Loading...

(photo source: dokumentasi pribadi)

Pengalamanku ke Pulau tak berpenghuni adalah liburan paling berkesan. Tepatnya di Pulau Gili Meriam, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Pulau tak berpenghuni namun indah ini merupakan pulau mini yang ukurannya hanya sekitar 3,62 hektar dan jarang terdapat pepohonan. Untuk sampai di Pulau Gili Meriam harus menyebrang dengan menggunakan perahu yang sudah disediakan di Desa Maronge, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Pada tanggal 30 November 2019 perjalananku dan teman-teman dimulai dari Kota Sumbawa menuju Desa Maronge dengan menggunakan sepeda motor dan sebagian menumpang pada mobil orang yang lewat. Perjalanan menuju Desa Maronge menempuh jarak kurang lebih 2 jam. Setelah sampai di Desa Maronge kami memesan perahu untuk menyebrang ke Pulau Gili Meriam yang ditempuh dengan jarak kurang lebih 45 menit.

Tidak banyak informasi mengenai Pulau Gili Meriam yang akan saya dan teman-teman kunjungi sebelumnya, menurut warga setempat Pulau tersebut memang bagus dan indah namun jarang dikunjungi oleh wisatawan karena minimnya pepohonan apalagi ketika kami mengujungi disaat musim panas. Walaupun begitu, tidak ada yang perlu disesali karena Pulau tersebut memiliki pesona dan keindahan nya tersendiri yang membuat mata dan pikiran menjadi sejuk dan tenang.

Keindahan Pulau memanglah menarik bila dilihat dari kejauhan dan ingin segera mengunjunginya, hal ini yang saya rasakan ketika berada di atas perahu melihat Pulau Gili Meriam. Pulau Gili Meriam ini sangatlah unik bila di bandingkan dengan Pulau-pulau Gili yang lainnya. Yang mana jika kita bandingkan Pulau Gili Meriam dengan Pulau Gili lainnya akan berbeda sangat jauh dari segi ukurannya, Pulau Gili Meriam terlihat sangat mini.

Sesampainya di Pulau Gili Meriam dan untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di Pulau tersebut, Pulau Gili Meriam memiliki pantai berpasir putih dan lembut bila diinjak, perairan dangkal, laut berwarna hijau tosca jernih. Dan Pulau ini sangat cocok jika dijadikan tempat berenang hingga snorkeling. Kegiatan kami tidak hanya sampai melihat-lihat saja, kami segera mendirikan tenda di dekat pantai dan menyiapkan makan malam.

(photo source: dokumentasi pribadi)

Pemandangan Pulau Gili Meriam pada saat malam hari sangatlah gelap gulita. Tetapi kesejukan udara sekitar ditambah suara deburan ombak di Pantai sangat menyejukan. Menghabiskan waktu malam dengan bermain kartu, bernyanyi bersama dan bercanda gurau bersama menambah kesan liburan menjadi lebih seru hingga tak terasa matahari hampir terbit.

Menjelang pagi tiba, sebagian dari kami menyempatkan diri menaiki bukit yang terdapat di Pulau tersebut untuk menyaksikan secara langsung matahari terbit. Setelah melihat matahari terbit, kami pergi berenang hingga snorkeling di pantai. Dan luar biasa, betapa indahnya pemandangan di dasar laut disana saya dapat melihat berbagai jenis ikan, kepiting, ubur-ubur dan berbagai jenis makhluk hidup lainnya, menambah kesan liburan saya menjadi lebih bermakna. Tak terasa kami berenang dan snorkeling hampir 2 jam lamanya. Setelah itu kami beres-beres untuk kembali karena kami sudah dijemput oleh bapak pemilik perahu yang kami naiki kemarin.

(photo source: dokumentasi pribadi)

Pesan saya untuk para wisatawan yang ingin berkunjung ke Pulau Gili Meriam jangan lupa untuk membawa bekal atau persiapan makan untuk disana terutama air minum karena disana tidak ada warung disekitar pulau. Dan yang sudah banyak kita ketahui bahwa Negara Indonesia adalah Negara kepulauan yang memiliki banyak pariwisata, untuk itu saya menyarankan jelajahilah Negeri Tanah Airmu terlebih dahulu sebelum menjelajah ke Negeri orang.

 

Penulis: Fadhila Dwi Septiyani

Instagram: @fadhilaseptiyani

Twitter: @fadhilaseptiyan

Facebook: Fadhila Septiyani

Press Enter To Begin Your Search
×