Loading...

Pixabay

Kota Hujan merupakan nama lain dari Kota Bogor salah satu kota di Provinsi Jawa Barat disebut Kota Hujan dikarenakan memiliki curah hujan yang tinggi dengan iklim hutan hujan tropis  (Af). Di kota ini pula Istana Presiden RI dibangun, nama istana ini adalah Istana Bogor yang merupakan satu dari enam Istana Presiden RI. Tujuan dibangun Istana Bogor adalah untuk beristirahat setelah dibakar panasnya Kota Jakarta, ya memang karakteristik Bogor keadaan alamnya yang sejuk dan asri  sangat cocok untuk menyegarkan pikiran. Waktu itu jam menunjukkan pukul 04:00 pagi, saya segera terbangun karena takut kesiangan lalu pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka sekaligus mandi. Tanpa menunggu lama setelah itu saya langsung makan setelah dirasa cukup saya pun menyiapkan segala sesuatunya, mulai dari perbekalan makanan, pakaian, dan uang. Saya segera berpamitan dengan orang tua dengan menaiki ojek saya meluncur ke terminal bus. Tiba di terminal saya menunggu teman teman berkumpul semua, sebelum berangkat terlebih dahulu diabsen supaya tidak ada yang tertinggal. Tepat pukul 07:00 pagi kami pun berangkat dari Bandung menuju Kota Bogor, perjalanan lancar karena melalui jalan tol jadi kemacetan tidak kami jumpai. Di tengah perjalanan kami berhenti untuk beristirahat sejenak setelah itu kembali melanjutkan perjalanan. Tidak terasa sekitar jam 11::00 kami tiba di tempat tujuan empat jam lamanya perjalanan dengan berbagai hal kami alami, seperti mabuk perjalanan namun itu merupakan hal lumrah. Bus diparkirkan di seberang dimana Kebun Raya Bogor berada, setelah itu kami menuju Kebun Raya Bogor dengan berjalan kaki jauhnya 100 meter dari tempat parkir ke pintu masuk Kebun Raya, tibanya disana kami disuruh petugas supaya berbaris rapi yang kemudian dihitung satu persatu untuk mengetahui jumlah kami. Harga tiket Rp15.000 untuk wisatawan domestik sedangkan untuk wisatawan asing harga tiket Rp25.000 sudah termasuk Asuransi Jasa Raharja, Distribusi Pemkot dan mengunjungi semua wisata yang ada di dalamnya. 

Kebun Raya Bogor (Sumber: www.wisatabagus.com)

Sungguh sejuk udara di Kebun Raya Bogor berbagai jenis tumbuhan dan pohon yang jumlahnya mencapai 15000 spesies dengan luas lahan 87 hektar. Bibitnya diperoleh dari seluruh penjuru Nusantara yang kemudian ditanam disini dan ada pula yang bibitnya dari luar negeri. Kebun Raya ini merupakan hutan buatan yang sudah ada sejak zaman Kerajaan Sunda bertujuan melestarikan tumbuhan agar tidak punah. Duduk sejenak di bawah pohon besar yang bernama pohon jodoh seakan ingin tidur di bawahnya, ingin rasanya menikmati seluruh keindahan kebun namun waktu sudah semakin siang kami memutuskan untuk pergi ke Museum Zoologi yang letaknya di dalam Kebun Raya, sambil berjalan menuju kesana sebelum Museum Zoologi kami melewati sebuah bangunan terbuat dari kaca didalamnya terdapat banyak jenis biji tidak salah lagi ini yang dinamakan Bank Biji tak hanya biji saja disini kami melihat bunga raksasa diletakkan di dalamnya ya, Raflesia itu dia bunga yang juga sering disebut bunga bangkai, mungkin diletakkan di dalam agar bau tak sedap dari bunga ini tidak mengganggu ketenangan pengunjung.

Museum Zoologi (Sumber: www.kumparan.com)

Tak lama kemudian kami sudah berada di depan Museum Zoologi sebelum masuk kami foto bersama dahulu, kami langsung masuk melalui pintu utama yang langsung disuguhi empat kerangka hewan asli Indonesia yakni harimau sumatera, badak sumatera, anoa dan tapir, sesuai dengan namanya zoologi yang artinya ilmu tentang hewan memang museum ini di khususkan untuk hewan dari Indonesia baik yang sudah punah maupun yang masih hidup kemudian diawetkan dalam keadaan masih utuh atau hanya diambil kerangkanya saja. Selain empat kerangka hewan tadi di dekatnya terdapat satu akuarium yang  diisi hewan intervertebrata dalam bentuk kerangkanya saja dan akuarium yang diisi berbagai jenis burung yang diawetkan beserta settingan habitat aslinya dan disediakan papan informasi. Kemudian di ruangan sebelah kiri terdapat juga akuarium yang diisi hewan mamalia seperti harimau, rusa, banteng, kerbau dll. Sedangkan di ruangan sebelah kanan terdapat hewan awetan dari mulai berbagai jenis serangga, ikan, moluska hingga amfibi dan reptilia. Setelah selesai mengamati seluruh hewan yang ada di dalam kami keluar namun ternyata kami belum selesai masih ada satu lagi diluar ruangan sebelah kanan terdapat  kerangka Paus Biru yang panjangnya 27 meter menurut keterangan ikan ini terdampar di Pantai Pameungpeuk, Garut pada tahun 1916. Keunikan ikan ini adalah dia tidak mempunyai gigi namun diganti dengan balen  (zat tanduk) berjumlah 250-400 lembar. Duh tidak sia sia berkunjung kesini selain dapat menikmati keindahan kebun raya kita juga mendapatkan sebongkah ilmu sekaligus mempererat tali persahabatan seperti apa yang dilakukan mantan Presiden Amerika Barack Obama dengan Presiden RI Joko Widodo  mereka melakukan pertemuan di Kebun Raya Bogor pada tahun 2017 untuk menikmati suasana di dalamnya sekaligus mempererat tali persahabatan.

Rasanya badan saya seperti lengket menyatu dengan pakaian agaknya perlu mandi, memang sudah seharian berjalan jalan disekitar Kebun Raya itu membuat berkeringat. Tepat jam 13:00 kami meninggalkan Kebun Raya Bogor dan tujuan akhir ke waterpark yang masih berada di Bogor yaitu Gumati Waterpark. Sesampainya disana saya langsung keluar dari bus karena tidak tahan lagi dengan gerah. Tiket masuk adalah Rp40.000 untuk hari biasa sedangkan untuk akhir pekan Rp70.000 dan high season Rp80.000, tiga hari sebelum kami berangkat sudah mem-booking waterpark ini supaya tidak penuh dan gazebo bisa leluasa digunakan.

Gumati Waterpark (Sumber: www.wisatatempatku.com)

Memang  tidak selengkap seperti di Ancol namun disini meyajikan sesuatu yang berbeda selain waterpark Gumati menyajikan outbond seperti flying fox, panahan dll. Dan buat yang suka kuliner disini menyediakan berbagai macam makanan yang dapat disantap bersama keluarga dan teman. Tidak semua wahana dapat saya nikmati karena saya hanya terfokus untuk berendam dalam kolam, setelah mandi dan ganti pakaian kami foto bersama untuk terakhir kali. Selesai berfoto kami bergegas untuk naik ke bus, kemudian bus yang kami tumpangi meluncur cepat seakan tidak sabar ingin segera pulang. Terakhir supaya keluarga di rumah senang saya membeli oleh oleh berupa manisan pala dan moci di salah satu tempat oleh oleh walaupun bukan oleh oleh dari Bogor tapi daripada tangan kosong. Sungguh melelahkan, sambil  saya duduk di kursi bus dengan hati mendesah akhirnya saya pulang juga, meninggalkan Kota Bogor yang telah melukis kenangan indah, tidak akan pernah saya lupakan semua ini .

 

Nama Penulis: Darojatun ardiwilaga

Instagram: www.instagram.com/ardi_darojat

Twitter: www.twitter.com/brotherdarojat

Facebook: Darojat ardi

Cropped fav logo@2x
Press Enter To Begin Your Search
×