Loading...

Jika diminta mengingat tentang pengalaman travelling paling berkesan, yang terlintas dalam benak saya adalah tentang kebaikan serta kekonyolan orang-orang selama travelling. Apakah itu kebaikan atau kekonyolan teman saya atau orang yang baru dikenal.

Saya termasuk orang yang cepat tergugah dengan kebaikan orang. Terlebih ketika dalam perjalanan. Soalnya ketika travelling, kita menjadi benar-benar asing di tempat orang. Tidak ada kawan yang bisa dimintai pertolongan. Begitu ada orang yang mengulurkan bantuan, padahal belum kenal sebelumnya, saya langsung terharu.

Seperti halnya saat kami dijamu dengan sangat hangat, oleh seorang bapak, pemilik penginapan di kaki Gunung Rinjani, Lombok. Dengan begitu akrab, beliau mengajak kami sarapan bersama, sambil menyeruput teh panas di tengah udara yang menusuk tulang, beliau berkisah tentang perjalanan hidupnya.

“Saya memulai travelling sejak duduk di bangku kuliah hingga umur menginjak 40. Selama rentang itu, saya asyik travelling. Melanglang buana ke berbagai tempat di dunia. Setelah itu saya baru kepikiran berkeluarga, makanya anak saya masih kecil di umur saya saat ini.” Ujarnya sambil menunjuk ke salah seorang anak yang bermain di halaman.

“Puas travelling, saya pulang kampung, ke sini, Kaki Rinjani. Dengan bekal pengalaman perjalanan ke berbagai tempat, saya memutuskan merintis usaha penginapan.” Si Bapak kembali menyeruput teh yang tidak lagi mengepulkan asap.

Kami mendengarkan dengan khusyu, sesekali bertanya dengan mulut mengepulkan asap.

Ada sirat ketulusan dari sinar matanya, manakala beliau berkisah tentang perjalanan hidupnya. Dari sorot matanya, tergambar berbagai macam pelajaran tentang arti kehidupan.

Saya paling suka bagian-bagian seperti ini ketika melakukan perjalanan. Terlibat pembicaraan intim dengan masyarakat lokal. Menyerap banyak ilmu dari orang baru yang kita temui dalam perjalanan.

Di kesempatan yang lain, saya terharu dengan kebaikan seorang teman dari Malaysia yang kami sapa Kery.

Kery adalah teman dari teman saya. Ia datang ke Aceh untuk travelling. Dan saat itulah kali pertama Kary dan teman saya bertemu. Sebelumnya mereka hanya kenalan via sebuah aplikasi pertemanan.

Ketika di Aceh, Kary di ajak keliling ke berbagai tempat wisata oleh teman saya ini. Bahkan diinapkan di rumahnya. Waktu itu saya belum kenal Kary. alasan kawan saya menemani Kary layaknya teman dekat cukup sederhana, karena ia menganut prinsip peu mulia jamee adat geutanyoe (memuliakan tamu adalah adat kita - orang Aceh) dan mengikuti anjuran memuliakan tamu dalam Islam.

Tidak lama setelah ia ke Aceh, saya dengan teman ke Kuala Lumpur untuk travelling. Nah, di sinilah saya kenal Kary pertama sekali. Sejak hari pertama hingga hari ketiga kami di Kuala Lumpur, Kary selalu berusaha menemani kami ke berbagai tempat di sana.

Ia menjelaskan banyak hal yang tidak kami ketahui, misalnya tentang sejarah sebuah masjid, alasan kenapa gedung X dibangun demikian dan berbagai informasi unik lainnya. Ia juga yang mengenalkan kami dengan banyak tempat makan enak di sana.

Semuanya dilakukan dengan tulus tanpa pamrih. Walau ia adalah teman dari teman saya, tapi ia tidak membeda-bedakan kami ketika di sana. Padahal, saya baru kenal dengannya ketika tiba di Kuala Lumpur.

Hubungan-hubungan emosional seperti di atas, begitu berkesan bagi saya. Seperti yang saya ungkapkan di atas, saya cepat terharu dengan kebaikan orang yang baru dikenal. Terlebih dalam perjalanan.

Sumber: www.booking.com

Orang-orang baik ini akan terus terkenang dalam ingatan saya. Ketika suatu saat saya kembali mampir ke tempat yang sama, sebisa mungkin saya akan kembali menemui orang-orang ini. Untuk kembali mengucapkan terimakasih karena sudah menjadi orang baik.

Semoga semakin banyak orang baik di muka bumi ini, sehingga perjalanan terasa semakin indah ketika bertemu dengan orang-orang seperti ini.

 

Nama Penulis: Rahmat Aulia

Instagram: www.instagram.com/rahmattaulia/

Twitter: www.twitter.com/peopleinside4

Facebook: https://www.facebook.com/rahmat.aulia.9

Cropped fav logo@2x
Press Enter To Begin Your Search
×