Loading...

(photo source: pixabay.com)

Halo RedTraveler,

Apa yang pertama kali kamu pikirkan ketika mendengar kata ‘Pangandaran’? Pantai? Orang Sunda? Atau Jawa Barat? Dulu sih saya sering teringat pantai pas dengar kata Pangandaran. Tapi sekarang, yang pertama kali saya ingat adalah Ibu Susi Pudjiastuti, Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.

Ya, bisa dibilang beliau adalah idola baru saya sekarang. Ketika menjadi menteri penampilannya dulu memang agak berbeda dari menteri-menteri yang lainnya. Beliau lebih terlihat nyentrik dan gaul. Tapi, sikap dan cara bicaranya tetap sopan dan berwibawa. Saat beliau menjabat sebagai menteri, banyak kebijakan dan prestasinya yang patut dibanggakan.

Saya malah berpikiran kalau sudah tua nanti ingin punya sikap dan kepribadian seperti beliau. Nyentrik, friendly, berwibawa, tapi tetap slow aja, walaupun beliau adalah orang terpandang dan harus memberikan contoh yang baik di depan masyarakat. Sepertinya, she doesn’t care what people say about her appearance. Yang terpenting adalah beliau membuktikannya dengan kinerja dan hasil yang baik. And, she did it.

Saya memang nggak terlalu mengikuti secara detail kehidupannya, tapi saya sering membaca prestasi dan pendapat masyarakat, terutama nelayan, tentang beliau. Semuanya memberikan kesan positif. Saya juga beberapa kali membaca dan terinspirasi dari quotes yang selalu beliau berikan.

Traveling ke Pangandaran sebenarnya pernah menjadi rencana saya beberapa tahun yang lalu. Hanya saja, mungkin karena eksposur tempat wisata di kota lain lebih gencar, perhatian saya jadi terdistraksi dengan tampilan tempat wisata di kota-kota lain yang lebih baru. Akhirnya, saya lebih sering merencanakan traveling ke Jogja, Jakarta, Bandung, dan terakhir ke Bali.

Tapi, di tahun ini tekad saya sudah bulat kalau saya akan traveling ke Pangandaran. Saya dulu bener-bener penasaran banget pengen ke sana, apalagi sekarang saya mengidolakan Ibu Susi. Jadi pengen banget traveling ke tempat kelahiran beliau. Syukur-syukur pas traveling ke sana bisa ketemu. Wah, makin betah nih kayanya di sana.

Oh ya, RedTraveler. Pangandaran ini adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Barat. Sudah dari zaman kapan Pangandaran ini dikenal dengan kealamian pantainya dan hasil laut yang melimpah. Apalagi, di Pantai Pangandaran terdapat sebuah daratan yang menjorok ke laut yang sekarang menjadi cagar alam. So, pantai ini pastinya lebih dijaga kebersihan dan kealamiannya.  Makanya Pantai Pangandaran adalah tempat wisata yang akan saya datangi pertama kali. Kemudian, 4 tempat wisata lainnya yang ada di travel wishlist saya.

Sebelum traveling ke suatu destinasi wisata, kebiasaan saya adalah membaca tentang tempat-tempat wisata tersebut secara online. Selain sebagai referensi spot mana yang bagus dan aktivitas apa yang akan saya lakukan, saya juga lebih siap dalam hal memilih transportasi dan penginapan. Dua hal itu sih yang sangat saya aware dari awal. Karena, saya biasanya traveling dengan cara backpaker-an, jadi harus bisa mengatur budget. Nih saya ceritain ya tempat-tempat mana saja yang jadi travel wishlist saya dan alasannya.

Pantai Pangandaran

Pantai Pangandaran (photo source: instagram @info_wisata_pantai_pangandaran)

“Semua pantai itu sama aja ya, guys”.

No. Saya nggak setuju dengan pendapat itu. Kalau ada yang bilang seperti itu. Hmm.. mungkin dia bukan anak pantai atau jarang piknik. Kalau semua pantai itu sama, ya saya nggak bakalan mau ke Pantai Pangandaran. Di daerah saya aja pantai buanyak banget. Karena saya tinggal sekitar dua sampai tiga jam perjalanan ke daerah pesisir pantai.

Nah, di daerah saya aja, karaketristik dan fungsi pantai berbeda-beda. Ada yang cuma buat santai, ada yang lebih aman buat watersports, atau malah ada pantai yang khusus buat para nelayan mencari ikan dan menyandarkan perahunya. See, beda kan?! Kasian juga kan kalau pantai untuk melaut malah rame dijadikan tempat wisata, bisa-bisa ikannya udah pada kabur.

Jadi, kenapa saya pengen banget traveling ke Pantai Pangandaran?

Kalau menurut saya sih ya seperti yang saya bilang tadi, bahwa pantai ini adalah pantai yang menarik, dalam segi lokasi dan karakteristiknya. Ya itu tadi lokasinya dekat dengan cagar alam, pastinya bakal dipelihara dan dilindungi kebersihannya. Cagar alamnya ini berada di Semenanjung, lho.

Pantainya juga landai, berombak sedang, dan mempunyai seashore yang lumayan panjang kaya di Pantai Kuta. Dengan karakteristik pantai yang seperti ini, makanya di sana saya berencana untuk bermain surfing. Nah ini nih RedTraveler. Jadi, saya pengen belajar surfing di Pantai Pangandaran. Kayanya seru ya bermain surfing. Kalau harus belajar surfing ke Kuta kan kejauhan, jadi ya ke Pangandaran dulu aja.

Oh ya, Pantai Pangandaran juga memang sudah dikenal dengan kampung nelayannya semenjak dulu. Pastinya akan ada banyak nelayan yang bisa saya temui di area pantai ini. Menurut saya traveling dan socializing adalah dua hal yang sangat penting dan saling berhubungan satu sama lain. Apalagi saya seringnya solo-traveling, jadi harus pinter-pinter berkomunikasi dengan orang baru yang saya temui di jalan atau di tempat wisata.

Kalau saya sih memang sukanya bertemu sama orang-orang yang profesinya jarang saya temukan tiap harinya. Ya seperti nelayan ini. Seru kan kalau misalkan saya bisa ngobrol dan berbagi pengalaman dengan mereka. Apalagi kalau saya bisa membeli ikan segar langsung dari mereka. Yakin, begitu dipanggang ikannya nggak bakal bau amis walaupun diolah tanpa bumbu.

Pantai Batu Karas

Niat saya ke Pantai Batu Karas sama seperti ke Pantai Pangandaran, yaitu pengen nyoba surfing juga. Kata temen-temen saya yang pernah ke sana, ombak di pantai ini lebih bagus dan tersedia sepanjang tahun.

Dan, pantainya selalu ramai oleh para surfer dari luar negeri. Malah katanya, suasana di pantai ini jadi mirip kaya di Kuta Bali. Mungkin karena saking banyaknya bule yang main surfing. Mereka pada lari ke sini karena banyak poin-poin ombak yang cocok untuk bermain surfing.

Tapi, itu cerita dari temen saya sebelum Pandemi Corona, nggak tau deh kalau sekarang. Mungkin para surfer dari luar sudah jarang datang. Tapi, yakin pantainya pasti semakin bagus dan bersih. Watersport di pantai ini juga lengkap tersedia.

RedTraveler, Pantai Batu Karas ini adalah objek wisata pantai yang terletak ± 34 km dari Pangandaran, tepatnya di Desa Batu Karas, Kecamatan Cijulang. Uniknya lagi, pasir pantainya berwarna hitam. Ditambah, karena adanya area perbukitan, jadi banyak spo-spot eksotis yang bagus kalau dijadikan background foto. Lebih instagenic!

Green Canyon

Green Canyon (photo source: instagram @amandinemennothing)

Ketika menyebut Green Canyon, sekilas mirip menyebut Grand Canyon, ya? Yang saya tau, Grand Canyon ini yang ada di Amerika sana, yaitu daerah ngarai terjal yang dibelah oleh Sungai Colorado yang berkelok-kelok. Saya awalnya sering liat Grand Canyon di televisi. Nah, Grand Canyon yang ada Amerika kalau dilihat dari foto-fotonya yang beredar di media sosial mirip-mirip juga sama Green Canyon yang ada di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang.

Menurut sumber online yang saya baca, nama Green Canyon ini dipopulerkan oleh seorang Perancis pada tahun 1993. Namun, orang Sunda menyebut Green Canyon ini dengan sebutan Cukang Taneuh atau dalam bahasa Indonesia berarti Jembatan Tanah.

Green Canyon ini terbentuk dari erosi tanah akibat aliran sungai Cijulang selama jutaan tahun. Bayangkan kita menyusuri sungai yang diapit oleh tebing-tebing dengan guratan-guratan tanah atau mungkin bebatuan yang dibentuk secara alami oleh alam. Luar biasa! Belum lagi rimbunnya pepohonan lebih memberikan kesan teduh dan hijau.

RedTraveler, objek wisata ini berdekatan degan objek wisata Pantai Batukaras. Jadi bisa satu kali jalan, ya. Ibarat pepatah sekali dayung dua tiga pulau terlewati. Duh, jadi pengen cepet-cepet ke sana.

Sungai Citumang

Sungai Citumang (photo source: instagram @indoflashlight)

Next, saya juga udah rencana mau ke Citumang. Tempat wisata ini bukan pantai, tapi wisata alam berupa sungai, sama seperti Green Canyon. Tapi di sini dikhususkan untuk olahraga rafting. Saya sih nggak terlalu suka rafting. Tapi, ya once in a lifetime, mumpung lagi di Pangandaran sepertinya saya bakal nyoba olahraga ekstrem yang satu ini. Ya, Intinya sambil berolahraga bisa sambil menikmati keindahan dan kealamian alam, terutama di aliran Sungai Citumang.

Kalau yang saya lihat di artikel online, saya nggak bisa sendiri untuk menyusuri sungai ini. Apalagi kalau saya mau nyoba rafting-nya. Jadi, ya mungkin nanti saya akan coba cari-cari agen wisata yang menyediakan layanan rafting.

Pantai Batu Hiu

Pantai Batu Hiu (Instagram @_abie11)

Ini nih travel wishlist saya yang terakhir, yaitu  Pantai Batu Hiu. Yang orang Sunda, apalagi yang tinggal di Bandung dan sekitranya, coba deh tanya orangtua kalian tentang Pantai Batu Hiu ini. Pasti mereka akan langsung tau. Pantai ini sangat terkenal dan legendaris setelah dijadikan sebuah lagu yang diciptakan oleh penyanyi dan pencipta lagu tersohor asal Bandung Doel Sumbang.

Jadi, traveling ke Pantai Batu Hiu udah seperti napak tilas buat orangtua kita. Dan, saya juga penasaran kenapa disebut Batu Hiu. Apa ada hiunya, ya? Yang saya baca dan liat foto-fotonya di berbagai media sosial, sepertinya pantai ini nggak bisa dipake berenang. Lokasinya berupa tebing tinggi. Ya, mirip-mirip Ulwuatu di Bali. Saya di sini berencana ingin lebih menikmati suasana alamnya aja dan mencari spot-spot foto yang keren.

Nah, RedTraveler. itulah travel wishlist saya untuk traveling ke Pangandaran tempat kelahiran Ibu Susi Pudjiastuti. Semoga tahun ini bisa terlaksana. Pandemi Corona memang belum berakhir. Tapi, Indonesia telah memasuki era Adaptasi Kebiasaan baru (AKB) di semua sektor, terutama di sektor pariwisata.  Jadi, ini kabar baik bagi para traveler yang udah nggak sabar ingin melakukan traveling lagi. Tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan agar kita terhindar dari virus corona.

So, tunggu cerita saya di Pangandaran, RedTraveler.

 

Penulis: Yudi Rahmatullah

Instagram: @yoedirahmatullah

Twitter: @yudRayi

Facebook: Yudi Rahmatullah

Press Enter To Begin Your Search
×