Loading...

(photo source: dokumentasi pribadi)

Menanjak Seribu Tangga, Hingga Menerjang Badai Topan dari Taiwan

Krabi mungkin salah satu tempat destinasi yang cukup asing bagi wisatawan atau termasuk kamu. Jika dibandingkan dengan Phuket, Krabi seolah tenggelam karena kalah populer. Padahal jarak antara Phuket dan Krabi hanya 185 km loh.

Krabi sebuah provinsi kecil masuk dalam wilayah Thailand Selatan memiliki luas tak lebih dari 4708 km persegi. Tiga sampai empat hari adalah waktu yang sangat cukup untuk mengeksplorasi keindahan alam dan pantai di sana. Dan kali ini saya akan mengulas secara eksklusif perjalanan kami dua hari dua malam menelusuri alam dan pantai provinsi Krabi. Petualangan yang seru, paling berkesan dan  penuh perjuangan. Menginap di tengah belantara, menanjak seribu tangga, hingga berhadapan dengan badai topan dari Taiwan sana. Semua itu akan menjadi petualangan yang tak akan terlupakan sepanjang masa.

Pesawat adalah Transportasi Paling Direkomendasikan dari Bangkok ke Krabi

Walaupun kamu bisa menempuh perjalanan dari Bangkok ke Krabi menggunakan bus ber-AC. Tapi menurut saya pribadi, bus merupakan transportasi yang sangat tidak direkomendasikan. Apalagi bagi kamu yang tidak punya banyak waktu untuk melancong. Karena perjalanan dari Bangkok menuju Krabi dengan menggunakan bus memakan waktu 12 jam loh. Dengan jumlah jam seboros itu kamu akan menghabiskan banyak waktu di perjalanan.

Pesawat satu-satunya transportasi yang efektif menuju Krabi. Kamu tidak perlu khawatir perihal budget. Ada beberapa maskapai penerbangan domestik dengan harga tiket pesawat low cost. Harga tiket yang ditawarkan sangat bersahaja, mulai dari Rp200 ribu sampai dengan Rp400 ribu sekali jalan untuk rute Bangkok-Krabi. Saya sarankan untuk bersabar dan rajin memburu tiket pesawat di aplikasi, yang sekarang sudah banyak banget.

12 Jam di Bandara Dounmuang Bangkok, Menuju Krabi

(photo source: dokumentasi pribadi)

Cuaca tidak begitu bersahaja saat kami menuju Bangkok. Pesawat agak rese,  turbulensi pun berhasil membuat kami sedikit ketakutan. Tapi itu terasa tidak berarti, karena kami mendarat penuh riang di bandara Internasional Don Mueang Bangkok, setelah terbang empat jam menyelusuri awan.

Kami memilih penerbangan terpisah dari Jakarta menuju Krabi. Untuk mendapatkan harga tiket pesawat paling murah, kami memilih penerbangan low cost dari Jakarta ke Bangkok. Lalu penerbangan di hari berikutnya, Bangkok-Krabi kami menggunakan penerbangan lokal. Tentunya cara ini sangat berhemat dibandingkan dengan direct flight dari Jakarta langsung menuju Krabi. Harganya pasti jauh lebih mahal.

Bandara Don Mueang memang tak semegah bandara Changi Singapura, tapi cukup nyaman untuk menjadi tempat istirahat selama 12 jam, sebelum terbang ke Krabi jam setengah tujuh pagi. Kami menginap di bandara bersama puluhan  penumpang lain yang menunggu penerbangan berikutnya.

Mendarat di Bandara Krabi Setelah Perjalanan Panjang

Penerbangan dari Bangkok ke Krabi hanya memakan waktu  satu setengah jam. Kami tiba di Krabi pukul delapan pagi. Pesawat yang kami tumpangi mendarat dengan mulus di bandara internasional Krabi.

Inilah Krabi, sebuah provinsi kecil dimana kamu tidak akan menemukan hiruk-pikuk. Kotanya bersih, jalanan lengang dan dihiasi dengan gunung-gunung kecil dan beberapa hutan belantara.

Dari Bandara Krabi banyak bus yang tersedia, dan rata-rata singgah di tempat-tempat penginapan wisatawan. Krabi menjadi salah satu tempat wisata yang banyak dikunjungi turis asing setelah Phuket, jadi di dalam bus yang kami tumpangi rata-rata adalah orang bule.

Kamu tidak perlu bingung dan khawatir saat tiba pertama kali di Bandara Krabi. Kamu bisa menemukan Bus Travel  di Bandara dengan mudah, dan harga tiketnya juga cukup murah. Kami hanya membayar 150 Bath atau setara dengan tujuh puluh ribu untuk tiket bus dari Bandara ke Resort. Dan kami harus menempuh perjalanan satu jam dari bandara ke resort .

Selamat Datang di Provinsi Krabi Thailand Selatan, Penginapan di Tengah Semesta

Setelah menempuh perjalanan yang panjang dan tentunya sangat melelahkan, akhirnya kami tiba di resort yang sudah kami pesan jauh-jauh hari sebelum keberangkatan. Harga resort ini sangat bersahabat dengan dompet. Untuk menginap di resort ini kami cukup membayar Rp450 ribu dengan dua bed, satu single bed dan satu double bed. Jadi kamu bisa menginap bertiga dan patungan membayar biaya hotel. Hemat banget kan?

Resort tempat kami tinggal bukan seperti hotel kebanyakan. Lokasinya jauh dari jalan raya, berada di bawah kaki perbukitan yang ditumbuhi pepohonan. Rumah-rumah kolong yang berjejer rapi di tengah semak belukar membuat kami merasa jauh dari peradaban. Jika kamu menginginkan ketenangan,  jauh dari toxin dan bisingnya kota, resort ini sangat cocok untuk kamu. Sepanjang kami tinggal di sini yang terdengar hanya suara burung dan desahan angin yang berbisik di selah dedaunan.

Tujuan Pertama Kami Tiger Cave Temple, Berjuang Menaiki 1237 Anak Tangga

(photo source: dokumentasi pribadi)

Setelah  selesai check-in di resort dan berbaring sebentar, petualangan kami awali di Tiger Cave Temple. Temple ini disebut juga dengan Candi Gua Harimau yang jaraknya sekitar 5 kilometer dari tempat kami menginap. Transportasi yang kami gunakan untuk menuju tempat ini adalah sepeda motor. Memang ada penawaran paket perjalanan dari pihak resort tempat kami menginap, tapi harganya nggak nahan bok.

Apalagi untuk ukuran backpacker seperti kami dengan budget terbatas. Setelah googling sana-sini, akhirnya kami menemukan tempat sewa motor di sekitar pusat kota Krabi. Dan harganya cukup ramah di kantong dan tidak sampai mencekik leher. Untuk satu sepeda motor kami hanya membayar 350 Thailand Baht atau setara dengan Rp140 ribu. Dengan harga yang begitu ekonomis, kami sudah bisa menelusuri Krabi selama 6 jam.

Sepanjang perjalanan menuju Tiger Cave Temple kami disuguhi pemandangan yang begitu seksi. Lembah dan pegunungan yang ditumbuhi pepohonan hijau seolah tidak berhenti menyapa kami. Langit cerah dan jalanan yang mulus membuat kami nyaman sepanjang perjalanan. Selain pantai, Gua harimau menjadi destinasi primadona di Krabi. Ratusan pelancong dari berbagai negara penuh semangat mulai menanjak menuju puncak temple dengan mengarungi 1237 anak tangga.

Dua teman saya sudah angkat tangan sebelum menuju tangga ke 20. Sementara saya dengan semangat yang menggebu-gebu berusaha sekuat tenaga menanjak ribuan tangga. Masih setengah perjalanan saya sudah nyaris menyerah. Keringat saya berhamburan, kaki sudah mulai gemetaran, jantung berdetak semakin kencang dan saya bernapas sudah mulai terbatah-batah.

Sepuluh tangga yang tersisa, sekumpulan orang-orang Eropa atau mungkin Amerika berteriak menyemangati saya. Mereka berteriak sambil berkata, “Come on, You Can Do It”. Finally God, setelah nyaris pingsan akhirnya saya bisa menginjakan kaki di puncak, dengan suguhan pemandangan Krabi yang begitu menakjubkan. Benar kata pepatah, disitu ada kemauan pasti ada jalan. Saya disambut patung Budha berlapis emas. Ada pula patung-patung kecil yang dikelilingi patung ular. Dan saya berdiri dengan puas dan bangga di puncak ketinggian Krabi bermandikan keringat.

Mengarungi Keindahan Lautan Krabi Bersama Angin Topan dari Taiwan yang Menakutkan

(photo source: dokumentasi pribadi)

Ini petualangan kami berikutnya selama di Krabi. Perjalanan yang tak akan terlupakan sepanjang masa. Diterjang badai kiriman dari Taiwan di tengah indahnya pantai dan eksotisnya gugusan pulau-pulau kecil. Mengitari pantai dan pulau-pulau kecil di Krabi adalah perjalanan inti kami. Kami menggunakan paket tur sehari perjalanan mengitari Krabi. Mulai dari Phi Phi Island, Maya Beach, James Bond Island sampai dengan Monkey Beach. Perjalanan kami untuk menikmati keindahan yang ditawarkan tidak seindah yang kami harapkan dan bayangkan.

Sesuai dengan yang tertera di itinerary, pihak tur menjemput kami tepat waktu dari resort, yakni jam 7 pagi. Sebelum kami berangkat menikmati keindahan pantai, tour guide memberikan pengarahan sebentar. Ada 15 orang dari berbagai negara yang akan ikut dalam tur ini. Kami menggunakan speed boat dengan kapasitas 20 orang. Di awal perjalanan semua baik-baik saja. Ombak tak bergeming dan kami begitu takjub menyaksikan gugusan pulau-pulau kecil yang berdiri di tengah-tengah lautan. Tapi 30 menit setelah kami menyusuri pantai, ombak makin tak bersahabat.  Kami belum menginjakan kaki di pantai pertama yang akan kami singgahi, tapi ombak sudah kian ganas.

Kali ini bukan hanya ombak yang menyerang speedboat yang kami tumpangi, angin juga turut andil. Bahkan teman saya mengalami ketakutan yang luar biasa. Ia menutupi tubuhnya dengan jaket sepanjang perjalanan dan wajahnya sangat pucat. Semakin jauh kami menyusuri pantai, rasanya saya semakin takut. Dan ketakutan itu juga bisa saya lihat di wajah orang-orang disekitar saya. Hujan semakin deras.

Angin terus meraung-raung, sementara ombak nyaris lebih satu meter. Saya tak berhenti melantunkan doa dalam hati, “Tuhan ini seharusnya menjadi sesuatu yang menyenangkan, walaupun perjalanan ini tak seindah yang kami bayangkan tolong izinkan kami selamat sampai di Jakarta.” Saya merasa terjadi keajaiban, ombak mulai jinak, angin menyelinap entah kemana dan hujan pun redah.

Setelah dihantam badai yang menakutkan, akhirnya kami bisa menikmati keindahan pantai Krabi. Mulai dari Bamboo Island dengan pasir putihnya yang memesona. Lalu ada loh Sama Bay, dengan biota lautnya yang menakjubkan. Maya Beach dengan kecantikannya, bikin merinding. Gugusan pulau dan pantainya bak tetesan surga yang turun ke bumi. Maya beach adalah tempat lokasi shooting film fenomenal yang dibintangi Leonardo The Caprio, The Beach. Dan kami mengakhiri perjalanan di James Bond Island.  Tempat lokasi shooting film James Bond. Pantai dan pemandangannya tidak kalah menakjubkan.

(photo source: dokumentasi pribadi)

Setelah dimanjakan dengan deretan pemandangan yang menggoda, kami pun kembali ke penginapan. Saya berpikir semuanya akan baik-baik saja. Tapi yang terjadi saat perjalanan pulang, lagi-lagi kami dihantam badai. Kali ini ombaknya lebih ganas. Anginnya lebih sadis. Bahkan terpal speed boat bocor dan air masuk ke dalam. Suasana dalam speedboat makin mencekam, kami semua diam dan benar-benar ketakutan. Bahkan saya dan kedua teman saya memprediksi bahwa nyawa kami akan berakhir di sini. Pengemudi speed boat berusaha sekuat tenaga melawan ombak yang makin menggila.

Dan ia kelihatan sangat lihai menahkodai speed boat. Pemandu tour berusaha menenangkan kami. Bahkan dia menundukan kepala sambil berkata, “Sorry, Sorry, Sorry”. Hati saya benar-benar tersentuh. Ia merasa bersalah dengan keadaan ini, dan bertanggung jawab atas keselamatan kami.

Hampir satu jam kami menghalau badai dan kuasa Tuhan sungguh luar biasa. Pengemudi speed boat berhasil mengantar kami pulang dengan selamat. Setelah berperang melawan gempuran badai yang maha dahsyat. Kami semua yang ada di speed boat sampai tepuk tangan dan menyalami si pengemudi. Dan ini akan menjadi petualangan yang tidak akan pernah beranjak dari ingatan saya.

Melancong ke negeri orang, saat keselamatan terancam, sungguh menakutkan. Tapi keindahan yang disajikan alam dan pantai Krabi membayar lunas ketakutan itu. Dan saya tidak akan pernah kapok menelusuri keindahan pantai di lautan sana. Karena saya yakin Tuhan dan semesta menjaga saya. Besoknya kami berangkat menuju Bangkok dan menikmati kotanya selama dua hari dua malam.

Bagi Kamu yang Mau ke Krabi, Ini Tips Sederhana yang Bisa Kamu Jadikan Sebagai Referensi

Nah, bagi kamu yang mau ke Krabi atau Bangkok ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan. Tips berikut ini bisa kamu jadikan sebagai referensi sebelum melancong ke Krabi ataupun Bangkok. Tips ini bertujuan untuk menghemat budget dan memperlancar perjalanan.

  • Paling tidak pesan tiket pesawat dan hotel  satu bulan sebelum keberangkatan, untuk mendapatkan harga ekonomis. Dan selalu rutin melakukan pengecekan harga.

  • Sebaiknya kamu menggunakan paket tour untuk menghemat waktu dan budget. dengan menggunakan paket tour waktu kamu tidak banyak terbuang sia-sia karena perjalanan sudah terstruktur. Dan pihak tour juga biasanya menawarkan harga paket promo yang jauh lebih hemat.

  • Pilihlah transportasi dalam bentuk paket untuk mendapatkan harga terbaik. Kamu bisa bergabung dengan pelancong lain untuk mendapatkan paket transportasi yang murah. Karena di Krabi tidak ada transportasi umum. Atau kamu bisa menyewa sepeda motor dengan harga tidak sampai menguras isi dompetmu.

  • Buat itinerary sedetail mungkin, paling tidak dua minggu sebelum keberangkatan. Hal ini sangat penting agar waktumu selama perjalanan tidak terbuang sia-sia. Dan bisa menjangkau semua destinasi wisata.

  • Saat melancong ke Krabi atau pun Bangkok kamu harus benar-benar bersabar menghadapi orang-orang lokal. Karena mereka sebagian besar tidak bisa menggunakan bahasa Inggris. Jika kamu menanyakan jalan atau lokasi yang akan dituju, kamu bisa menunjukan google map ke mereka, untuk mempermudah komunikasi.

Jika kamu ingin melancong ke krabi, disarankan  berangkat diantara bulan Mei-Agustus untuk menghindari cuaca ekstrim. Kamu pasti akan jauh lebih menikmati keindahan pantainya tanpa terjangan badai seperti yang kami alami. Jangan khawatir, menelusuri keindahan pantai Krabi aman kok. Kami hanya sedikit kurang beruntung saat berada disana. Dan pemandu tour kami juga sudah menginformasikan bahwa badai ekstrim di Krabi jarang terjadi. Happy Great Journey, Stay cool and Healthy. 

 

Penulis: Thomas Jeperson Malau

Instagram: thomasmalau

Twitter: thmsjhonson5

Facebook: Thomas Malau

Press Enter To Begin Your Search
×