Loading...

Sekitar akhir Maret awal April, Indonesia sudah mulai siaga dengan munculnya virus covid-19. Tempat wisata, sekolah, tempat kerja dan alat transfortasi sudah mulai diberhentikan. 2 bulan kemudian, jiwa ingin berlibur saya meronta-ronta, bahkan saat WFH (Work From Home) pekerjaan sangat sulit diselesaikan.

Pada pertengahan bulan Juli kasus covid-19 di Jawa Barat, sekitar Bandung mengalami penurunan akan tetapi PSBB dan protokol kesehatan selalu di terapkan. Dengan modal stress WFH, agar pekerjaan dapat dilakukan seperti biasa saya memberanikan diri mengajak salah satu sahabat saya untuk berlibur ke suatu daerah, yang tidak begitu ramai, karena kita memang ingin menenangkan pikiran, refresh dari WFH dan tetap saya pun takut dengan virus covid-19 itu. Maka jatuhlah pilihan kami di kota Tasikmalaya.

Tanpa berpikir panjang, kita berdua pergi ke kota Tasikmalaya, dengan menggunakan sepeda motor dari Bandung karena alat transfortasi belum beroperasi, dan merasa lebih aman dan cepat dengan alat transfortasi sendiri, yang ditempuh sekitar 3-4 jam.

Jalan sangat sepi, tak ada truk ataupun mobil-mobil besar yang biasanya melintas, mungkin hanya satu atau dua. Kita pun sangat menikmati perjalanan yang ditemani pepohonan, bukit dan gunung, angin sepoy-sepoy yang segar, begitu senangnya~

Kenapa kita pilih Tasikmalaya?

Dan kenapa saya sebut Tasikmalaya kota kecil yang asyik untuk berlibur? Yu~ saya perlihatkan betapa asyiknya berlibur di Tasikmalaya, 3 hari 2 malam. Let’s go …

1. Tempat menginap yang murah dan nyaman

Bagiku pribadi, saat kita bepergian jauh, terutama menggunakan alat transfortasi pribadi, tempat menginap adalah hal pertama yang paling penting. Setelah kita capek berkendara, pasti kita ingin istirahat dengan nyaman, sehingga saat nanti pulangpun tubuh kita tidak merasa lelah setelah liburan.

Di Tasikmalaya, saya menemukan penginapan yang murah dan sangat nyaman serta dekat dengan tempat wisata. Fasilitasnya juga tidak main-main, keamanan 24 jam, kamar dan kamar mandi yang super duper bersih, Tv kabel jadi saat malam hari kita bisa nonton film, wifi internet yang kenceng binggo, ada balkon kamar, dapur kece, spot photo yang instagramable, mushola, kolam ikan, dan kamarnya pun tidak banyak, sehingga kita benar-benar nyaman, tidak banyak kebisingan.

2. Destinasi wisata alam yang asri

Gunung Galunggung

Mendaki gunung, adalah hal yang ingin sekali saya lakukan, akan tetapi saat melihat track dan perlengkapan naik gunung, saya tidak sanggup. Tapi saat saya ke Tasikmalaya, ada gunung yang bisa didaki hanya dengan menggunakan tangga. Wah, ini saya bisa! Yap, Gunung Galunggung.

Saat akan naik ke atas, ada dua jenis anak tangga, warna biru dengan jarak anak tangga yang lebih besar dan jumlah lebih sedikit. Dan warna kuning dengan jarak anak tangga yang kecil dan jumlah yang lebih banyak. Saya pun lebih memilih jalur aman yaitu warna kuning dengan ketinggian 315 M atau setinggi 620 anak tangga.

Pagi-pagi sekali saya pergi, agar menghindari kerumunan dan ingin melihat matahari terbit, tapi apa daya, cuaca hari itu kabut lumayan tebal sehingga tidak bisa melihat, tapi sesekali kabut hilang sehingga benar, pemandangan di atas gunung benar-benar luar biasa.

Sungai Air Panas

Setelah lelah menaiki anak tangga, di sekitar gunung Galunggung pun ada sungai dan pemandian air panas. Di sini airnya benar-benar panas, dan pemandangan yang disuguhkan benar-benar asri, sehingga kita akan merasa rileks saat berendam di sini.

Taman Karang Resik

Destinasi selanjutnya adalah Taman Karang Resik yang sangat dekat dengan penginapan. Di sini benar-benar bersih dan asri, di dalamnya terdapat berbagai tanaman dan bunga yang indah, spot photo yang Instagramable, sungai, kolam, dan wahana lainnya yang wajib untuk dicoba.

Makanan enak dan murah

Makanan di Tasik itu benar-benar enak dan murah. Pas sekali di lidah. Bukan hanya di satu tempat makan, tapi saat di pasar, tempat wisata, ataupun di pinggir jalan, semua makanannya enak dan murah. Saya ambil beberapa contoh makanan yang saya dan sahabat saya makan, Kupat Tahu satu porsi sebanyak itu hanya Rp 7.500 dengan kerupuk bebas ambil, paket nasi Tutug Oncom ini pun sama harganya Rp10 ribu saja, dan masih banyak makanan yang saya makan. Harganya tidak jauh jauh dari Rp5 ribu sampai Rp5 ribu saja.

Kota kecil dengan warga yang ramah

Karena Tasik kota yang tidak terlalu besar, dalam sehari kami dapat mengelilinginya, bahkan selama 3 hari saya sudah hapal wilayahnya tanpa Google map. Kalaupun tersesat, warga di sini benar-benar ramah. Mereka akan memberitahu arah dengan rinci. Begitupun saat membeli makanan, para pedagang sangat ramah dan sopan, bahkan saat kami lewat jalan kaki, warga di sana selalu menyapa dengan logat khas tasik yang lembut dan mendayu. “Angkat neng?” “Muhun bu”.

Itulah alasan mengapa saya menyebut Tasikmalaya kota yang asyik untuk berlibur, dengan waktu yang singkat, kami dapat menyegarkan pikiran sehingga saat pulang dan kembali lagi untuk WFH atau pun bekerja, pekerjaan akan lebih maksimal. Dan jangan lupa karena sekarang masih masa pandemi COVID-19, tetap berhati-hati, patuhi dan jalankan protokol kesehatan.

Terimakasih, semoga tulisan ini bermanfaat dan menjadi inspirasi liburan kalian di kemudian hari.

 

Nama Penulis: Siti Nurhayati

Instagram: www.instagram.com/nuyichigo/

Twitter: www.twitter.com/nuyichigo

Facebook: Siti Nur Hayati

Press Enter To Begin Your Search
×