Loading...

(Photo source: Unsplash.com)

Pertama menginjakan kaki di alam Cijambe ini, saya merasa berada di atmosfir yang berbeda. Suasananya yang hening dan tenang, dengan desiran angin yang sejuk, dan cuaca yang dingin namun tidak menggigil. Sehingga matahari terasa hangat, meskipun saat itu menunjukkan pukul 12 siang, yang seharusnya matahari sedang terik dan terasa membakar kulit. Sementara hamparan sawah yang hijau di sekitarnya begitu kontras dengan kepulan asap dari tungku yang sedang membakar kastrol (panci khusus untuk membuat nasi liwet).

Suasana damai ini semakin terasa ketika ikan –ikan dalam kolam pemancingan berkecipak seakan alunan simfoni, dan berhilir mudik menampilkan pemandangan yang menakjubkan. Dan yang menjadi daya tarik paling besar dari tempat ini adalah keaslian tempat ini, karena benar-benar belum tersentuh pembangunan seperti destinasi wisata yang lain, dan belum banyak diketahui khalayak ramai. 

Sehingga yang berwisata ke tempat ini hanya orang-orang tertentu, seperti masyarakat sekitar dan pejabat yang kebetulan sedang melakukan kunjungan ke desa tempat di mana tempat ini menjadi bagian di dalamnya. Dan yang menjadi kelebihan tempat ini adalah hamparan sawah yang berundak-undak sehingga jika melihat dari jauh seakan memandang lukisan, dan juga sumber mata air yang tak pernah kering. Meskipun masuk musim kemarau di mana kampung lain kekeringan, di tempat ini air tetap mengalir sampai jauh, seperti iklan pipa air di TV, hehehe bercanda, tapi memang airnya tetap stabil dan jernih sekali di musim apa pun.

Di Cijambe juga tersedia kolam pemancingan dengan harga sewa yang cukup murah, yaitu Rp35 ribu dan dikarenakan saat ini sedang masa promo. Jadi tidak ditentukan batas waktunya memancing alias sepuasnya. Di sini pun terdapat saung, yang diberi nama saung Cijambe yang bisa kita gunakan untuk bersantai bersama keluarga sambil menikmati keindahan alam yang masih perawan, ataupun sambil menikmati paket nasi liwet yang disediakan di sana dengan harga terjangkau.

Selain itu juga di sini disediakan spot untuk berselfie ria, walau memang tidak ada hal baru, hampir sama dengan spot di tempat wisata alam lainnya, berupa sarang burung dari bambu, sarang bentuk love, dan lukisan tiga dimensi bergambar sayap bidadari.

Tapi yang membuat saya jatuh hati dan terkesan berwisata di sana bukanlah dari spot selfie tersebut, tapi keasrian dan keaslian alamnya yang tak kalah indah dengan tempat wisata di Bali ataupun tempat wisata terkenal lainnya, dan juga dari perjalanan menuju ke tempat ini yang sedikit ekstrem, seakan menjalani peran di film petualangan para penjelajah.

Bagi saya ini adalah hal yang luar biasa, pengalaman yang lain dari biasanya saat saya berwisata. Kebanyakan tempat wisata yang lain memberikan kemudahan akses jalan, dan memang harusnya seperti itu, tapi bagi saya ini sangat menantang dan membuat saya jadi terkesan. Perjalanan dari jalan raya menuju Cijambe kurang lebih sekitar 500 km, dan dapat ditempuh setengahnya dengan menggunakan kendaran roda empat ataupun roda dua. Namun setengahnya perjalanan harus ditempuh dengan berjalan kaki, karena jalannya merupakan jalan setapak dan naik turun, seperti kata saya tadi. Sedikit ekstrem, kita harus hati-hati berjalan kalau tidak ingin tergelincir, namun di sinilah sensasinya.

Harga tiket masuk ke kawasan ini masih gratis, karena sebenarnya tempat wisata ini belum benar-benar dikelola secara profesional, dan baru dibuka, namun menurut saya potensi alamnya memiliki nilai yang sangat tinggi untuk dikembangkan untuk menjadi kawasan wisata yang lebih professional, tinggal menambahkan sedikit sentuhan ajaib para investor dan keseriusan pemerintah desa dan pemerintah setempat, saya yakin tempat ini bim salabim akan menjadi surga yang manis dan menjadi tujuan wisata nasional maupun internasional.

Pokoknya tempat ini recommended banget untuk para petualang yang suka keindahan alam yang masih asli. Apalagi di perjalanan kita akan melewati persawahan, di mana para petani yang ramah akan menegur kita, rasanya seperti masuk ke dunia berbeda. Soal rasa itu sulit dijelaskan dengan dengan kata-kata, hanya bisa dirasakan langsung oleh kita sendiri, maka dari itu jika ingin ikut merasakan sensasi berwisata ke Cijambe seperti saya, cobalah datang, dan rasakan sendiri.

Memancing di tengah pesawahan, lalu ikan yang kita dapat kita masak di situ bersama paket nasi liwet. Dan kita nikmati di dalam saung bersama rekan atau pun keluarga, sambil menatap cerahnya langit pedesaan yang tenang, serta sawah yang hijau berundak-undak dengan latar belakang pegunungan yang biru. Oh iya, kawasan ini terletak di Desa sukamerang, kecamatan kersamanah, kabupaten Garut, tepatnyadi kp. Cipeujeuh rt 03 rw 06. Oke sahabat sampai di sini dulu ya kisah wisataku yang sangat berkesan, bye.

 

Nama Penulis: Mira Nurmala Sari

Instagram: www.instagram.com/Miraherbal

Facebook: Mira putri parahyangan

Press Enter To Begin Your Search
×