Loading...

sumba

(photo source: dokumentasi pribadi)

Pesona keindahan alam Sumba bagaikan surga yang jatuh ke bumi Indonesia. Tidak diragukan lagi, keelokan garis pantai nan biru juga deretan barisan perbukitan tengah menjadi primadona wisata di tanah Sumba. Namun, tahukah kamu kalau Sumba juga menyimpan surga lain yang tidak kalah menarik? Air terjun di alam Sumba juga memiliki keindahan tersendiri yang mampu mencuri perhatianku dan juga wisatawan lainnya saat berkunjung ke Sumba. Pengalaman tak terlupakan saat berkunjung ke Sumba adalah ketika aku harus mendaki gunung dan turuni lembah saat berpetualang menuju Air Terjun Tanggedu.

Air Terjun Tanggedu terletak cukup jauh dari pusat kota Waingapu, jaraknya sekitar 46 kilometer. Kamu bisa mencapainya dengan mengendarai mobil atau motor selama kurang lebih 2 jam perjalanan. Belum ada transportasi umum yang beroperasi dari pusat kota Waingapu menuju lokasi. Air terjun ini terletak di Desa Tanggedu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur. Untuk mencapainya, kamu harus trekking dari Desa Tanggedu selama kurang lebih 45 menit melalui Desa Mondu dan Kampung Adat Painatang.

Perjalanan menuju Air Terjun Tanggedu bisa dibilang cukup panjang dan penuh perjuangan. Kamu harus berjalan kaki menyeberang sungai, membelah bukit, dan menyusuri padang savana. Belum lagi terik matahari Sumba yang serasa membakar kulit dan memicu keringat. Bahkan ada satu titik perjalanan yang mengharuskan kita sedikit memanjat tebing dengan bantuan tali tambang yang telah tersedia di sana. Wah, benar-benar menantang adrenalin dan menguras tenaga.

Di tengah perjalanan aku berpapasan dengan wisatawan lain yang  sepertinya sudah selesai berkunjung dan ingin kembali. Mereka memberikanku semangat untuk melanjutkan perjalanan sambil mengiming-imingi keindahan air terjunnya. Aku juga sempat bertemu dengan warga desa sekitar saat sedang berhenti sejenak untuk beristirahat. Sambil sedikit berbincang dan bertegur sapa, kami juga sempat mengambil beberapa foto bersama. Lelah jadi tidak berasa karena dapat berjumpa dengan orang-orang baru yang luar biasa. Betul saja, semua lelah itu akhirnya terbayarkan saat tiba di tujuan. Tidak ada satu hal pun yang mengecewakan dari panorama yang disajikan Air Terjun Tanggedu.

Keberadaan Air Terjun Tanggedu ini bagaikan oase tersembunyi di tengah panasnya matahari Sumba saat itu. Airnya yang berwarna hijau kebiruan memberikan kesan sejuk diawal pandangan pertama. Setelah aku merasakan langsung kejernihan airnya yang dingin, semua jerih lelah selama perjalanan terasa pudar. Rasanya seperti membangkitkan hasrat untuk segera terjun ke dalamnya. Pemandangan tebing yang tinggi serta hijaunya pepohanan yang bersembunyi di balik bukit, menambah kekagumanku akan Pencipa semesta yang menitipkan setitik surga tersembunyi ini di alam Sumba.

(photo source: dokumentasi pribadi)

Tidak seperti air terjun biasanya, Air Terjun Tanggedu hanya memiliki ketinggian kurang lebih 8 meter saja, namun arus airnya cukup deras. Air terjun ini dikelilingi oleh bebatuan besar yang berlapis-lapis. Batu-batuan tersebut membentuk kolam pemandian alami yang tersebar disepanjang areanya. Relief tebing-tebing disekitar air terjun sangatlah unik dan berbeda dengan air terjun pada umumnya. Bukit-bukit besar nan tinggi berdiri anggun mengapit seluruh penjuru kawasan air terjun.  

Debit Air Terjun Tanggedu bisa dibilang cukup deras sehingga sangat cocok untuk kamu yang hobi rafting dan tubing. Sekedar berendam dan berenang santai juga bisa kamu lakukan, mengingat kedalaman sungai dan kolam yang mengitari air terjun tidak terlalu dalam. Aku mencoba terjun indah dari salah satu batu besar dekat air terjun utama setinggi kurang lebih 5 meter. Wah, sensasinya luar biasa, sangat memacu adrenalinku. Kamu berani mencoba?

Panorama Air Terjun Tanggedu masih sangat alami dan asri. Lingkungannya juga masih bersih dari sampah dan tidak ada vandalisme sama sekali. Sekedar duduk tenang sambil menikmati suasana pepohonan hijau dibalik perbukitan adalah hal yang cocok dilakukan kalau kamu ingin bersantai ria. Nyanyian burung-burung pun masih terdengar walau samar-samar, hembusan angin yang kencang menambah kesegaran dan keteduhan alamnya. Jangan lupa untuk mengabadikan momen keseruanmu di Air Terjun Tanggedu dengan berfoto dari berbagai angle.

(photo source: dokumentasi pribadi)

Fasilitas di sekitar area Air Terjun Tanggedu masih sangat terbatas. Saat itu belum ada banyak penjual makanan atau minuman yang membuka lapak. Aku ingat betul, hanya ada satu orang penjual air kelapa muda di sana, itu pun posisinya di bawah sekali, sekitar 1 kilometer dari tempat parkir. Belum ada kamar mandi atau tempat bilas di sana, namun ada beberapa gua-gua kecil yang menempel pada tebing dan bisa disiasati untuk digunakan sebagai ruang ganti. Benar-benar masih alami dan belum terjamah oleh pembangunan fasilitas. Tapi tenang, di dekat tempat parkir, ada beberapa rumah warga yang membuka kedai makanan dan minuman juga menyediakan toilet dan kamar mandi. Jika kamu ingin menginap, kamu bisa menggunakan rumah warga desa sebagai homestay selama bermalam di sana.

Nah, buat kamu yang ingin mencoba sensasi keeksotisan Air Terjun Tanggedu yang bersembunyi dibalik keindahan alam Sumba, ada baiknya kamu mengikuti 5 tips sebagai berikut supaya liburanmu semakin menyenangkan:

  1. Pakailah baju yang nyaman supaya tidak kegerahan karena terik matahari Sumba disiang hari sangatlah ganas. Sediakan juga sunblock, topi, kacamata dan alat tempur lain untuk melawan sinar uv matahari.
  2. Jangan lupa membawa pakaian renang dan baju ganti! Sudah jauh-jauh ke Tanggedu, rugi rasanya jika tidak mencoba sensasi berendam di sana.
  3. Hindari akhir pekan jika ingin menikmati suasana Tanggedu yang sepi dari wisatawan. Ketenaran Air Terjun Tanggedu belakangan ini sangat menarik perhatian para wisatawan yang kebanyakan berkunjung di akhir pekan. Jadi, sebaiknya datanglah kesini saat weekdays ya.
  4. Pergilah pagi-pagi sekali, agar cuaca lebih bersahabat dan tidak terlalu panas. Kamu juga bisa punya waktu yang panjang untuk menikmati alam sambil bermain air.
  5. Tidak perlu membawa barang bawaan yang berlebihan, cukup bawa bekal makanan dan minuman juga kebutuhan pribadi yang sekiranya penting. Ingatlah bahwa kamu akan trekking kurang lebih 45 menit. Bawaan yang ringan akan mengurangi bebanmu saat trekking.

Entah bagaimana pesona Air Terjun Tanggedu di alam Sumba bisa menghipnotisku dan membuatku berkeinginan untuk kembali lagi suatu saat nanti. Tidak masalah kalau aku harus mendaki gunung dan menuruni lembah untuk bisa kembali bertemu dengan keelokan Air Terjun Tanggedu. Kamu wajib mampir ke Air Terjun Tanggedu jika kamu sedang berkunjung ke Sumba. Tapi jangan salahkan aku kalau kamu juga ikut terhipnotis dengan pesona keindahan alamnya yah!

 

Penulis: Dewi Lestari Natalia

Instagram: deenataliaa

Twitter: deenatalia

Facebook: Dewi Lestari Natalia Marpaung

Press Enter To Begin Your Search
×