Loading...

Sumber: www.unsplash.com

“Pohonnya besar-besar, mengingatkan akan masa kecil Ibu. Dulu Ibu sering melewati hutan dengan pohon-pohon sebesar ini untuk membantu kakek kamu di ladang, juga Ibu sering bermain dengan sahabat Ibu ke dalam hutan, melewati pohon-pohon seperti ini untuk mencari akar manis,” ujar Ibu dengan senyum sumringahnya.

Senyuman dari wajah Ibuku itulah yang menjadi salah satu kenangan termanis saat aku berlibur di akhir tahun lalu, lebih tepatnya mengajak berlibur Ibuku ke luar Pulau Sumatera, dan salah satu tempat liburan kami adalah Bogor. Sejak aku bekerja menjadi Pegawai Negeri Sipil di Indramayu, aku harus jauh dari Ibu yang tinggal di suatu desa di pedalaman Riau.

Aku menjemput Ibu di bandara Jakarta, kerinduan akan kedekatan dengan Ibu akhirnya terkabul. Kami berpelukan sejenak, kurasakan dekapan Ibu seperti memastikan apakah anak lelakinya, satu dari empat anaknya, baik-baik saja merantau di luar kampung halaman. Malamnya kami menginap di salah satu hotel di Jakarta, untuk mengobrol dan melepas kerinduan.

Ah, dasarnya aku, sama seperti masa kecilku, tetap saja yang membangunkan sholat subuh keesokan paginya tetaplah Ibuku. “Nak, sudah azan subuh,” ucap ibuku sambil sesekali mengoncang-goncang tubuhku secara pelan.

Paginya, kami sudah bersiap untuk menikmati liburan kali ini, sambil tentunya melanjutkan cerita Ibu-anak yang belum selesai tadi malam. Tujuan liburan kami adalah ke kawasan puncak Bogor, aku lebih memilih menggunakan Kereta Rel Listrik (KRL). Senangnya Ibu bukan main, karena ini pertama kalinya Ibu naik kereta, yang tentunya tidak ada di kampung kami. Sesekali Ibu memperhatikan orang-orang di dalam kereta, dan berkomentar tentangnya.

Dari Stasiun Bogor, kami melanjutkan perjalanan dengan transportasi daring menuju hotel tempat menginap di daerah Megamendung Bogor. Sampai di hotel, aku tidak tahan untuk merasakan kolam renangnya. Siang yang cerah namun sejuk menemani duduk santai kami di tepi kolam renang.  Acap kali aku menyebur ke kolam renang, dan sesekali Ibu mengambil fotoku. Momen seperti ini mengingatkan aku saat kecil, mandi di kali bersama Ibu. Tentunya bukan dengan Ibu yang lagi memegang hp dan memotret anaknya. Dulu ibu mencuci pakaian di batu-batu di tepaian kali dan aku mandi tak jauh dari tempat Ibu mencuci. Ah, memori masa kecilku terkenang kembali.

Sumber: www.tripadvisor.com

Keesokan paginya, aku membawa Ibu berlibur untuk menikmati Kota Bogor, salah satunya ke Kebun Raya Bogor. Ternyata Ibu sangat senang dan bersemangat, Ibu mengajakku berjalan lebih dalam menelusuri pohon-pohon koleksi Kebun Raya Bogor. Aku takjub melihat Ibu, masih kuat kaki-kakinya menelusuri setapak demi setapak. Sesekali Ibu menyebut nama pohon tanpa membaca papan keterangan. Setiap dia menyebut nama pohon, memori akan masa lalu kembali membayangi dirinya. Tak ayal, kisah-kisah masa lalunya di hutan pedalaman Rokan Riau terucap di bibirnya.

Seperti saat kami mendekat pohon kapuk randu, Ibu mengatakan, dulu di alam hutan dekat kampungnya banyak pohon kapuk yang besar-besar seperti ini. Orang-orang kampung bebas mengambil hasil dari pohon kapuk tersebut, termasuk Ibu. Katanya, Ibu sering membawa serat kapuknya ke rumah dan dijadikan pengisi kasur dan bantal. Bila ada yang sakit di kampungnya, maka orang-orang akan mengambil kulit pohon kapuk tersebut untuk dijadikan obat, konon dapat menyembuhkan penyakit disentri yang dulu sering melanda kampungnya.

Bahkan Ibu juga menceritakan kisah-kisah mistis tentang pohon kapuk, di mana katanya makhluk-makhluk astral di kampungnya dulu senang berdiam di pohon kapuk.

Sumber: www.lovelybogor.com

Sesekali bercerita, Ibu tetap tak lupa untuk berfoto, menyuruhku untuk mengambil foto dirinya di bawah pohon-pohon tersebut. Wah, senyum Ibu sangat gembira saat dipotret. Tak kusangka, liburan seperti ini sangat menyenangkan hati Ibu, mengingatkan kembali dirinya akan kisah-kisah masa kecilnya di kampung, di mana hutan masih banyak memiliki pohon-pohon besar. Sekarang sebagian besar hutan dekat kampung kami sudah beralih ke lahan sawit milik pemerintah maupun swasta. Sehingga melihat Pohon Kapuk, Pohon Tua Raja, Pohon Leci dan pohon-pohon besar keloksi kebun raya bogor lainnya membuat ibu sangat bahagia.

Dan kata Ibu, liburan ke Kebun Raya Bogor ini menjadi liburan paling bahagia. Juga paling berkesan buatku, karena mampu membahagiakan Ibu yang ternyata sangat senang dengan pohon-pohon yang mewarnai masa kecilnya di kampung. I Love You Mom…

 

Nama Penulis: Syafrizal Daulay

Press Enter To Begin Your Search
×