Loading...

Foto: Pixabay

Selama liburan kuliah semester ini yang mana memang berbeda dari semester sebelumya, saya hanya menghabiskan waktu dengan menonton beberapa serial korea atau umum disebut drakor akronim ari drama korea. Ada banyak judul dari berbagai genre drama yang saya tonton, seperti itaewon class, its okay to not be okay, dan lain sebagainya. Namun yang paling berkesan menurut saya adalah drama yang dibintangi mega bintang Lee Min Ho yang berjudul the king eternal monarch. Selain ceritanya yang menarik tentang dunia parallel dan perjalanan waktu, ada beberapa scene yang membuat saya lebih terfokus pada latar tempat daripada dialog dari alur cerita drama itu sendiri. Saat menonton drama ini, secara reflek saya telah memasukkan tempat tersebut menjadi bucket list tujuan liburan. Hahahah

Melakukan perjalanan ke korea selatan bukan hanya sekedar mimpi, tapi sudah menjadi cita – cita sejak lama. Keinginan ini didorong juga dengan tontonan yang saya lihat. Hampir setiap hari saya upate berita tentang dunia hiburan korea lewat media sosial. Namun, meskipun hasrat untuk berlibur ke korea tinggi. Saya harus mempersiapkannya dnegan matang, mulai dari budget sampai tujuan wisata. Biaya hidup yang mahal di seoul mengharuskan saya untuk mengira – ngira berapa banyak uang yang saya keluarkan untuk sehari hidup disana. Oleh karena itu, saya melakukan banyak riset untuk mendukung perencanaan saya kedepannya, tapi karena ini masih impian yang belum terwujud jadi mari kesampingkan pikiran tentang badget dan yang lainnya. Hehhe

Jika bisa terwujud, selama melakukan perjalanan di korea selatan khususnya kota seoul saya ingin berperan sebagai time traveler atau penjelajah waktu dari masa depan ke masa lalu. Bukan berarti saya melewati dunia parallel beneran seperti lee Gon- salah satu karakter di drama the king eternal monarch- loh ya. Namun, spot wisata yang saya kunjungi akan mencerminkan hal tersebut.

Korea selatan dengan segala keunikannya memiliki berbagai spot wisata menarik yang memenuhi ekspektasi time travelling ala saya. Ada banyak situs sejarah, taman bermain, pusat perbelanjaan, dan lainnya. Menurut hemat saya, waktu yang paling cocok untuk melakukan perjalanan di korea adalah saat musim semi. Alasan saya memilih musim semi adalah karena udara pada musim tersebut tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas. Jadi pas jika digunakan untuk berjalan – jalan di luar ruangan. Selain itu, musim semi yaitu pada bulan maret sampai juni biasanya bebarengan juga dengan musim sakura. Dan menurut saya, bunga sakura memiliki kesan magis- karena tidak ada di Indonesia hehe- yang membuat perjalanan di negri ginseng terasa lebih special.

Untuk tempat singgah, saya memilih daerah itaewon sebagai tempat menginap. Kawasannya yang trendi menjadi alasan utama saya dalam pemilihan lokasi menginap, juga banyak restoran dari negara luar korea seperti Indonesia. Jadi memudahkan saya untuk menemukan makanan halal disana. Itaewoon juga terkenal akan kemurahan harga penginapan atau guest housenya.  

Perjalanan pertama akan dimulai dari gedung SM Coex Artium yang terletak di daerah Gangnam seoul. Dari penginapan di Itaewon menuju Gangnam saya akan menggunakan subway yang pasti lebih murah daripada menggunakan jasa taksi, juga SM Coex Atrium dapat ditempuh dengan berjalan kaki dari stasiun subway terdekat. Sebagai penggemar salah satu Boy Grup terkenal EXO, SM Coex Artium merupakan tempat yang paling ingin saya kunjungi. Ada banyak fasilitas yang bisa dinikmati, seperti SM Sum, SM Studio, SM Gallery, dan SM Livebrary. Uniknya, SM Coex Artium  dihiasi miniatur idol, kostum yang digunakan salam MV dan duplikat tanda tangan idol SM. Sebagai penggemar kpop, saya akan menjelajah tiap lantai atrium dengan hati berbunga – bunga. Meskipun hanya bertemu patung atau hologram,  terdapat kesan seperti bertemu langsung dengan idola.

Foto: wowkeren.com

Perjalanan dari Gangnam ke spot selanjutnya dilanjutkan dengan menggunakan subway. Bukan time travel namanya kalo tidak melewati gerbang pintu parallel. Hehehhe. Dan perjalanan selanjutnya yang akan menjadi pintu gerbang ke masa lampau adalah Gwanghamun Square. Gwanghamun Square ini bisa diibaratkan sebagai alun – alunnya kota seoul. Nah, gwanghamun square merupakan latar tempat yang menarik menurut saya di scene drama the king eternal monarch yang saya sebut sebelumnya.

Terdapat dua patung berukuran besar yang menjai ikon dari tempat ini yaitu patung panglima Yi Sun Shin dan Raja Seojong. Karena masih terletak pada area yang sama, tidak sulit untuk mencapai keduanya hanya perlu berjalan kaki sedikit saja. Setelah puas melihat monument tersebut spot selanjutnya adalah Sejong Historical Center yang berada di samping Gwanghamun Plaza. sebagai pencinta sejarah Sejong Cultural Center merupakan tempat yang wajib saya kunjungi. Banyak diaroma atau benda peninggalan sejarah korea yang di simpan di Sejong Cultural Center.

Masih ditempat yang sama yaitu Gwanghamun Square, perjalanan ke masa lampau dimulai. Tidak jauh dari Sejong Cultural Center terdapat istana Gyeongbokgung. Istana ini merupakan tempat tinggal para Raja Korea pada masa dinasti Joseon. Dari berbagai artikel yang saya baca di internet, istana ini merupakan istana terbesar yang dimiliki oleh korea dan terletak dipusat ibu kota Joseon yaitu Hanyang.  Karena saking luasnya, mungkin saja memerlukan waktu berjam – jam untuk berkeliling di area istana Gyeongbokgung. Jadi, acara jalan jalan di sitana akan dilakukan pada hari selanjutnya setelah mengunjungi Gwanghamun Square. Tubuh saya perlu melakukan pemulihan setelah melakukan perjalanan panjang. heheh.

Dari salah satu artikel traveling ketika akan masuk ke dalam istana tepatnya di gerbang masuk kita akan disambut oleh para pengawal kerajaan. Tentunya bukan pengawal kerjaan asli, mereka hanya pegawai yang memakai kostum pengawal kerajaan Joseon. Saya kira hal yang seperti itu menjadi hiburan tersendiri bagi pengunjung. Aura kerajaan akan semakin terasa ditambah pengunjung bisa menyewa hanbok yang merupakan pakaian tradisional korea. Jadi semakin merasa seperti bangsawan. Heheh

Source: kompas.com

Setelah melalui perjalanan masa lampau yang panjang, perjalanan ditutup dengan menikmatai modernitas seoul di Myeongdong street. Saya hanya akan membeli oleh – oleh secukupnya disana, dan tentu saja berburu kuliner khas korea yang mungkin saja tidak saya temukan di Indonesia. Aa banyak kuliner korea yang ingin saya coba seperti tteokbokki yang hits banget, jajangmyeon, hotteok, dan lain sebagainya. Saya juga penasaran bagaimana sensasi makan di minimarket yang sering ditontonkan dalam drama.  Begitulah, rangkain my dream trip di korea. So korea, I’ll see you soon.

 

Nama: Shil Viina Rohmaniyah

Instagram : @shilviina01

Twitter: @shilviina1

Facebook: Shil Viina Rohmaniyah

Cropped fav logo@2x
Press Enter To Begin Your Search
×