Loading...

Foto: Shutterstock

Berdasarkan Laporan Indeks Kota Toleran tahun 2020 Manado dinobatkan sebagai salah satu dari 10 kota paling toleran di Indonesia. Sejak dulu Kota Manado sudah dikenal sebagai sebuah kota yang penuh keragaman. Manado memang dihuni oleh mayoritas penganut agama kristen protestan namun di sini penganut agama lain juga tetap hidup rukun. 

Sebagai kota yang damai meskipun masyarakatnya beragam, Kota Manado menjadi referensi terbaik untuk berwisata sekaligus belajar soal toleransi. 

Wisata Sekaligus Belajar Toleransi di Manado dan Sekitarnya

Di Kota Manado dan sekitarnya terdapat beberapa tempat untuk wisata religi sekaligus belajar soal kerukunan dan toleransi. Tempat-tempat ini menjadi simbol berapa damainya kehidupan masyarakat Sulawesi Utara. 

Bukit Kasih Kanonang

Bukit Kasih Kanonang merupakan bukit belerang yang menjadi simbol kerukunan umat beragama di Sulawesi Utara. Lokasinya memang bukang di Kota Manado, namun di Desa Kanonang, Kawangkoan Barat, Minahasa. Pada tahun 2002 Bukit Kasih dijadikan tempat spiritual untuk bermeditasi dan berkumpul sambil berdoa sesua kepercayaan masing-masing. Sejak saat itu lah tempat ini dijadikan simbol kerukunan. 

Kawasan Bukit Kanonang masih sangat asri dan udaranya cukup dingin. Di atas bukit ini terdapat beberapa tempat ibadah seperti gereja katolik, gereja protestan, kuil, hingga masjid. 

Selain simbol kerukunan, Bukit Kasih Kanonang juga diyakini sebagai tempat asal-usul nenek moyang masyarakat Minahasa, Mumimut, dan Toar. Hal ini dibuktikan dengan adanya pahatan wajah berukuran besar di dinding-dinding bukit. 

Monumen Yesus Memberkati

kota manado

Foto: Shutterstock

Monumen Yesus Memberkati merupakan objek wisata yang menjadi ikon Kota Manado. Patung ini digadang-gadang mirip dengan Patung Cristo Redentor, Patung Yesus yang terdapat di Brasil.  Berlokasi di Ring Road Trans Sulawesi, Manado, Monumen Yesus Memberkati memiliki kemiringan 35 derajat sehingga terlihat seperti melayang. 
Meskipun berwujud Yesus, nampun patung ini tidak dikhususkan untuk masyarakat tertentu saja namun menjadi simbol kerukunan semua umat yang ada di Manado. 

Tujuh Kaki Dian 

Tujuh Kaki Dian merupakan objek wisata religi di sekitar Kota Manado tepatnya di kaki Gunung Klabat. Menara Kaki Dian memiliki tinggi sekitar 19 meter, bercabang 7 dan terdapat lampu di setiap ujungnya. Lokasinya sendiri berada di 620 mdpl. Untuk sampai ke sini kamu membutuhkan waktu sekitar 20 menit perjalanan dari pusat Kota Manado. 

Bukit Doa Mahawu

kota manado

Foto: Shutterstock

Bukit Doa Mahawu berada di Tomohon, Sulawesi Utara. Bukit ini memiliki luas mencapai 132 hektar. Lokasinya tepat berada di kaki Gunung Mahawu sehingga udaranya sangat sejuk dan alamnya masih terjaga asri. 

Menjelang dan setelah Paskah biasanya Bukit Doa Mahawu ramai dikunjungi wisatawan. Meskipun tempat ini didominasi dengan ornamen Kristiani yang sangat menonjol, namun pemeluk agama lain diperbolehkan, lho untuk mendatangi tempat ini. 

Vihara Buddhayana dan Pagoda Ekayana

Vihara Buddhayana dan Pagoda Ekayana berada di Tomohon, Sulawesi Utara. Meskipun fungsi utamanya sebagai tempat ibadah umat Budha, namun tempat ini juga dibuka untuk masyarakat umum, lho. 

Bukan tanpa alasan, tempat ini sangat indah sehingga banyak orang penasaran dan ingin berkunjung ke sini. Saat menginjakkan kaki di gerbang utama kita langsung disambut jajaran patung Lohan dan Arthas yang menceritakan 18 jalan Buddha. Pemandangan di sekitar vihara juga sangat indah ditambah ada Pagoda Ekayana, sebuah bangunan pagoda yang jarang ditemukan di Indonesia. 

Wisata religi ke Kota Manado dan sekitarnya bisa jadi daftar tujuan wisata setelah pandemi usai. Rencanakan perjalanan bersama RedDoorz. Ada banyak akomodasi di Kota Manado serta kota-kota lain di Sulawesi Utara. Download aplikasi RedDoorz dan rencanakan perjalanan terbaikmu!

Press Enter To Begin Your Search
×