Loading...

Sumber: www.unsplash.com

Musim libur awal tahun memang ditunggu-tunggu oleh kebanyakan orang. Terlebih karena waktu liburnya yang panjang daripada libur pertengahan tahun. Bagi mahasiswa seperti saya, libur awal tahun adalah waktunya melepas penat setelah melewatkan pembelajaran satu semester. Bulan Februari 2020 saya bersama 9 teman berencana untuk liburan ke pulau Bali dan pulau Nusa Penida menggunakan sepeda motor. Tepatnya tanggal 12 Februari kami berangkat menuju tujuan pertama yaitu di Banyuwangi. Dengan persiapan yang seadanya bahkan bisa dibilang kurang matang, kita berangkat dari Malang saat itu tepatnya hari Kamis.

Setelah menempuh perjalanan selama 6 jam akhirnya kami sampai di Banyuwangi dan kami langsung menuju rumah teman kami. Di sana kami menginap satu malam sembari menyiapkan hal-hal yang belum kami bawa dari Malang. Setelah istirahat selama satu malam kami pun memulai perjalanan kembali selepas sholat subuh menuju pelabuhan Ketapang. Dan tidak lupa di tengah perjalanan pun kami membeli sarapan untuk mengisi tenaga. Setelah menempuh perjalanan cukup lama, kami sampai di Pelabuhan Ketapang untuk menyebrang ke pulau dewata Bali.

Setelah menunggu kapal hampir 2 jam, akhirnya kami berlayar pukul 11.00. Setelah satu jam berlayar kami pun sampai di Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Kami pun langsung menuju rumah kami di daerah Negara, Bali Barat. Kami melaksanakan sholat jumat kemudian mulai merancang jadwal dan destinasi yang akan kami tuju. Bisa dibilang traveling kali ini adalah modal nekat. Dengan bekal dan uang saku seadanya serta minimnya informasi yang kita dapat untuk menuju destinasi-destinasi wisata yang kita tuju di pulau Bali yang hanya berbekal mencari di internet.

Setelah kembali menginap satu malam di rumah teman kami, pagi hari sekitar pukul 05.00. Kami langsung melakukan perjalanan ke destinasi wisata yang pertama yaitu Alam Sambangan–The Secret Valley Club yang terletak di daerah Jl. Raya Desa Sambangan, Kec. Sambangan, Kab. Buleleng Bali. Kolam renang yang bernuansakan panorama ala mini memang sangat memanjakan mata, selain tujuan kami di sini untuk mandi juga untuk memanjakan mata dengan keindahan alam di sini. Setelah cukup puas mandi dan menikmati panorama alam di Alam Sambangan.

Setelahnya, kami langsung menuju destinasi kedua. Perjalanan kami kali ini bisa dibilang unik karena kalau orang-orang pada umumnya berwisata ke Bali melalui jalur selatan Bali atau dari Pelabuhan langsung menuju ke Denpasar tetapi kalau kami ingin mengulik sisi lain dari Bali, kami lebih memilih menyusuri jalur utara dari pulau Bali.

Nah, destinasi wisata kedua kami yaitu Bukit Cemara yang berada di daerah Karangasem Bali. Bukit yang terletak di samping gunung agung ini memiliki ketinggian 1061 mdpl ini cukup unik karena kalau kebanyakan bukit sulit diakses dengan sepeda motor, tetapi lain dengan bukit ini karena sepeda motor bahkan mobil pun bisa sampai atas bukit ini.

Kami tiba di Bukit Cemara ini menjelang waktu maghrib dan kami langsung mendirikan tenda karena melihat cuaca saat kami tiba berkabut dan sedikit gerimis. Tetapi kami mendapatkan keajaiban, pada malam hari bukit cemara yang kami tempati untuk camping dan menginap satu malam di sini langit dan cuaca malam harinya begitu cerah dan banyak sekali bintang yang nampak dekat sekali dengan kami.

Wisata alam Sambangan

Pagi harinya setelah camping di Bukit Cemara kami langsung menuju Pelabuhan Padang Bai tempat untuk menyebrang ke Nusa Penida. Dari Bukit Cemara ke Pelabuhan Padang Bai ini cukup dekat hanya berjarak kurang lebih 30 KM. Sampai lah kami di Pelabuhan Padang Bai saat itu pukul 10.00 kami sampai tetapi ada sedikit kendala. Karena kembali minimnya informasi tentang tempat tujuan kami, akhirnya kami terkendala dengan jadwal kapal yang akan kami tumpangi.

Kapal di Pelabuhan ini yang menyebrang ke Nusa Penida hanya berlayar 2x sehari yaitu pukul 08.00 dan 16.00. dan setelah berdiskusi akhirnya kami pun memutuskan untuk menunggu. Sembari istirahat kami pun didatangi oleh sekumpulan orang yang menawarkan jasa penyebrangan kapal speedboat untuk ke Nusa Penida. Dan kami hampir setuju dengan tawaran para calo itu, tetapi kami mengingat perjalanan kami untuk kembali ke Jawa masih panjang dan membutuhkan biaya yang banyak.

Karena jika kami naik speedboat ini tiketnya Rp150 ribu per orang dan kalau kapal Feri yang hanya berlayar 2x sehari tiketnya hanya Rp25 ribu per orang, sangat jauh selisih harganya. Setelah mencari-cari informasi kembali kami memutuskan untuk pindah pelabuhan penyebrangan yaitu ke Pelabuhan Tribuana di daerah Kusamba, Kabupaten Klungkung. Setelah sampai di Kusamba, kami pun menitipkan sepeda motor kami di penitipan motor Pelabuhan dengan biaya sewa Rp5 ribu per motor karena kami akan menyebrang menggunakan fastboat yang tidak bisa dinaiki dengan motor. Dengan membayar tiket fastboat Rp50 ribu per orang kita menyebrang ke Nusa Penida dan bersandar di Dermaga Sampalan, Nusa Penida.

Setibanya di dermaga, kami langung ditawari persewaan sepeda motor dengan membayar Rp70 ribu per motor. Karena pulau Nusa Penida ini merupakan pulau kecil, jadi dari satu wisata ke wisata lain bisa ditempuh dengan sepeda motor dengan waktu yang lebih singkat. Setelah menyewa motor, kami pun langsung menuju destinasi wisata yang pertama yaitu Kelingking Beach yang menjadi ikon dari Nusa Penida.

Sampai di Kelingking Beach kami langsung menikmati keindahan pantai yang disuguhkan di Kelingking Beach hanya dengan membayar parkir sepeda motor Rp50 ribu. Tanpa disadari waktu sudah menjelang malam, sebenarnya kami berencana langsung menuju pantai yang lain tetapi setelah diberi masukan oleh masyarakat sekitar Kelingking Beach, kami pun disarankan untuk menunda perjalanan sampai esok hari dan diizinkan untuk mendirikan tenda di sekitar Kelingking Beach.

Kelingking Beach

Setelah menginap satu malam di Kelingking Beach, paginya kami langsung menuju Broken Beach yang hanya ditempuh dalam waktu 15 menit dari Kelingking Beach. Rencana kami sebenarnya ingin menelusuri Nusa Penida dalam waktu 1 hari, tetapi ternyata tidak mencukupi waktunya. Jadi kalau ingin menelusuri banyak wisata di Nusa Penida bisa ditempuh dalam waktu minimal 3 hari. Setelah dari Broken Beach kami langsung menuju ke dermaga sampalan untuk kembali menuju pulau Bali.

Kemudian kami menuju ke daerah Nusa Dua karena jauh hari kami sudah booking hotel di daerah dekat dengan GWK. Setibanya di hotel, kami istirahat dan sore harinya menikmati Pantai Melasti karena dekat dengan tempat kita menginap. Di Melasti kita membayar tiket masuk Rp10 ribu per orang. Kami menginap selama 2 hari di hotel tersebut dan menjadi akhir perjalanan kami di Pulau Bali dan Pulau Nusa Penida.

Broken Beach

Sedikit tips dari kami seandainya ingin traveling ke Nusa Penida naik sepeda motor, yang pertama kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya. Kedua, siapkan bekal dan uang saku minimal Rp1 juta karena makanan dan minuman di Nusa Penida harganya lumayan mahal, dengan catatan tidurnya mendirikan tenda sendiri. Ketiga, jika ingin menyebrang ke Nusa Penida dengan murah melalui Pelabuhan Tribuana, kalau memang mempunyai cukup uang juga bisa melalui Pelabuhan Sanur tetapi agak mahal 5x lipat harga tiket di Pelabuhan Tribuana.

 

Nama Penulis: Vikky Hidayatulloh

Instagram: vikkyceng18

Facebook: Vikky Hidayatulloh

Press Enter To Begin Your Search
×