Loading...

Foto: unsplash.com

Kalau bicara tentang Perancis, pasti semua orang kompak menyebut Paris! Kota paling romantis – karena ada Menara Eiffel, tentu saja – tersebut selalu menjadi tujuan utama wisatawan seluruh dunia ketika datang ke Perancis. Seolah sedang tersihir oleh cinta, yang menarik hanya Paris. Tak ada lagi.

Aku sebagai mahasiswi Sastra Perancis di salab satu Universitas Negeri di Indonesia, malah terpkkir untuk datang ke kota lain, destinasi selain Paris. Suatu hari aku memutuskan untuk mengikuti sebuah program pertukaran budaya yang memberikan kesempatan untuk bisa menjelajahi beberapa bagian Perancis, GRATIS!

Untuk memilih daerah dan center yang akan kukunjungi, aku membuka peta Perancis lalu menutup mata dan menunjuk secara acak.

Perancis Barat, tunggu aku. Kataku setelah membuka mata.

Sesampai Di Paris

Aku seterkejut itu ketika baru saja keluar dari stasiun metro dan melihat kepala Menara Eiffel. Ya Tuhan, akhirnya aku paham kenapa banyak orang terpikat pada kota ini. Eiffel se-elegan itu! Beberapa kali mengambil foto Eiffel, lalu aku diberitahu seseorang disana kalau tak boleh mengambil foto terlalu banyak. Aku takut, haha. Dan langsung berhenti lalu berlari menuju kedai hotdog di bawah Eiffel sambil bertanya-tanya sendiri kenapa tadi tak boleh dilakukan.

Tambak Garam Yang Dingin

Sempat ragu untuk meninggalkan Paris, akhirnya aku sampai di La Baule-Escoublac. Sebuah kota kecil di pesisir barat Perancis. Tak bohong, aku melihat kota ini hanya sebuah kota kecil sepi yang ternyata menyimpan banyak “harta karun” dan merupakan salah satu kota di Perancis yang menjadi destinasi utama di musim panas karena kota ini benar-benar dikelilingi lebih dari satu pantai. Bahkan ada hutan kota dan tambak garam!

Host family-ku mengajakku untuk mengunjungi tambah garam mereka yang terkenal bernama Marais Salant de Guérande. Aku sudah membayangkan akan sepanas apa di tambak garam, tapi semuanya buyar Karena disana anginnya sangat besar bahkan aku sampai kedinginan!

Marais Salant de Guérande

Dokumen pribadi @aviannaricitra

Aku baru tahu kalau tambak garam bisa seindah ini. Hal menarik dari Marais Salant de Guérande adalah perpetak tambaknya dikelola dan dimiliki oleh keluarga tertentu, tetapi kawasan ini dilindungi oleh Pemerintah Perancis langsung untuk menghindari adanya eksploitasi alam sejak 1992.

Satu lagi, ada tumbuhan bernama Salicorne yang tumbuh di sekitaran tambak garam. Warnanya hijau bentuknya seperti rumput laut. Nah, salicorne ini memang “rumput laut” darat. Aku coba rasanya ternyata asin! Masyarakat disini biasa mengkonsumsi salicorne langsung atau dijadikan salad.

Pulau Pasang Di Normandie

Aku bertanya pada penanggung jawab acara yang aku ikuti tentang apakah ada warisan budaya dan sejarah di barat Perancis ini. Lalu dua hari kemudian semua peserta dibawa untuk melakukan perjalanan ke perbatasan Bretagne dan Normandie. Tanpa diberitahu akan menuju ke mana, kami hanya diperintahkan untuk membawa sandal jepit dan memakai celana pendek.

Lalu kami diturunkan di parkiran sebuah pesisir pantai untuk terus berjalan di atas pasir basah.  Aku kira perjalanan ini akan membosankan, baru 15 menit berjalan kaki aku mendengar teriakan temanku yang berada di paling depan rombongan. Ternyata ia tersedot pasir hisap! Kami semua terkejut lalu mencoba bergerak terus untuk menghindari tersedot juga. Tujuan mulai terlihat ternyata kami menuju Mont-Saint-Michel. Luar biasa sekali! Kukira seumur hidup tak akan pernah bisa mengunjungi tempat ini. Ada perasaan haru dan bangga bisa datang ke ke tempat yang sebelumnya hanya diceritakan oleh dosen kebudayaan Perancis ku.

Mont-Saint-Michel

Dokumen pribadi @aviannaricitra

Sesampai di daratan, kami mencuci kaki lalu berjalan masuk menuju lingkungan Mont-Saint-Michel ini. Kami dibawa ke sebuah tempat terkenal di sini ini untuk makan crêpe, yaitu di Crêperie La Cloche. Kami ditawarkan 2 varian rasa, yaitu manis dan asin. Aku memilih rasa yang asin kemudian datang crêpe dengan toping telur dan keju yang setelah kucoba rasanya sangat enak! Tak heran tempat ini sangat terkenal dan dijadikan kan tujuan utama untuk ber kuliner di daerah ini. Sebagai pelengkap aku memilih untuk meminum cidre, yang merupakan minuman alkohol yang berasal dari fermentasi buah apel.

Mont-Saint-Michel ini sangat indah dan menawan. Pulau ini ini merupakan saksi sejarah perang 100 tahun antara Perancis dan Inggris, juga perang agama di Perancis pada tahun 1562. Yang membuat objek wisata bergaya Gothik abad pertengahan ini dimasukkan ke dalam situs warisan budaya UNESCO pada tahun 1979. Hal yang sangat menarik dari tempat ini adalah ketika pagi hingga siang ia merupakan daratan, ketika sore hari tempat ini berubah menjadi sebuah pulau karena air yang sudah mulai naik.

Sekeren Disneyland

Sebelumnya aku menyangka kalau Perancis barat ini hanya mempunyai sedikit tempat yang menarik. Hingga pada hari raya idul Fitri pertamaku di Perancis, ada sebuah kunjungan ke tempat bernama Puy du Fou di daerah Les Epesses, Pays de La Loire. Aku tak tahu ini tempat apa, yang pasti kawasannya sangat luas. Kami di berikan peta untuk mengeksplor sendiri tempat yang baru kami datangi ini.

Dengan tagline “l’histoire n'attend que vous” (sejarah menunggu kalian), ternyata tempat ini merupakan theme park bertemakan sejarah. Dan menariknya lagi tempat ini adalah taman hiburan kedua yang paling terkenal di Perancis setelah Disneyland Paris! Bayangkan betapa hebatnya tempat ini!

Sejak pembangunannya pada tahun 1978, taman hiburan ini mempunyai 26 pertunjukan sejarah. Sungguh tak ada yang tak menarik dari setiap pertunjukannya. Beberapa pertunjukannya diantaranya adalah The Secret of The Lance (pertempuran di abad pertengahan melawan pasukan Inggris), The Phantom Birds Dance (pertunjukan ratusan burung termasuk burung falcon), Les Chevaliers de La Table Ronde (pasukan berkuda yang mengadakan pertemuan di meja bundar), Triumph Sign dan Cinéscénie.

Puy du Fou

Dokumen pribadi @aviannaricitra

2 pertunjukan yang sangat menarik bagiku adalah Triumph Sign dan Cinéscénie. Triumph Sign adalah  pertunjukan tentang sejarah di zaman Romawi kuno yang mempertontonkan parade tradisional manusia dan hewan, pertarungan gladiator, perlombaan kereta pertempuran dan eksekusi. Yang membuat atmosfer sejarahnya makin terasa adalah bagaimana pertunjukan sejarah ini disajikan di dalam sebuah arena berbentuk amfiteater seperti Colosseum di Roma dan semua pemerannya bergaya dan bertingkah seperti orang Romawi kuno. Rasanya seperti dibawa ke zaman tersebut!

Dan yang paling ajaib adalah pertunjukan Cinéscénie. Kali ini pertunjukan disajikan di tempat outdoor yang sangat luas, bahkan merupakan stage outdoor terbesar di dunia. Dibintangi oleh 1200 aktor, dihiasi 800 kembang api, pertunjukan disajikan dengan indah menggunakan bahasa Perancis. Pertunjukan ini sangat Aku sarankan untuk dijadikan tujuan wisata siapapun yang akan mengunjungi Perancis karena mereka hanya akan menampilkan pertunjukan di musim panas.

Aku tak percaya kalau pilihan isengku untuk mengunjungi Perancis berbuah kenangan perjalanan yang tak pernah terlupakan seumur hidupku. We should try it, at least once in a lifetime! Cheers!

 

Nama Penulis: Avianna Ricitra

Instagram: www.instagram.com/aviannaricitra

Press Enter To Begin Your Search
×