Loading...

Masyarakat Indonesia patut bersyukur dan bangga karena memiliki alam Indonesia yang indah, dimana disetiap daerah selalu memiliki kekayaan wisata alamnya sendiri. Untuk itulah aku nekat melanjutkan perjalanan panjang dari Batam- Kuala lumpur- Lombok , sesuai dengan schedule tiket yang aku beli beberapa bulan yang lalu, meski saat keberangkatan covid-19  mulai menyerang tiap daerah.

Setelah melalui perjalanan 2 hari satu malam, Batam- Johor Bahru- Kuala Lumpur – Lombok, akhirnya Aku sangat bersyukur bisa menjejakkan kaki disebuah pulau kecil yang mana penghuninya hanyalah beberapa orang bapak dan ibu paruh baya, itupun karena mereka membuka warung untuk para wisatawan yang datang ke Pulau Kenawa. Selebihnya Pulau Kenawa hanya berisikan hamparan ilalang, rumput hijau dan sebuah bukit yang menjadi icon dari Pulau kenawa itu sendiri.

Pulau Kenawa berada di Kabupaten Sumbawa Barat Nusa Tenggara Barat. Cukup mudah akses menuju Pulau karena transportasi umum telah tersedia  mulai dari DAMRI, travel ataupun taxi. Dan kali ini aku memulai perjalanan dari Bandara Internasional Praya Lombok.

CARA KE PULAU KENAWA DARI BANDARA PRAYA LOMBOK

Setelah aku keluar bandara akupun segera menuju konter DAMRI dan membeli tiket seharga Rp 25.000 menuju terminal DAMRI Mataram. Perjalanan dari bandara menuju mataram memakan waktu sekitar 1 jam. Kemudian setelah sampai di terminal Mataram, aku beralih ke DAMRI yang tujuannya Mataram – Sumbawa dengan harga Rp 70.000 dimana harga ini sudah termasuk tiket penyebrangan dari pelabuhan kayangan ke pelabuhan pototano Sumbawa. Perjalanan kali ini cukup lama sekitar 1.5-2 jam sehingga pastikan perut terisi ya agar tidak kelaparan atau kehausan.

Ternyata Pelabuhan kayangan ini beroperasi 24 jam sehingga aku tak perlu cemas untuk ketinggalan kapal. Meski perjalanan dari Kayangan menuju Pototano ditempuh selama 2 jam juga, aku tidak  merasakan kebosanan sebab kapal yang berlayar merupakan kapal besar yang memiliki tiga lantai, dimana lantai pertama untuk kendaraan, lantai dua dan tiga untuk penumpang dengan fasilitas sofa yang cukup nyaman. 

Perjalanan menggunakan DAMRI berakhir di pelabuhan Pototano, dan akupun melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan kapal kecil yang ada disebelah pelabuhan, cukup jalan kaki saja karena pemandangan disana begitu indah, membuat jarak 1.5 km itu menjadi tidak terasa jauh.

Sampai di pelabuhan kecil, akupun dihampiri oleh seorang bapak bapak yang menanyakan tujuanku, kusampaikan keinginanku saat itu ingin ke Pulau Kenawa, karena aku sendiri maka aku dikasi harga Rp 200.000/pp , dan jika aku ingin menunggu dan bergabung dengan penumpang lain , maka biayanya Rp 50.000/pp untuk 10 orang penumpang. Karena aku mengejar waktu agar bisa kembali ke Mataram hari itu juga, maka aku menyewa perahu saja.

Meski sendiri, si Bapak tetap mau mengantarku karena ternyata perjalanannya hanya memakan waktu 15 menit saja, dan aku sudah sampai di Pulau Kenawa yang indah. Si Bapak pun berkata bersedia menungguku dan membantu aku memotret selama di Pulau Kenawa, aaaah bahagia sekali diriku saat itu.

Perjalanan menuju pulau kenawa

PULAU KENAWA YANG INDAH

Pijakan pertama kakiku diatas pasir putih dan air laut yang jernih ini membuatku rasanya ingin bersujud karena tak percaya aku bisa sampai di Satu Pulau yang begitu indah di Sumbawa. Bertahun tahun aku hanya melihat Pulau Kenawa dari Media Sosial, namun hari ini aku berdiri disini. Berdiri di depan bukit yang kokoh.

Aku tak menyiayiakan waktu disini, aku berteriak , aku bernyanyi, aku berucap syukur, aku berlari lari kecil diatara rumput hijau yang membentang , dan pastinya tak henti berfoto foto saking senangnya. Apalagi saat itu hanya aku sendiri pengunjung  disana yang berasal dari luar kota. Selebihnya hanya ada beberapa orang yang memancing dan duduk dikantin.

Satu jam rasanya aku sudah cukup menikmati  keindahan Pulau Kenawa, dan akupun mengajak si Bapak untuk mengantarku kembali ke pelabuhan Pototano, karenak aku harus kembali ke Mataram untuk melanjutkan mengexplore wisata di Lombok.

Pulau Kenawa

Pantai Kenawa

Sesampainya di Terminal Bus DAMRI Mataram, aku berpindah ke DAMRI tujuan Senggigi menuju hotel  yang sudah aku pesan sebelumnya, perjalanan yang ditempuh sekitar satu jam, dan aku diantar hingga kedepan Hotel dengan biaya Rp 25.000. Karena hari sudah sore akupun memilih beristirahat saja dan mulai melanjutkan perjalanan esok hari.

Sinar pagi mulai menyapa dari balik jendela kamarku, aku bergegas mandi dan turun kebawah untuk sarapan, sekalian aku bertanya tentang penyewaan motor di Lombok kepada sang resepsionis. Alhamdulillah diantara beberapa tempat yang ditelpon, hanya satu yang mau menyewakan motornya untuk lokal, namun ada juga yang tidak mau dengan alasan orang lokal sering membawa kabur motor sewaan, wadidaw…parah banget ini mah, mencoreng nama baik para Backpacker jujur seperti aku..hehehe

Aku mendapatkan motor matic jenis vario dengan harga sewa perhari Rp 80.000, dan passport aku ditahan mereka sebagai jaminan, it’s okelah tidak masalah, yang penting aku bisa jalan jalan mengexplore Lombok.

Cuaca semakin cerah, aku bergegas mengaktifkan google maps sebagai teman perjalananku mencari tempat wisata yang ingin aku datangi. Jalan raya senggigi itu lengang ya kawan kawan, sehingga sangat aman berkendara dengan santai, apalagi view selama diperjalanan bikin takjub.  Namun ketika daerah yang kamu lewati sepertinya meragukan, jangan lupa bertanyalah pada penduduk disekitar, seperti aku yang sempat nyasar juga walau sudah sesuai arahan dari mbah google maps.

View perjalanan dari daerah senggigi

BUKIT MERESE LOMBOK

Mungkin sekitar 3 atau 4 jam aku mengelilingi Lombok, akhirnya aku sampai di Bukit Merese. Bukit Merese atau yang lebih dikenal dengan  bukit gundul oleh penduduk disana , Terletak di wilayah Lombok Selatan dekat dengan pantai Tanjung Aan dan  kuta Lombok.

Mendengar kata bukit, pasti yang terbayang di fikiran kita adalah sebuah gundukan tanah yang tinggi. Namun ternyata tidak demikian adanya, bukit Merese tidak terjal sehingga mudah untuk mendakinya. Hanya butuh waktu sekitar 10 menit saja aku udah bisa sampai di puncaknya.

Sesampainya  di atas bukit, siap siap mata kita  dimanjakan oleh pemandangan laut yang luar biasa indahnya. Bukit bukit berbaris, pulau pulau yang indah, ombak tinggi menyapa, pasir putih yang mengundang untuk dijejaki, pokoknya ajib dah, dan bikin malas pulang.

Hari mulai sore kenyataannya aku harus turun dari atas bukit yang indah ini, namun saat mau menuju parkiran motor, banyak sekali pedagang yang menghampiriku untuk menawarkan dagangannya, mereka cukup agresif cukup membuat aku merasa agak risih, namun aku coba menolak dengan ramah tawaran mereka sebab tak semua harus aku beli.  Setelah membayar biaya parkir motor 5000 rupiah akupun bergegas keluar dari area menuju spot wisata selanjutnya.

Pemandandan dari bukit merese

Pantai Kuta Lombok Mandalika

Setelah dari bukit Merese, aku menuju Pantai Kuta Mandalika yang berada di Desa Kuta Kabupaten Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat , karena jalannya searah.  Pantai Kuta sangat luas, berpasir putih, dan banyak para pedagang kain songket, tshirt, aksesoris yang lalu lalang  menawarkan dagangannya, mulai dari anak anak kecil hingga orang tua.

Awalnya aku ingin berada disini lebih lama, namun sayang aku merasa kurang nyaman, sebab aku merasa terganggu oleh pedagang2 tersebut yang terlalu memaksa untuk dibeli dagangannya. Jika kubeli kepada satu orang, yang lainnya datang pula menyerbu sehingga aku kehilangan waktu bersantai menikmati keindahan laut disini. Padahal biru lautnya benar benar memanjakan mata.  Akhirnya lagi lagi aku harus keluar dari sini walau hati belum puas menikmati keindahan Pantai Kuta, saat mau mengeluarkan motor aku ditagih biaya parkir 5000 rupiah dari penjaga wisata disana.

Kawasan kuta pantai kuta mandalika

Aahh Lombok memang indah, namun menurutku pedagang disana harus dikasi wadah / lapak untuk berjualan sehingga tidak menganggu kenyamanan para wisatawan saat ingin bersantai menikmati lokasi wisata.

MAKAN DURIAN LEGIT DI LOMBOK

Hari mulai menjelang malam, aku bergegas kembali kehotel karena perjalanan ini benar benar melelahkan. Dengan bantuan google maps ternyata perjalanan pulang kali ini jauh lebih lancar karena aku melewati jalan utama.

Dalam perjalanan menuju hotel, aku melihat pasar yang menjual durian, akupun berhenti dan menikmati durian disana, hmmmm yummi banget isinya, manis dan pulen, Setelah tawar menawar akhirnya aku dikasi harga 100ribu untuk 3 buah durian ukuran sedang, alhasil kenyang banget eii.

Perjalanan  2 hari mengexplore Lombok dan sumbawa berakhir dengan lancar meski ditengah pandemic yang mulai meluas, namun aku tetap memakai masker, membawa handsanitizer serta selalu mencuci tangan ketika menemukan tempat yang menyediakan sabun dan air, dan pastinya aku berusaha menjaga jarak kepada siapapun.

Keesokan harinya aku segera ke Bali untuk pulang ke Batam via Bali- Singapura, namun apa daya, Singapura lockdown akhirnya aku memilih menghanguskan tiket pesawat tersebut kemudian membeli tiket pesawat baru Bali-Batam yang harganya lumayan menguras isi dompet, yang penting bisa pulang ke Batam dan melanjutkan karantina mandiri selama beberapa hari dirumah.

Terimakasih Tuhan, Travelling kali ini benar benar berkesan karena ini pertama kali aku ke Lombok dan Sumbawa sampai aku bisa pulang ke Batam dalam keadaan tetap sehat.

 

Nama Penulis: May Sarah

Instagram: sarahjalan_

Twitter: sarahjalan_

Facebook: maysa3

Press Enter To Begin Your Search
×