Loading...

Unsplash

Hai Gaes, aku mau sharing perjalanan trip aku ke Jepang. Entah kenapa negeri Sakura ini telah menggoreskan kesan khusus di hati aku, seolah-olah meminta untuk dikunjungi lagi.. cieeeeeh uhuuuy… Yang jelas, menurut aku tuuu.. Jepang itu bukan sekedar wisata alam, tapi juga wisata kuliner, budaya, adat, termasuk tehnologi, misalnya naik kereta api cepat shinkansen wooooooow…

Hnah karena ini trip kedua aku ke Jepang, jadi kali ini aku pengen wisata alam dan tehnologi wohohohohooo… Udah kebayang doong gimana rasanya naik shinkansen tuuuuh.. Hnaaaah perjalanan kedua ini dimulai dari Sabtu 13 Oktober 2018 sampai Rabu 17 Oktober 2018. Total di Jepang 5 hari kaaaan.. cukuplaaaah yaaaaah buat aku happy-happy ama temen-temen..

Awalnya aku cuma isut 3 tiket, buat aku, suami, dan nyokap. Kok nyokap ikutan diisutin? Ya eaaa laaah yaaaaaa, kapan lagi kaaan nyenengin nyokap sendiri selagi mereka masih bisa kita peluk dan godain hahahahaaa.. Eeeh ternyata suami aku tuh pamer-pamerlaaah ke temen kerjanya kalo ia udah diisutin tiket ke Jepang dengan harga yang sangat terjangkau hihihihii… Alhasil, temen-temennya juga minta ikutan deeh dibelikan tiket, total 3 orang yang mau ikut. So, kita punya 6 pa, Booooy!!! Horeeeee bakalan seruuu niiiih…

Hnaah lanjut deeeh persiapan bikin itin dan cari penginapan, sebagai prasyarat untuk ajuin visa Jepang. Kalau aku sih karena udah terbiasa bikin visa sendiri, jadi udah PD (percaya diri) aja dooong. Hnaaah masalahnya temen-temennya suami aku tuuuh, pada cemas, takut kalau visanya tar ditolak karena paspornya masih fresh, belum ada stempel luar negeri mana pun, alias fresh from the immigration, Booooy!!! Eeeh dengan PD-nya doong kubilang ke mereka “udaaah santai aja, ga usah cemas, tenang ajaaah, pasti approved kok, tar kalo approved, aku ditraktir di Jepang yaaks hahahahaaa”  Daaaaan taraaaaa…!!! Yeaaaay ke 6 visa pun approved yeeeees!!!

Oh iyaaah, aku tuh paling seneng jalan-jalan bareng ama orang yang masih polosan. Seneng aja ngeliat muka-muka yang polos, gembira, dan ga ngeyelan alias nurutan hihihihihi…

Eeeeh tapi sayang disayang, 1 minggu sebelum hari H keberangkatan, nyokap bilang pinggangnya sakit, duuuuuh… sediiih aku tuuuu ga bisa nyenengin mamak.. Tapi kalo dipaksain pun nanti khawatirnya malah makin ga membaik pas di Jepang. Okeeei deeh mamak batal deh tiketnya…

Hnaaah hal yang aku tekankan di sini, ketika bikin itin, kita harus pastikan dulu mau kemana aja siiih? Karena kalau di Jepang, kita harus bener-bener hemat biaya transportasi, pakai kartu jenis apa supaya ga boncos (rugi). Intinya, gimana supaya bisa hemat, tapi hasil maksimal, prinsip ekonomi hehehehe. Setelah itu, carilah penginapan yang deket stasiun, tentunya yang emang kita bisa berhenti di stasiun itu, lalu cukup jalan kaki sebentar saja tanpa harus naik kendaraan lagi.

Hnah, the big point for the second trip is, aku pengen ke Shirakawa Go !!! Kenapa aku tertarik? Yaa karena liat foto-foto hasil searching di online tuh cakep-cakeeeep sekaliiii… Cantik aduhai deh… Trus kedua pengen ke Nikko, iyaaaaah sebuah desa di pinggiran Tokyo, yang sejuk, segar, dan adem pokoknya. Kalau di Indonesia tuh seperti Bogor-nya Jakarta hihihihi…

Untuk mengakali mencapai kedua tempat itu, akhirnya aku beli tiket JR East Pass, yang memang cukup untuk 5 hari, pas banged untuk kebutuhan kita selama di Jepang yang juga cuma 5 hari hihihihiii.. Selain itu, aku pun bisa pakai sekalian untuk keliling Tokyo, buat jajan dan jalan-jalan hihihihiii.. Yeaaaaaaay akhirnya aku dan kawan-kawan bisa ngerasain wisata tehnologi, naik Shinkansen, Boooooy…!!! Senangnyaaaa bisa ngerasain naik kereta tercepat ini di Jepang, asli kita semua jadi norak, tapi gak pa-pa, yang penting happy hihihihi…

Yaaah namanya juga jalan-jalan sendiri, ga pake tour, ga pake travel, pasti selalu ada kisah seru dibalik perjalanan. Kalau diinget-inget, malah jadi ketawa hahahah… Jadi tuuh, pas di hari pertama, begitu arrived @ Narita, aku info kita lanjut NEX yah, yg kereta cepat itu looh, eeeh ga tau lah yaaaa akhirnya kita naek  kereta yg ditunjuk ama salah satu temen, tapi jujur itu kereta jalannya lamaaaa… Hnaaah akibatnyaaaaa kita naik kereta lanjutan yang menuju Nagano pun mengalami keterlambatan, udah sampai lari-lari mengejar bus berikutnya, tetep terlambat. Mau naik taxi, ya Allah muahalnyaaaaaa… akhirnya cari-cari info dan yeaaaaay alhamdulillah ada kereta lainnya. Hingga sampai ke penginapan pun kami juga telat hahahah. Harusnya tiba jam sekitar jam 19, malah jadinya jam 1 dini harinya huhuhuhuuuu… Untuuuung sebelum tiba udah kirim pesan ke pemilik penginapan kalau tibanya telat, so kita dikasih kode pin untuk bisa buka pintu. Selamaaaat kitaaaaa…

Esok paginya, kami jalan kaki ke terminal bus yang deket penginapan, untuk pergi ke Shirakawa Go. Daaaan taraaaa… pas di Shirakawa Go, ternyata beneran cantik, Kakaaaak!!! Wajar laaah kalau emang dinobatkan sebagai The World Heritage. Dan kalau pas musim salju, waduuuuh rumah-rumah ini seperti film-film di kartun saja, berwarna putih dan ada kelap-kelip lampunya…

Kami sempat juga mengambil foto dari atas, untuk mengambil view pemandangan desa Shirakawa Go tersebut. Bisa kebayang kan gimana indahnya kalau pas musim salju dan malam hari? Ini impian saya semoga bisa ke Jepang lagi pas musim salju dan covid-19 sudah berakhir, amiiiiiin yang kenceeeng hahahahahaaa…

Sepulang dari Shirakawa Go, kami melanjutkan perjalanan ke Tokyo, dan tiba di Tokyo sudah sore. Kami masih sempat beristirahat, mandi, dan keluar untuk cari makan. Nikmat sekali kami hari itu, bisa agak santai, tidak seperti kemarin hihihihii… Setelah itu kami beristirahat.

Keesokan paginya, kami cukup berputar di sekitar Tokyo saja, ke kuil, ke Shinjuku, melihat patung anjing Hachiko di Shibuya, lalu mencari oleh-oleh dan wisata kuliner tentunyaaaaa… Saya suka sekali jajan seafood di pinggir jalan di sana, segar semua, padahal hanya dibakar saja, rasanya ingin makan yang banyak kalau tidak ingat kolesterol hahahahhaaa

Hnah pada hari keempat, saya dan kawan-kawan mengambil rute yang jauh, ke Nikko. Jadi gini yah, Kawan, walaupun Nikko itu terletak di pinggiran kota Tokyo, tapi posisinya nun jauuuuh, tapi kalau udah sampe sana waoooow deeeh, keindahannya bikin pengen balik lagiiii dan yang jelas ga ada tragedi apa-apa waktu ke sini hahahahhaa…

Air danaunya dingiiiiiin sekaliiii, dinginnya sampai tembus ke dalam baju, Boooy..!!! Eh tapi ga sedingin hati ku kok eaaaaak hihihihi.. Dan sungguh yah, itu air danau bersiiiih sekali dan ga ada sampah looh, aku sukaaaak sekali.

Hari kelima, karena hari terakhir dan harus ke bandara sorenya, kami jalan-jalan seputaran TOkyo sambil beli oleh-oleh yang tertunda seperti kamera, kaos, boneka, cemilan hihihiih… Daaan tragedi pun terulang kembali… akibat kesalahan membaca jalur kereta cepat, akhirnya kita menaiki kereta yang biasa, dan semua akhirnya terlambat tiba di bandara. Aku shocked, karena di Jepang itu walau cuma 1 menit pun, ga ada toleransi. Semua ketat. Telat ya telat!!! Huhuhuhuuu mau nangis rasanya di saat itu. Kami menyadari kesalahan masing-masing, yang terlambat untuk segera ke bandara, yang egois untuk menerima masukan kalau keretanya salah, yang masih ada mampir ke toko padahal sudah mau jalan ke bandara, dan lain-lain.

Akhirnya kami terpaksa beli tiket baru, Kakaaaaak huhuhuhuuuu… Sedih harus keluar dana lagi.. Tapi ini pelajaran penting bagi kami, agar ke depannya lebih hati-hati dan lebih baik lama di bandara daripada ketinggalan pesawat.

Yang jelas, Jepang akan menjadi wishlist aku lagi di tahun mendatang. Tahu gak siiih, aku tuuh belum pernah pegang salju, jadi pengeeeen banged ke Jepang lagi pas musim salju, biar bisa mandi salju dan bikin boneka salju hihihihi…

Oh iya, ada tragedi lainnya niih pas di pesawat.. Karena beli tiketnya mendadak, otomatis kita ga ada yang bisa request menu. Hnah pas di pesawat, temen aku nanya ke pramugarinya “Is it pork?” Sang pramugari menjawab cukup panjang, namun dengan logat asingnya yang ga begitu jelas di telinga kami, akhinrya aku dan kawanku cuma plongak-plongok (bengong) doong.. Padahal kami cuma butuh jawaban “yes or no”, itu saja.

Kemudian Sang Pramugari lewat lagi, dan kawanku bertanya hal yang sama, eeeh jawabannya sama, panjaaaaang deh hahahhaha.. Akhirnya dimakan deeh itu makanan oleh temenku. Aku ga berani makan laaaah, masih ragu-ragu. Hnaaah setelah selesai makan, Sang Pramugari lewat lagi, gantian aku yang nanya sambil nunjuk ke daging “What is this?' Dia jawab singkat dan tegas “Pork” Kontan aku dan kawanku ketawa hahahahahhahaaa.. Ya Allah, semoga Engkau mengampuni kawanku yang ga sengaja makan pork hahahahahaaa

 

Nama Penulis: Tri Hartati

Instagram: www.instagram.com/kk_trie/

Twitter: www.twitter.com/nyai_sekartaji

Facebook: Tri Hartati

Cropped fav logo@2x
Press Enter To Begin Your Search
×