Loading...

gunung bromo

Ilustrasi: unsplash.com

Kamu pernah berkunjung ke Gunung Bromo? Buat yang suka mendaki, kayaknya tempat ini sudah nggak asing di telinga kamu. Gunung Bromo terletak di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan merupakan objek wisata populer buat yang mau lihat sunrise diatas gunung. Kebayang nggak indahnya? Tanpa mendaki pun, kamu sudah disuguhkan oleh berbagai objek wisata di sekitar gunung Bromo, seperti Bukit Teletubbies, Bukit Mentigen, Air Terjun Madakaripura, dan masih banyak lagi. 

Buat kamu yang mau mendaki di era adaptasi baru ini, kamu wajib untuk beli tiket wisata pendakian Gunung Bromo secara online di bookingbromo.bromotenggersemeru.org. Sebelum mendaftar, kamu bisa melihat SOP pendakian yang tertera di website tersebut. Kemudian pilih jadwal dan tinggal melakukan pembayaran deh. Biar liburanmu semakin maksimal, kamu perlu tau fakta seputar Gunung Bromo nih, RedTraveler. Yuk disimak. .

1. Asal Muasal Nama Gunung Bromo

Kamu tau gak sih RedTraveler?  Nama Gunung Bromo ternyata berasal dari Bahasa Sanskerta yaitu Brahma yang dimana menurut ajaran agama Hindu, Brahma adalah Dewa Pencipta. Sedangkan pengejaan dalam Bahasa Tengger yaitu Brama. Bahasa Tengger sendiri adalah bahasa yang digunakan oleh Suku Tengger di kawasan Bromo Tengger Semeru. 

2. Gunung Bromo sebagai Objek Wisata Utama 

Gunung yang memiliki ketinggian 2.329 meter ini merupakan objek wisata yang terkenal di Jawa Timur. Berlokasi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru,  Gunung Bromo memiliki kekayaan alam yang berlimpah. Sebelum mendaki, sempatkan diri kamu untuk melihat berbagai jenis flora yang berusia ratusan tahun seperti, cemara gunung, jamuju, edelweis, dan masih banyak lagi. Sedangkan fauna yang terdapat di kawasan Taman ini antara lain luwak, rusa, monyet kra, kijang, ayam hutan merah, dan fauna unik lainnya.

3. Bentuk Tubuh Gunung Bromo

Walaupun Gunung Bromo tidak sebesar gunung api lainnya di Indonesia, bentuk tubuhnya sangat indah karena bertautan diantara lembah dan ngarai, serta dikelilingi oleh lautan pasir seluas kurang lebih 10 kilometer persegi. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru merupakan taman satu-satunya di Indonesia yang memiliki lautan pasir, lho RedTraveler. Bangga banget ya! 

4. Letusan Terbesar Gunung Bromo Terjadi pada Tahun 1974

Sebagai gunung berapi aktif di Indonesia, Gunung Bromo terhitung telah mengalami letusan serta mengeluarkan material vulkanik beberapa kali dalam sejarah. Masing-masing letusan memiliki karakteristik sendiri sehingga sulit untuk diprediksi. Letusan pertama bermula di abad 20 dan 21 dengan interval yang teratur, yaitu 30 tahun. Letusan selanjutnya adalah yang terbesar, terjadi pada tahun 1974 dan memakan banyak korban, sedangkan letusan terakhir terjadi pada tahun 2015.

5. Dipercaya sebagai Gunung Suci 

Bagi kebanyakan orang, Gunung Bromo merupakan objek wisata untuk mendaki ataupun melihat pemandangan yang indah. Tapi, menurut Suku Tengger beda lagi. Mereka menganggap Gunung Bromo adalah gunung yang suci, maka dari itu setiap tanggal 14 atau 15 pada bulan Kasodo (kesepuluh) mereka mengadakan upacara Yadnya Kasada. Mereka memberi sesajen kepada Sang Hyang Widhi dan para leluhur. 

Ingin Menikmati Keindahan Gunung Bromo? Simak Tips Di Bawah ini

Pasca memasuki era adaptasi baru, wisata Gunung Bromo kembali dibuka pada 28 Agustus 2020 kemarin. Sudah banyak para pendaki yang tidak sabar menikmati pemandangan alam di Gunung Bromo setelah berbulan-bulan berdiam diri di rumah. Mengantisipasi adanya klaster di sekitar wisata, pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru membuat beberapa peraturan baru. 

Peraturan pertama yang harus kamu tau yaitu pengunjung di bawah 10 tahun dan di atas 60 tahun dilarang berkunjung. Hal ini disepakati karena COVID-19 lebih rentan terpapar pada usia anak-anak dan lanjut usia. Perlu dicatat juga nih, RedTraveler, sebelum mengunjungi wisata Gunung Bromo, kamu juga harus menyertakan surat keterangan sehat dan bebas Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) dari fasilitas kesehatan. Pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru juga hanya menyediakan kuota wisatawan sebesar 40% dari total kapasitas daya tampung. 

Kalau kamu sudah memenuhi persyaratan di atas dan siap untuk mendaki, kamu bisa simak tips di bawah ini untuk pengalaman mendaki yang seru dan juga aman. Ingat, kesehatan adalah hal paling penting yang harus kamu jaga ya!

1. Persiapkan fisik yang kuat. Pastikan kondisi badanmu dalam keadaan sehat ya RedTraveler!

gunung bromo

Ilustrasi: pixabay.com

2. Bawa vitamin dan bekal makanan yang sehat agar kondisi fisikmu tetap fit selama mendaki.

gunung bromo

Ilustrasi: pixabay.com

3. Jangan sampai lupa membawa barang yang diperlukan selama mendaki, seperti kacamata, topi, jaket, sleeping bag, dan barang lainnya.

gunung bromo

Ilustrasi: unsplash.com

4. Hindari mendaki di cuaca dingin atau di musim hujan. Demi panorama terbaik, lakukan pendakian di awal musim kemarau.

gunung bromo

Ilustrasi: pixabay.com

5. Pilih rute perjalanan yang mudah dilewati. Kamu bisa mendaki dari arah Pasuruan, Desa Cemoro Lawang, Malang, dan Lautan Pasir.

 gunung bromo

Ilustrasi: unsplash.com

6. Berhenti sebentar dan nikmati moment untuk melihat Sunrise dan berfoto di Penanjakan. Hal yang paling dinanti-nanti!

gunung bromo

Ilustrasi: unsplash.com

7. Berhasil sampai di atas puncak merupakan sesuatu yang nggak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Maka dari itu, maksimalkan moment berhargamu ketika sampai di atas puncak Gunung Bromo.

gunung bromo

Ilustrasi: pixabay.com

Gimana? Sudah cukup merasa tertantang buat mencapai puncak Gunung Bromo? Biar energi kamu gak terkuras selama perjalanan, kamu mesti cek pilihan hotel di RedDoorz yang lokasinya dekat dengan Gunung Bromo. Gak usah khawatir liburan di tengah pandemi gini, hotel di RedDoorz sudah tersertifikasi HygienePass yang menjamin kebersihan di setiap sudutnya. #AmannyaPASS? Ya cuma di RedDoorz lah!

Cropped fav logo@2x
Press Enter To Begin Your Search
×