Loading...

(photo source: pixabay.com)

Mendengar nama Malang Raya sebagai daerah destinasi wisata alam, pastinya semua orang akan langsung menyimpulkan destinasi wisata alam yang ada di daerah tersebut berupa pegunungan-pegunungan dan coban atau air terjun. Untuk destinasi wisata alam pegunungan di wilayah Malang Raya, para wisatawan banyak mengenal destinasi seperti Gunung Bromo, Gunung Panderman, Gunung Arjuno, Gunung Welirang, dan Gunung Semeru.

Sedangkan untuk destinasi wisata alam coban atau air terjun, para wisatawan mengenal Coban Rondo, Coban Talun, Coban Rais, dan lain-lain. Eitssss, bagi kalian yang masih berpikiran seperti itu, saya akan mencoba mengubah mind set kalian dengan membagikan informasi tambahan tentang destinasi wisata alam alternatif  jika kalian memilih daerah Malang Raya sebagai daerah tujuan liburan kalian. Yakkkkk selain pegunungan dan air terjun, wisata alam lainnya yang bisa dijadikan tujuan liburan kalian ketika di wilayah Malang Raya yaitu pantai.

Pada tulisan ini saya akan mencoba membagikan cerita liburan saya ke salah satu destinasi wisata alam pantai di daerah Malang Raya, yaitu Pantai Banyu Meneng. Check This Outttt and Enjoyyyy!!!

(photo source: dokumentasi pribadi)

Cerita dimulai ketika saya dan teman-teman kuliah saya lagi ngumpul ngopi-ngopi santai yang dibubuhi dengan cerita ngalor-ngidul tiada akhir, mulai membahas tentang masalah-masalah kehidupan sampai dengan cerita kekonyolan kami pada waktu kuliah dahulu (hahaha). Dan sampai pada saat saya iseng membuka media sosial saya dan tidak sengaja melihat sebuah upload-an tentang keseruan orang-orang nge-camp di alam. Saya dengan polosnya nyelatu dalam bahasa jawa “Koyoe enak nge-camp neng alam yo rek, deloken a wong iki upload-uploadan e ketok e seru, aku yo gurung tau nge-camp neng alam soale (Sepertinya enak nge-camp di alam ya bro, lihatin orang ini upload-uploadannya kelihatan seru, aku ya belum tau nge-camp di alam soalnya)”, spontan saja semua teman-teman saya tertawa mendengar celatuan polos saya yang curhat belum pernah nge-camp di alam.

Diselingi ejek-ejekan kecil, teman-teman saya perlahan mengamini celotehan saya dan mulai membahas destinasi wisata alam yang cocok dibuat nge-camp dan dinikmati keindahan alamnya. Pertama-tama ada beberapa pendapat untuk nge-camp di wilayah pegunungan, akan tetapi banyak yang kurang setuju dikarenakan butuh persiapan yang lebih terutama persiapan fisik untuk nge-camp di wilayah pegunungan. Disaat kami mencari tujuan destinasi nge-camp yang cocok di internet, tiba-tiba ada yang memberikan masukan untuk nge-camp di Pantai Banyu Meneng.

Pantai Banyu Meneng sendiri, secara bahasa Indonesia memiliki arti Pantai Air Diam. Nama tersebut disematkan mungkin dikarenakan air ombak di pantai tersebut sangat tenang, padahal laut yang berada di Pantai Banyu Meneng langsung dari laut pantai selatan yang terkenal dengan ombaknya yang ganas. Ombak di pantai tersebut bisa tenang karena di depan Pantai Banyu Meneng terdapat pulau yang membuat ombak yang datang dari pantai selatan langsung menghantam bagian pulau tersebut dan membuat ombak yang datang ke bibir pantai pecah.

Kami merencanakan akan nge-camp sekaligus menikmati senja dan matahari terbit di pagi hari yang tentu saja diselingi dengan acara bakar-bakar di malam hari dan ngopi-ngopi bersama. Selanjutnya kami mengestimasi biaya yang akan dikeluarkan per orangnya untuk mendukung kegiatan kami ini yang rencananya akan diaksanakan acara bakar-bakar ikan laut serta ayam potong untuk lauk makan bersama nanti di sana. Setelah perhitungan yang mendetail berdasarkan kebutuhan yang akan kami keluarkan didapatkan angka sebesar Rp60 ribu per orangnya dengan rincian Rp50 ribu untuk kebutuhan makan, minum serta operasional di sana dan Rp10 ribu untuk bensin mobil yang rencananya kami menggunakan 2 mobil untuk ke sana. Semua akhirnya setuju dan langsung prepare untuk berangkat seminggu setelahnya.

Waktu yang ditentukan pun tiba, tepat di hari Sabtu kami berangkat dari Kota Malang sekitar pukul 12.00 WIB dengan jumlah personil yang berangkat sebanyak 13 orang yang dibagi ke dalam dua mobil. Pantai Banyu Meneng sendiri terletak di Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Yahhh kira-kira perjalanan kami ketika menuju Pantai Banyu Meneng memakan waktu 2,5 jam di mana aktifitas lalu lintas terpantau sedang tidak begitu ramai. Sepanjang perjalanan dekat lokasi Pantai Banyu Meneng, kami disuguhi pemandangan hutan-hutan dan juga perkebunan milik warga setempat.

Alhasil sepanjang perjalanan menuju ke sana tidak terasa boring menurut saya. Kurang lebih pukul 15.00 WIB sampailah kami di akses pintu masuk Pantai Banyu Meneng. Akses jalan masuk menuju Pantai Banyu Meneng masih berjenis jalan makadam, di mana jalan tersebut masih berupa jalan tanah yang di atasnya diberi bebatuan lalu di padatkan. Jadi sekedar tips, jika ingin pergi ke Pantai Banyu Meneng sebaiknya jangan menggunakan mobil sedan atau mobil yang memiliki ground clearence yang rendah alias ceper. Karena akan sangat menyusahkan sekali berjalan di jalanan makadam jika menggunakan mobil tersebut.

Setelah melewati jalan makadam selama kurang lebih 20 menit kami akhirnya sampai di loket pembayaran masuk wisata Pantai Banyu Meneng. Tarif masuk di Pantai Banyu Meneng dihitung berdasarkan kendaraan yang digunakan, kami merogoh kocek sebesar Rp.10.000,00 untuk 2 mobil yang hitungannya biaya masuk per mobil hanya Rp. 5.000,00 angka yang menurut saya sangat worth it karena biasa biaya masuk ke tempat wisata alam pantai dihitung berdasarkan per orangan yang masuk ke tempat wisata tersebut. Ohiya, di Pantai Banyu Meneng sendiri memiliki fasilitas yang cukup lengkap sebagai tempat wisata alam. Fasilitas yang disedikan yaitu kantin, mushola dan juga WC, jadi kalian tidak perlu bingung ketika lapar kalian bisa langsung ke kantin, juga untuk beribadah sudah disediakan mushola dan bila perut kalian tidak bisa berkompromi karena ada “hal” yang harus dikeluarkan kalian tidak perlu bingung karena ada fasilitas WC yang bisa dijangkau.

Setelah membayar, kami langsung pergi ke area parkir yang disediakan dan langsung membangun tenda di area sekitar bibir pantai. Suasana tempat pantai pada hari kedatangan kami kebetulan lumayan sepi jadi kami bisa leluasa untuk memilih tempat yang akan dibangun tenda nantinya. Sekedar tips, untuk pemilihan tempat yang akan dibangun tenda jangan sampai terlalu dekat bibir pantai, dikarenakan jika air laut pasang di malam hari bisa dipastikan tenda kalian akan berubah fungsi menjadi perahu alias akan tergenang (hahahaha).

Tempat yang akan didirikan tenda pun sudah kami sepakati berada di sela-sela pohon kelapa agar nantinya angin yang datang tidak langsung mengenai kami. Sekitar 15 menit kami memasang tenda akhirnya sudah selesai, selanjutnya beberapa dari kami ada yang membuat kopi dan juga teh hangat dan ada juga yang memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar bibir pantai lalu berenang di pantai sembari menunggu senja datang.

Air di Pantai Banyu Meneng sangat tenang dengan sesekali ombak berfrekuensi rendah datang menambah rasa nyaman dan aman ketika berenang di pantai tersebut. Sekitar pukul 17.00 WIB cahaya senja yang menghangatkan menyinari area Pantai Banyu Meneng, ditemani kopi dan teh hangat kami bersama menikmati senja yang menerpa Pantai Banyu Meneng kala itu dan tentu saja diselingi dengan bercandaan khas yang biasa kami lakukan di warung kopi (hahahha).

(photo source: dokumentasi pribadi)

Setelah menikmati senja, kami bergegas bersih-bersih diri dan setelah itu menyiapkan makan malam. Rencana menu makan malam kami adalah ikan bakar dan juga iga bakar, lengkap dengan nasi hangat yang kami beli dengan mahar hanya Rp30 ribu di warung yang berada di sekitar pantai. Kurang lebih 45 menit akhirnya makan malam sudah siap, kami mengambil posisi duduk memutar di atas tikar yang sudah kami bawa dan tidak lupa menyetel musik playlist reggae dengan sound speaker bluetooth agar menambah suasana santai di pinggir pantai (hahaha).

Selesai makan, kami duduk bersantai ditemani secangkir kopi, bermain kartu, dan juga menyanyi bersama diringi alunan gitar yang kami bawa untuk menikmati waktu sebelum kami beristirahat. Tepat pukul 24.00 WIB kami memutuskan untuk kembali ke tenda masing-masing untuk beristirahat. Setelah kurang lebih 4 jam tertidur, saya akhirnya bangun dan langsung melaksanakan bersih-bersih diri dan ibadah. Sembari menunggu teman-teman yang lain bangun, saya duduk-duduk di pinggiran pantai menikmati deburan ombak dan angin di pagi hari serta menunggu sunrise datang.

Melihat sunrise secara langsung di pantai merupakan pengalaman pertama saya. Sekitar pukul 05.00 WIB-an akhirnya sunrise sudah dapat terlihat, dengan pancaran warna jingga menambah kesan hangat. Ketika matahari mulai nampak, pemandangan siluet yang terjadi di pulau-pulau yang ada di sekitar pantai menambah keindahan yang pagi itu saya rasakan. Singkat cerita kami semua pulang kembali ke Malang di pukul 08.00 WIB dan diperjalanan pulang terjadi kemacetan karena memang banyak wisatawan yang datang di hari minggu. Maka dari itu, sedikit tips yang bisa saya berikan jika ingin berencana untuk nge-camp di Pantai Banyu Meneng sebaiknya dilakukan di hari Sabtu atau Jumat dan pulang di hari selain Minggu karena wisatawan yang berkunjung di Pantai Banyu Meneng di hari Minggu sangat banyak sekali.

(photo source: dokumentasi pribadi)

Sekian cerita travelling saya dan teman-teman saya. Semoga bisa memberikan gambaran jika ingin menikmati liburan wisata alam yang ada di Malang Raya selain wisata gunung dan air terjun ternyata di Malang Raya juga terdapat pantai yang bagus-bagus dan sayang untuk di lewatkan. Dan yang terakhir dari saya, kalian wajib untuk mencoba sensasi nge-camp di pantai yang ada di Malang Raya terutama Pantai Banyu Meneng karena suasana sunset dan sunrise serta ombak yang tenang disana benar-benar membuat suasana yang santai setelah penat dengan hiruk pikuk kegiatan di kota. Sekian dari saya semoga bermanfaat. Sampai Jumpa!

 

Penulis: Muhammad Mahesa Ramadhan

Instagram: @mahesaarama

Twitter: @mahesaarama

Facebook: Mahesa Ramadhan

Press Enter To Begin Your Search
×