Loading...

Tebing Tinggi di Pantai Bwanna (Foto: Instagram kapsore)

Sumba. Satu hal yang terlintas dibenakku ketika mendengar atau mengucapkan kata Sumba adalah pesona alamnya yang indah. Sumba adalah salah satu pulau di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia yang dikenal dengan destinasi wisata alam yang telah mendunia. Hal ini dibuktikan dengan terpilihnya Pulau Sumba sebagai The Best Beautiful Island in The World (pulau terbaik di dunia) versi Majalah Focus, Jerman pada tahun 2018. Sebelum dinobatkan sebagai pulau terbaik di dunia, Pulau Sumba sudah diekspos dengan dijadikan tempat pengambilan beberapa film seperti Marliana Si Pembunuh dalam Empat Babak dan Pendekar Tongkat Emas.

Wisata di Pulau Sumba memang sangat cocok bagi mereka yang mencintai alam. Tidak hanya kekayaan alam yang menjadi daya tariknya, adat dan budaya yang kental dan masih dipercaya masyarakat setempat juga menjadi nilai tambah bagi wistawatan. Itu juga yang menjadi alasanku ingin menjadikan Pulau Sumba sebagai destinasi wisata yang ingin aku kunjungi.

Setelah membaca banyak artikel dan review dari traveller, aku bisa mengambil kesimpulan bahwa Pulau Sumba memang layak untuk dikunjungi setidaknya sekali dalam seumur hidup. Aku mulai menuliskan tempat-tempat yang ingin aku datangi jika nantinya aku pergi ke Pulau Sumba. Tentunya yang pertama adalah pantai, terlebih lagi pantai dengan pasir putih. Pulau Sumba menawarkan beberapa pantai yang wajib dikunjungi seperti  Pantai Bwanna. Meskipun harus melewati medan yang tidak mudah, tapi hal itu akan terbayarkan dengan indahnya pemandangan yang disuguhkan oleh Pantai Bwanna. Tebing tinggi dengan lubang dibagian tengahnya menjadi salah satu spot foto yang tidak bisa dilewatkan jika mengunjungi pantai ini.

 

Aku juga tidak ingin melewatkan satu pantai lagi di Pulau Sumba. Pantai yang tidak hanya menawarkan keindahan alamnya saja, tapi juga suasana kampung adat Ratenggaro yang sangat dikenal dengan kubur-kubur batu tuas yang bersejarah. Pantai Ratenggaro memberikan pemandangan yang magis dan sayang untuk dilewatkan ketika berada di Pulau Sumba.

Pantai Rantenggano (Foto: Instagram sitisarahel)

Tidak cukup pantai. Pulau Sumba masih memiliki banyak wisata alam menarik lainnya untuk dikunjungi seperti air terjun. Diantara sekian banyak air terjun yang ada di Pulau Sumba, Air Terjun Waimarang adalah yang paling ingin aku kunjungi. Air Terjun Waimarang adalah salah satu air terjun terindah di Pulau Sumba. Dinding batu yang mengelilingi kolam memberikan sensasi seakan-akan tengah berada di dalam goa. Lokasi yang tersembunyi, tidak adanya penanda di sepanjang jalan, dan pendakian untuk menaiki bukit yang curam adalah tantangan yang harus dilalui sebelum sampai di Air Terjun Waimarang. Tentunya hal ini tidak akan sia-sia karena semua akan terbayarkan dengan sensasi berendam di kolam zamrud tersembunyi Waimarang.

Air Terjun Waimarang (Foto: Alexrobyy)

Pulau Sumba juga dikenal dengan adat dan kebudayaan yang masih dipegang erat oleh masyarakat setempat. Apabila berkunjung ke Pulau Sumba, tentunya akan sangat disayangkan jika melewatkan kesempatan untuk mempelajari kebudayaan setempat. Beruntung dengan adanya fasilitas dari Kota Waikabuak yang merupakan kota terbesar di Pulau Sumba dimana ketika berkunjung kesini kita bisa menyewa pemandu lokal yang dapat menjelaskan kebudayaan di Kota Waikabuak. Kota Waikabuak terdiri dari desa-desa tradisional seperti Desa Tarung, Desa Waitabar, Desa Bodo Ede, dan desa-desa lainnya. Kita akan menemukan wanita lokal yang menganyam wadah tradisional sebagai tempat penyimpanan beras. Wadah ini terbuat dari serat melinjo dimana biji melinjo tersebut bisa dijadikan emping untuk dikonsumsi. Selain bisa menyaksikan wanita lokal yang menganyam tempat penyimpanan beras, kita juga bisa menyaksikan proses menenun kain di Desa Tarung. Uniknya adalah proses menenun kain ini bisa membutuhkan waktu hingga satu tahun untuk menyelesaikannya. Jika kita tertarik untuk mencoba, kita bisa meminta kepada pemandu wisata untuk belajar menenun di workshop yang diselenggarakan oleh masyarakat setempat. Berjarak 3 kilometer sebelah barat pusat Waitabula kita akan sampai di Rumah Budaya. Disini kita dapat mempelajari sejarah dan budaya asli masyarakat Sumba. Rumah Budaya juga menyimpan lebih dari 500 artefak dari seluruh pulau yang berasal dari abad 16, pajangan foto-foto kuno, tembikar, dan proyek yang menunjukkan bagaimana batu nisan diukir. Selain museum, Rumah Budaya juga menyediakan akomodasi paket wisata sehingga kita bisa merasakan pengalaman Sumba yang sesungguhnya.

Apa yang sudah aku tuliskan diatas hanyalah sebagian kecil dari pesona alam di Pulau Sumba yang ingin aku kunjungi. Lambat laun, ketika aku mencari lebih banyak tentang Sumba, tentunya akan semakin banyak tempat yang ingin aku kunjungi. Aku pun tersadar, bahwa mengunjungi Pulau Sumba tidak hanya untuk sarana refreshing, memanjakan diri, dan juga bersenang-senang. Melainkan kita akan dibawa ke sebuah inti bahwa betapa kayanya negara kita, betapa kita wajib untuk bersyukur karena dapat tinggal di negara yang penuh dengan keindahan alam tiada tara. Oleh karena itu, setelah mengetahui kekayaan alam di Pulau Sumba, terlebih lagi apabila diberi kesempatan untuk berkunjung dan menikmatinya, wajib bagi kita untuk turut menjaga dan melestarikan apa yang sudah Tuhan anugerahkan kepada kita. Semoga kita semua diberi kesempatan untuk datang berkunjung ke Pulau Sumba.

 

Penulis: Widya Amalia Rahma

Instagram: wiidyaamalia

Facebook: Widya Amalia Rahma

Cropped fav logo@2x
Press Enter To Begin Your Search
×