Loading...

Halo nama ku Krisna, inilah cerita pengalaman ku low budget trip ke Bogor. Walaupun Bogor telah sering menjadi tujuan pergi diakhir pekan dengan keluarga ku, tetapi ada hal yang membedakan dalam trip kali ini. Sebab di dalam trip ku kali ini merupakan pengalaman pertama ku untuk bisa pergi keluar kota tanpa orangtua, maupun study tour sekolah dan hanya bersama teman-teman.

Trip kali ini pada tanggal 5 Oktober 2019, aku pergi bersama dengan 3 teman sekolah ku (Danny, Dicko, dan Dwi) menggunakan KRL dari Stasiun Tanah Tinggi. Kami yang berangkat dari Stasiun Tanah Tinggi sekitar pukul 07.00 hanyalah bertiga yaitu aku, Danny, dan Dwi, lalu Dicko akan naik kereta yang sama dan masuk ke gerbong yang sama dari Stasiun Rawa Buaya.

Sebenarnya kami telah merencanakan menaiki kereta pada pukul 06.30, akan tetapi Dwi itu datang telat sehingga kami naik kereta pada pukul 07.00. Perjalanan yang diawali dari jam 07.00 itu akhirnya tiba di Stasiun Duri untuk transit. Lalu melanjutkannya lagi langsung menuju Bogor dan tiba di Stasiun Bogor pada sekitar jam sembilan.

Sesampainya di Bogor, tujuan awal kami sebenarnya adalah Gereja Katedral Bogor untuk istirahat dan makan siang serta mengganti baju batik untuk destinasi selanjutnya yaitu Museum Kepresidenan Balai Kirti akan tetapi gereja sedang ramai karena sedang berlangsungnya misa pemberkatan pernikahan. Oleh karena itu kami mengubah haluan ke arah Gereja Zeboath (Gereja Ayam Bogor) yang terletak di ujung jalan.

Tidak jauh dari katedral dan kami memilih tempat itu pula karena tepat bersebelahan dengan pintu masuk museum. Gedung gereja ini telah berdiri sejak zaman kolonial dan tetap aktif menjadi sarana kebaktian umat kristiani. Kami baru masuk ke dalam museum dengan mengikuti prosedur yang telah tertera maka kami masuk pada pukul 12.00 sesuai jam reservasi dari surat permohonan kunjungan yang telah dikirim seminggu lalu. 

FYI, Museum Kepresidenan Balai Kirti ini terletak di dalam areal Istana Presiden Bogor dan tidak dipungut biaya sepeser pun. Anda hanya cukup mengirim surat permohonan kunjungan dan itu yang akan menjadi tiket kalian masuk ke dalam museum. Di sana kita dapat mempelajari tentang sejarah dari presiden terdahulu kita yang pernah menjabat.

Setelah mengunjungi Museum Balai Kirti kami melanjutkan untuk ke Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia (MUNASIN) dengan tiket masuk Rp5 ribu serta Museum Tanah dan Petanian yang gratis. Lalu kami pun beranjak ke Jalan Surya Kencana, kami pun mampir ke Kelenteng Dhanagun (Hok Tek Bio) untuk beribadah, memohon keselamatan selama perjalanan. Di kelenteng ini terdapat dewa utama, yaitu Hok Tek Tjeng Sin (Dewa Kemakmuran) dan juga terdapat dewa dewi lainnya sebagaimana pelindung bagi setiap orang dan terutama khususnya untuk Kota Bogor agar senantiasa makmur.

Pada trip ku kali ini, aku dan teman-teman berkesempatan untuk menginap di Vihara Buddhasena di Batutulis selama 1 malam dan aku pun juga berkesempatan mengisi ceramah untuk Sekolah Minggu Buddhis (SMB) di vihara tersebut. Pada malam harinya, kami sempat keluar dari vihara untuk mencari jajanan dan makan malam, tetapi restoran yang kami tuju sudah close order. Akhirnya kami membeli mie instan dan bubur instan untuk makan malam itu, maklumlah low budget juga, hehe.

Keesokan harinya, kami membeli bubur di depan vihara, kebaktian pagi dan aku mengisi acara SMB di Vihara Buddhasena.

Sumber: Dokumen pribadi

Seselesainya di Buddhasena kami beranjak ke Jalan Surya Kencana lagi, makan siang dan juga mampir ke Kupic Gelato (Gelato ini jadi basecamp kami di Bogor lho hehe) 1 cup kecilnya hanya Rp10 ribu, Gelato ini menjadi destinasi terakhir kami di Bogor. Inilah cerita pengalaman ku liburan low budget dengan teman teman sekaligus mendapat kesempatan untuk berbuat baik. Sekian.

 

Penulis: Krisna Mulyadi

Instagram: kris_tjoa

Press Enter To Begin Your Search
×