Loading...

(photo source: pixabay.com)

Setiap orang selalu punya kebiasaan berlibur ke tempat yang bertolak belakang dengan tempat di mana biasa ia berada. Misalnya, orang yang tinggal ditengah kota, mereka lebih suka berlibur kedaerah pedesaan yang sunyi, sepi, dan bersih udaranya. Sedangkan orang yang tinggal di pegunungan atau dataran tinggi, paling suka kalo diajak liburannya ke pantai atau daerah dataran rendah.

Begitulah watak manusia, selalu menginginkan apa yang bertolak belakang dengan keadaannya. Dan begitu pula pun saya.  Saya yang sedari 1990-an tinggal di daerah Bandar Lampung, yang merupakan daerah dataran rendah, paling demen banget kalau diajak liburan ke daerah pegunungan. Kebayang dalam benak bahwa dataran tinggi adalah daerah yang adem, berkabut, banyak pepohonan, sehingga punya daya tarik tersendiri buat saya.

Makadari itu cerita saat ini adalah tentang liburan saya ke curug cireong yang berada di daerah tasikmalaya. Yap, tasikmalaya, adalah salah satu provinsi jawa barat yang letak geografisnya mirip dengan garut, yakni dikelilingi banyak pegunungan. Sehingga membuat daerah Tasikmalaya ini cenderung adem disiang hari, dan dingin berudara basah dimalam harinya.

(photo source: dokumentasi pribadi)

Gunung kepunyaan tasikmalaya yang luasnya mencapai 120 km2 ini, terakhir erupsi di tahun 1982. Infonya, debu vulkanik sampai menyebabkan setidaknya 2 penerbangan mendarat darurat loh. Ditambah dentuman letusannya terdengar sampai Australia.

Erupsi gunung galunggung yang dulu dikira membawa petaka, yang menghancurkan sampai 114 desa ini, kini malah justru membawa rupiah bagi masyarakat setempat loh! Misalnya, komoditas pasir gunung dan batu pecah yang melimpah dari gunung ini membuat banyak masyarakat lokal bergantung penghasilannya dari sana. Belum lagi pemandangan yang aduhai sekeliling galunggung yang penuh pepohonan lebat membuat kita kagum betapa Indah, megah dan nikmatnya ciptaan tuhan ini, menghasilkan ekosistem perekonimian yang cukup mumpuni bagi masyarakat sekitar.

Curug Cireong berada di kaki gunung Galunggung yang tepatnya di desa Singdangkasih, Ciamis. Karena letaknya yang cuma 17 km dari kota Tasikmalaya ini, membuat banyak wisata lokal yang rutin berkunjung ke sini. Selain pemandangannya yang ciamik, tiket masuk yang murah jadi pilihan kenapa kalian wajib cobain destinasi ini. Bayangin, tiket masuk per orang hanya Rp5ribu untuk dewasa dan gratis untuk anak-anak dibawah usia 12 tahun. Ditambah biaya parkir hanya Rp5 ribu kalau kita bawa kendaraan pribadi dan tanpa jam parkir.

(photo source: dokumentasi pribadi)
 

Curug cireong sebenernya masih dikelola swadaya oleh masyarakat. Jadi belum dapet dukungan pemda setempat sepenuhnya. Sehingga perkembangan yang ada disana hanya sebatas kemampuan masyarakat aja merawat lingkungan asri tersebut. Nggak mewah, tapi juga yang nggak kumuh. Yang penting adalah keasriannya yang mesti dijaga biar generasi mendatang masih bisa tetap menikmati wisata ini.

Berenang dicurug cireong sebenernya boleh di mana aja, disepanjang sungai yang ada dimulai dari area pintu masuk. Tapi sayangnya, semakin kepingin berenang kehulu, semakin sedikit penghuni warganya dan semakin lebat hutan belantaranya. Makadari itu, lokasi berenang yang disaranin cukup disekitar 1 km dari pintu masuk aja. Karena ngeri juga kalo lagi berenang tiba-tiba ada ular, kelabang, biawak, monyet lewat, yakaaan!

Meskipun namanya curug atau air terjun, tapi justru letak curugnya nanjauh di sana, butuh beberapa kilometer dengan stamina serta pakan yang banyak untuk kita bisa mencapai curug cireong sebenarnya. Karena air yang mengalir disepanjang sungai masih asli, alias langsung dari mata air pegunungan, membuat berenang disepanjang sungai ini pun serasa sama suegeeernya!.

Selain itu, tingkat kejernihannya itu jueeeernih banget. Kebayangkan kalian jarang-jarang bisa berenang dipemandian yang airnya dianter langsung dari pegunungan? Rasanya seperti mandi pakai air gallon asli yang Rp15 ribuan!

Makanya, buat kalian yang doyan jalan-jalan kepegunungan, cakep nih cobain berenang ke Curug Cireong Tasikmalaya.

Penulis: Maryanto

Instagram: @marupi58

Press Enter To Begin Your Search
×