Loading...

gunung bromo

Foto: Unsplash

Sejak Indonesia dilanda Pandemi Covid-19 pada Maret 2020, industri pariwisata harus berhenti sejenak. Semua orang harus menyiapkan diri untuk beradaptasi dengan kondisi yang mengkhawatirkan ini. Perlahan tapi pasti kita akhirnya bisa menemukan formula untuk tetap aman jika terpaksa harus beraktivitas di luar rumah, kita menyebut formula itu Protokol Kesehatan. Agar tetap bisa beroperasi, seluruh tempat wisata harus mematuhi protokol kesehatan. Gunung Bromo jadi salah satu tempat yang punya aturan ketat soal hal ini. 

Sempat ditutup karena Pandemi Covid-19, akhirnya pada 28 Agustus 2020 Taman Nasional Bromo Tengger Semeru kembali dibuka. Namun, meskipun dibuka kembali, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan pengunjung saat datang ke kawasan Gunung Bromo. Setidaknya ada sembilan aspek yang harus dipenuhi semua pengunjung, berikut informasinya

Protokol Kesehatan yang Harus Dipatuhi saat ke Gunung Bromo

gunung bromo

Foto: Unsplash

Area wisata Gunung Bromo kembali dibuka berdasarkan hasil kesepakatan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Pasuruan, dan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Meskipun dibuka kembali, ada sembilan protokol kesehatan yang mesti dipatuhi saat berwisata ke Gunung Bromo saat New Normal. 

Pembelian tiket masuk ke Gunung Bromo hanya bisa dibeli secara online melalui situs bookingbromo.bromotenggersemeru.org. Pengelola Gunung Bromo tidak menerima pembelian tiket secara langsung untuk mengurangi kontak fisik dan kerumunan di area wisata. 

  1. Seluruh pengunjung yang ingin memasuki area Gunung Bromo harus dalam kondisi yang sehat. Untuk memastikan hal tersebut, pengunjung harus membawa surat keterangan sehat dan bebas Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).
  2. Sebelum memasuki kawasan wisata Gunung Bromo, setiap pengunjung akan dicek suhu tubuhnya. Jika suhu tubuh diatas 37,30 maka akan dilakukan pemeriksaan suhu tubuh yang kedua dengan jeda waktu 5 menit. Apabila tetap menunjukkan suhu tubuh yang tinggi maka pengunjung tersebut dilarang masuk ke area wisata Gunung Bromo. 
  3. Agar selalu menjaga kebersihan tangan maka seluruh pengunjung diwajibkan membawa hand sanitizer atau sabun cair. 
  4. Selama berada di lokasi wisata Gunung Bromo, semua pengunjung diharapkan tidak berkerumun. Harus selalu menjaga jarak dengan orang lain dan mematuhi tata tertib yang ada. 
  5. Karena lansia dan anak-anak termasuk kelompok yang rentan terhadap penularan virus Covid-19 maka ada batasan umur yang berlaku untuk para pengunjung. Usia yang diperbolehkan untuk berwisata ke Gunung Bromo minimal 14 tahun dan maksimal 60 tahun. 
  6. Untuk menghindari penularan virus dari droplet maka seluruh pengunjung harus menggunakan masker dan sarung tangan selama berada di kawasan Gunung  Bromo. 
  7. Agar lebih aman dan nyaman selama beraktivitas di area wisata, pengunjung harus membawa alat makan, minum, dan perlengkapan ibadah. Perlengkapan tersebut tidak boleh digunakan bergantian agar tidak terjadi penularan.
  8. Saat batuk ataupun bersin, pengunjung harus memperhatikan etika bersin dengan menutup hidung dan mulutmu menggunakan tisu atau lengan bagian dalam. Pengunjung juga dilarang keras meludah sembarangan!
  9. Untuk menghindari keramaian dan membludaknya jumlah wisatawan, pengelola wisata Gunung Bromo melakukan pembatasan pengunjung menggunakan kuota. Ada kuota yang berlaku di setiap spot wisata di area Gunung Bromo seperti di Bukit Cinta hanya boleh dikunjungi 28 orang/hari, Pananjakan 178 orang/hari, Bukit Kedaluh/86 orang/hari, Savana Teletubbies 347 orang/hari, dan Mentigen 100 orang/hari. 

Selama New Normal, kamu juga dilarang mendekati kawah Gunung Bromo. Radius aman dari kawah berjarak 1 km. Agar kunjunganmu ke Gunung Bromo aman, kamu wajib mematuhi sembilan protokol kesehatan di atas serta semua peraturan yang ada di sana ya, RedTraveler! Biar liburan di Era New Normal kamu bebas dari rasa khawatir, jangan lupa pilih tempat menginap di RedDoorz aja. Banyak hotel RedDoorz yang terjamin kebersihannya karena sudah memiliki sertifikasi HygienePass. Yuk, cek aplikasi RedDoorz dan pilih hotel yang kamu suka. 

Press Enter To Begin Your Search
×