Loading...

Sumber: www.smithsonianmag.com

Halo perkenalkan nama saya Andini, atau biasa dipanggil Andin. Saya adalah mahasiswi di salah satu universitas di Yogyakarta. Sedari kecil, saya sangat senang dengan hal-hal yang unik dan berkaitan dengan alam. Nah salah satu impianku adalah ingin menjelajah ke salah satu destinasi wisata ekstrem di dunia. Destinasi wisata yang saya impikan ini sangat berkaitan dengan ilmu yang sedang saya pelajari yaitu Geografi, khususnya kajian atmosfer.

Terdapat banyak wisata ekstrem di dunia, salah satu yang ingin saya jelajahi adalah adalah wisata di Gurun Atacama. Gurun Atacama merupakan dataran tinggi di Amerika Selatan yang meliputi sebidang tanah seluas 600 mil atau sekitar 1000 km di pantai Pasifik Amerika Selatan, sebelah barat pegunungan Andes. Gurun Atacama teletak di Chilli yang merupakan salah gurun terkering dan terpencil di dunia. Sehingga gurun ini bebas dari polusi cahaya dan memiliki pandangan yang fantastis dari kosmos melalui atmosfer yang bersih.

Keringnya tanah di Atacama hampir mirip dengan tanah Mars, gurun ini diketahui sudah memiliki kondisi gersang selama kurang lebih 150 juta yang lalu. Hal ini disebabkan karena Gurun Atacama diapit oleh dua pegunungan, yaitu pegunungan Cordilera de la costa, dan pegunungan Andes. Keberadaan dua pegunungan tersebut menyebabkan awan pembawa hujan yang berasal dari lembah Amazon terhalang oleh dinding pegunungan sehingga awan hujan yang dibawa tidak sampai ke Gurun Atacama. Selain itu, di sebelah barat Gurun Atacama juga berbatasan dengan Samudera Pasifik yang memiliki arus dingin. Arus dingin ini membuat suhu di lautan terlalu rendah sehingga mengakibatkan tidak adanya penguapan. Karena tidak ada penguapan maka hujan pun tidak akan turun.

Pada siang hari, suhu di Gurun Atacama bisa mencapai sekitar 40 º C (104 º F), dan pada malam hari suhu ini bisa turun hingga 5 º C (41 º F).  Lebih dari 90 % Gurun ini memiliki hari yang cerah atau sekitar 300+ hari dalam satu tahun. Iklimnya luar biasa sepanjang tahun, menjadikan Gurun Atacama sebagai salah satu destinasi wisata ekstrem di dunia.

Sumber: star.herts.ac.uk

Mungkin cukup gila jika aku ingin berwisata kesini dan mungkin banyak orang belum tau mengenai Gurun Atacama ini. Namun siapa sangka, Gurun Atacama menyuguhkan destinasi yang unik dan luar biasa. Keringnya gurun Atacama dan tanahnya yang berwarna merah membuat para traveler serasa tinggal di planet Mars. Selain itu, langit yang cerah serta tidak adanya polusi cahaya membuat traveler dapat menikmati kegelapan malam dengan udara segar dan kurangnya awan, yang membuat bintang-bintang bersinar seperti tidak ada tempat lain di bumi. Star gazing atau menikmati pemandangan langit malam di kubah langit Atacama ini sangat indah karena para traveler dapat melihat bintang-bintang dengan sangat jelas.

Sumber: www.wikipedia.com

Langit yang cerah dan bebas polusi cahaya juga membuat para ahli  menjadikan Gurun Atacama sebagai tempat favorit untuk meletakkan teleskop. Astronom dari National radio Astronomy Observatory (NRAO) berhasil menemukan galaksi terjauh di bumi yang dinamakan MAMBO-9. Penemuan ini dilakukan menggunakan teleskop radio astronomi interferometer yang berlokasi di Gurun Atacama, Chili. Astronom melihat cahaya galaksi besar  itu yang hanya berjarak 970 juta tahun setelah Big Bang. Ini adalah galaksi pembentuk bintang berdebu yang paling jauh yang pernah diamati. Masih banya penelitian tentang bintang-bintang yang dilakukan di Gurun Atacama.

So, berwisata ke Gurun Atacama sepertinya akan menjadi pengalaman yang menarik dan tak terlupakan untuk saya. Selain bisa merasakan sensasi tinggal di planet Mars, saya juga ingin menikmati indahnya syurga bintang yang disuguhkan oleh langit Atacama yang paling indah di dunia. Menyaksikan kobaran api meteor yang melesat di langit malam bersama nebula dan gugus bintang dalam waktu yang bersamaan. Semoga impianku untuk menjelajah syurga bintang dunia ini dapat tercapai.

 

Nama Penulis: Andini

Instagram: Andini

Facebook: AlenAndin Nishimiya

Press Enter To Begin Your Search
×