Loading...

(photo source: unsplash.com)

Lamongan, 28 Agustus 2020

Halo, saya Elok Febrian, usia 23 tahun, saya seorang wanita yang tinggal di sebuah kota kecil yaitu Lamongan. Sejak lepas SMK pada tahun 2015 saya selalu menyempatkan waktu untuk berlibur di sela-sela pekerjaan yang menumpuk, oh ya saya bekerja sebagai Beauty Advisor.

Ketika saya memiliki waktu cuti 2-3 hari saya selalu mencari destinasi wisata yang tidak umum, ya, saya selalu suka bertualang mengunjungi desa kecil dengan unsur budaya yang kental dan khas, saya sering melakukan hal ini karena bagi saya menelusuri jejak sejarah itu akan lebih bermakna ketika kita tidak hanya membaca namun juga merasakannya.

Bagi saya tidak ada liburan yang sepadan jika hanya untuk bersenang-senang saja, bagi saya liburan adalah di mana kita bisa menemukan hal baru, belajar hal baru yang membuat kita merasa senang dan refresh. Ketika saya pulang berlibur saya akan mendapat banyak cerita dan ilmu baru yang bisa dibagi ke sekitar, karena itulah saya lebih tertarik menelusuri desa adat atau rumah dari berbagai macam suku dan kemudian baru mengunjungi beberapa destinasi wisata yang terkenal di sekitar daerah tersebut. Tidak akan sia-sia jika melakukan banyak hal di tempat yang akan dikunjungi.

(photo source: suaradesa01.wordpress.com)

Impian saya adalah bisa bertualang di Sulawesi Tenggara ada beberapa desa kecil dari berbagai suku serta juga ada pantai tersembunyi di sana, ada suku Tolaki dan pantai-pantai di Labengki. Jika saya berkesempatan untuk explore daerah tersebut saya tidak akan membawa koper dan akan membawa ransel saja, saya akan menginap di rumah-rumah penduduk, menyelami dan mengikuti aktifitas mereka sehari-hari, mungkin tidak akan cukup waktu 2-3 hari, setidaknya saya akan butuh waktu paling tidak seminggu.

Setiap saya membuka situs pencarian, saya selalu search tentang Sulawesi Tenggara, saya sangat amat tertarik dengan suku Tolaki, dengan rumah adat mereka yang berbentuk panggung, mungkin rasanya akan sangat menyenangkan jika saya bisa menginap disana, berkeliling dengan transportasi warga setempat, mencicipi makanan khas, dan mengenal lebih banyak lagi budaya mereka.

Setelah mengunjungi desa adat suku Tolaki saya akan mengunjungi kawasan Labengki, salah satu pulau impian saya karena banyak pantainya yang sejuk, bersih dan tenang. Beberapa kali saya hampir saja tergiur oleh para penyedia jasa travel untuk pergi kesana, namun setelah dipikir-pikir lagi jika mengikuti tour travel saya tidak akan bisa bebas mengexplore banyak suku adat disini. Dari beberapa informasi yang saya baca perjalanan dari Kendari menuju Labengki ini sekitar 8 menit dengan jarak 3,6 KM.

(photo source: Mytrip.co)

Di kawasan Labengki juga banyak aktifitas yang bisa dilakukan antara lain berenang, bermain pasir atau hanya sekedar bersantai di hammock, namun di Labengki tidak hanya ada pantai, ada juga laguna, namanya adalah laguna Mahumalalang, sangat indah sekali ketika saya melihatnya di internet, meskipun butuh perjuangan untuk ke laguna ini nampaknya saya akan sangat menikmatinya, ada juga goa kolam renang di dekat sini, bahkan seumur hidup saya belum pernah melihat ada kolam renang di dalam sebuah goa. Banyak sekali panyai di Labengki ini diantaranya pantai pasir panjang dengan pasirnya yang putih dan membentang indah di tepi air laut yang jernih, kemudian pantai pasir merah yang tidak kalah cantiknya dengan pantai pasir panjang.

(photo source: Mytip.co)

Sebenarnya ada banyak sekali yang bisa di explore di Labengki, ada mercusuar Labengki kecil, dermaga, hingga teluk cinta dan Kimaboe hills, namun butuh waktu lebih panjang lagi agar saya bisa mengunjungi semua kekayaan alam nan indah ini.

Membayangkan saja rasanya sudah tidak sabar, semoga  saya berkesempatan untuk mengunjungi dan mengeksplore Nusa Tenggara Timur yang cantik nan indah dengan keberagaman budayanya.

Terimakasih telah membaca tulisan saya ini.

 

Penulis: Elok Febrian

Instagram: @callher.el

Twitter: @callher_el

Facebook: elok fe

Press Enter To Begin Your Search
×