Loading...

Swafoto di Puncak Mahameru bersama Wisatawan Asing

Sumber Foto : Koleksi Pribadi

Gunung Semeru, salah satu gunung berapi aktif di Indonesia yang berada di provinsi Jawa Timur. Salah satu puncak tertinggi dari 7 puncak tertinggi di Indonesia, atau lebih dikenal dengan seven summit. Pesona dan daya tariknya membuat setiap traveler memasukkan Gunung Semeru sebagai salah satu list tempat wisaya yang wajib dikunjungi.

Sama seperti kebanyakan Gunung lainnya, Gunung Semeru memiliki banyak daya tarik dari keindahan alamnya. Salah satunya Ranu Kumbolo dan trek berpasir menuju puncak Mahameru yang membuat setiap orang yang memiliki jiwa petualang sudah tidak sabar untuk mengunjungi gagahnya gunung yang memiliki ketinggian 3676 mdpl ini.

Tahun 2017, adalah pertama kalinya saya berkesempatan mengunjungi Semeru untuk bersama teman-teman. Berbagai persiapan saya lakukan untuk menunjang pendakian dengan baik. Pengalaman tersebut menjadikan salah satu momen terbaik dalam perjalanan pendakian saya, mengunjungi salah satu puncak tertinggi di Indonesia dan yang tertinggi di Jawa.

Dikarenakan pada tahun 2017 masih belom diwajibkan registrasi online, akhirnya saya dan teman-teman langsung berangkat dari Surabaya menuju Tumpang Malang dengan mengendarai sepeda motor. Sesampainya di Malang, kami beristirahat di sekitar pos Tumpang untuk melanjutkan perjalanan ke basecamp Ranu Pani keesokan harinya.

Karena kami berangkat menggunakan sepeda motor dari Surabaya, sehingga kami memutuskan untuk tidak menyewa jeep untuk sampai ke basecamp Ranu Pani. Dengan resiko bertemu dengan jalan naik turun yang juga harus penuh kewaspadaan saat melaluinya.

Sedangkan biasanya bagi para pendaki yang berasal dari daerah yang jauh dan tidak membawa kendaraan pribadi, biasanya mereka menyewa jeep yang tentunya sudah standby untuk mengangkut para pendaki menuju basecamp RanuPani.

View Gunung Bromo dari Jalur Tumpang Menuju Semeru

Sumber Foto : Koleksi Pribadi

Sesampainya di base camp Ranu Pani, kami menyiapkan berkas dan persyaratan pendakian. Karena waktu itu registrasi masih bisa dilakukan offline, kami pun bisa dengan segera menyiapkan saat berada di basecamp RanuPani. Setelah semua berkas persyaratan terkumpul dan kami serahkan, rombongan kami mengikuti breafing sebelum pendakian.

Setelah melakukan breafing dan menata kembali perbelakan pendakian kami, kami langsung bergegas untuk berjalan. Karena kami tidak punya banyak waktu untuk pendakian, sehingga kami mengestimasi untuk melakukan pendakian 3hari 2malam. Dan karena saya dan rekan-rekan sudah terbiasa dengan berjalan cepat, kami memutuskan untuk mengurangi jatah istirahat saat berjalan agar lebih cepat sampai di Ranu Kumbolo.

Kami memulai pendakian sekitar pukul 09.00 pagi dan mengestimasi waktu untuk sampai ke ranu kumbolo pada pukul 16.00. Diperjalanan kami mengisi dengan mengobrol santai agar tidak terlalu terasa lelah. Menggunakan lebih sedikit waktu istirahat, membuat kita harus pintar untuk mengontrol kekuatan tubuh kita dengan beban yang kita bawa.

Setelah kurang lebih 8 jam berjalan naik turun bukit, kita akhirnya sampai di Ranu Kumbolo pada pukul 17.00. Lebih satu jam dari perkiraan waktu yang kita estimasikan. Setelah sampai di Ranu Kumbolo, kita bristirahat sejenak sambil menyiapkan tenda yang akan kami gunakan untuk beristirahat malam ini.

Setelah tenda terpasang, kita menyiapkan bahan makanan untuk kita santap sebagai pengisi tenaga setelah berjalan seharian. Selepas makan malam, kami kemudian membersihkan diri dan menjalankan ibadah. Kemudian kami bersiap untuk tidur karena perjalan kami besok juga masih panjang, karena target kita adalah puncak Mahameru.

Keesokan harinya, kami bangun lebih awal untuk menunggu sunrise cantik milik Ranu Kumbolo. Yang keindahannya memanjakan mata. Kami tak lupa mengabadikan momen cantik ini. Pengalaman yang mungkin belum tentu bisa kirta rasakan lagi jika berkunjung ke sini.

Swafoto di Ranu Kumbolo

Sumber : Koleksi Pribadi

Setelah puas mengabadikan momen di Ranu Kumbolo, kami bergegas mengemas perlengkapan dan beranjak melanjutkan perjalanan menuju Kalimati, pos terakhir sebelum melakukan summit ke Puncak Mahameru.

Kita berjalan melewati hamparan bunga verbena berwarna ungu yang sedang cantik-cantiknya. Kami berjalan melewati pos demi pos hingga sampai di pos Kalimati.

Sesampainya di pos Kalimati kita bergegas untuk mendirikan tenda dan menyiapkan perbekalan untuk makan malam kami. Pos Kalimati menjadi tempat istirahat kami di malam kedua ini. Sesuai dengan estimasi waktu kami yang akan melakukan summit pada pagi hari nanti.

Setelah kami membereskan makanan, kami bersiap untuk tidur, karna kami harus bangun pada tengah malam untuk melakukan summit ke Puncak Mahameru.

Tepat pukul 23.00, kami bangun dan bersiap untuk melakukan summit. Bersama pendaki lain, kami melewati trek pasir menuju puncak yang terkenal mengerikannya. Salah arah sedikit, jurang sudah menanti disamping jalur kita berjalan.

Kami semua berjalan perlahan, karena medan yang sulit dan estimasi waktu yang sudah kita perkirakan. Langkah demi langkah kita lewati. Hingga akhirnya kita bisa menjejakkan kaki di puncak tertinggi pulau jawa, Puncak Mahameru.

Suasana di Puncak Mahameru Gunung Semeru

Sumber Foto : Koleksi Pribadi

Pengalaman yang sangat mengesankan dan banyak cerita yang didapat membuat perjalanan kali ini sangat berkesan bagi saya dan teman-teman. Menggapai salah satu puncak tertinggi di jawa menjadi salah satu kebanggan tersendiri dan cerita yang bisa kami sampaikan kepada penerus kami nantinya.

Semoga rekan-rekan sekalian bisa termotivasi dan menjadikan setiap perjalanan kalian sebagai aset yang berharga. Karena Indonesia terlalu indah jika hanya dinikmati dari sosial media, datangi dan peluk keindahan alam Indonesia sambil bersyukur kepada sang pencipta.

 

Nama Penulis: Regiyanda Adji Kuswara

Instagram: www.instagram.com/regiyandaadji

Twitter: www.twitter.com/regiyandaa

Facebook: Regiyanda Adji Kuswara

Cropped fav logo@2x
Press Enter To Begin Your Search
×