yang indah, itu benar-benar berbentuk love. Kita segera mengeluarkan ponsel untuk memotretnya dan juga melakukan sesi selfie dari atas sana. Kalian tidak akan menyesal jika sudah sampai di atas puncak.

Lalu, jika kita sudah merasa puas di atas puncak kita bisa turun melewati jalur yang sudah ditunjukkan. Tetapi bagi kalian yang tidak sanggup untuk ke puncak, kalian bisa turun. Karena jalur turun juga terdapat di beberapa titik pendakian, jadi para pengunjung tidak harus sampai puncak agar bisa turun kembali. Dan kita bisa melakukan pendakian lagi tanpa harus membayar lagi.

Sumber: www.kaskus.co.id

Selanjutnya, kita memutuskan untuk pulang. Dan Teluk Love ini merupakan destinasi terakhir yang kita kunjungi. Liburan ini benar-benar berkesan untukku, karena destinasi-destinasi yang dikunjungi sangat menarik bagiku. Dan liburan ini adalah liburan terakhir bersama ibuku. Serta aku berharap bisa pergi menelusuri seluruh wisata menarik yang ada di Indonesia juga luar negeri. Inilah akhir ceritaku mengenai pengalaman traveling yang paling berkesan untukku. Jadi kalau kalian penasaran, kalian bisa langsung pergi ke tempat tersebut ya! Terimakasih..

 

Nama Penulis: Anggraini Tasya Pitaloka

Instagram: kwonpita2

Cropped fav logo@2x
Press Enter To Begin Your Search
×