Loading...

(photo source: pixabay.com)

Halo semuanya, kangen banget ya liburan karena lagi pandemi seperti ini seluruh kegiatan kita dibatasi. Tapi karena sekarang sudah masuk ke masa new normal adaptasi kebiasaan baru, tempat-tempat wisata sudah mulai dibuka lagi. Selama stay at home ini aku ngerasa bosen dan jenuh banget karena aku itu orangnya suka mencari pengalaman baru dan seneng banget jalan-jalan juga traveling.

Kalian tahu Bali kan? Tentu saja siapa yang tidak tahu pulau yang penuh budaya, kesenian, ragam indah alam juga manakan khas yang selalu diimpikan oleh seluruh pelancong baik dalam maupun luar negeri. Aku punya impian untuk pergi ke Bali. Tapi bukan liburan umum seperti yang orang-orang cari di sana. Aku ingin sekali mengeksplorasi mengenai kebudayaan yang ada dikehidupan Bali, juga kesenian-kesenian khas Bali, juga keindahan alam yang Bali miliki.

Orang-orang pasti akan berasumsi bahwa belum ke Bali jika kalian tidak menonton pertunjukan kecak, atau pergi ke Pantai Kuta, atau Jimbaran dan pantai lainnya. Aku ingin ke Bali bukan mencari itu. Tapi ingin rasanya memiliki pengalaman untuk tinggal di rumah-rumah warga. Juga ikut keseharian mereka di sana. Bertani, upacara adat, atau melakukan kegiatan keseniannya. Karena Bali memiliki adat istiadat yang sangat lekat dan menarik untuk dicari tahu.

Kalian tahu? Warga Bali sangat menghormati tumbuhan. Karena tumbuhan menghidupi umat manusia baginya. Salah satu buktinya adalah adanya upacara adat untuk menghormati tumbuhan di Bali. Disebut proses tumpek uduh atau tumpek wariga. Waktu tumpek yang datang setiap enam bulan hitungan kalender Bali itu, umat Hindu Bali mengupacarai tumbuh–tumbuhan yang telah banyak membantu manusia dalam kehidupannya.

Ada salah satu destinasi Desa wisata yang belum banyak tereskpos oleh dunia. Ialah Desa Wisata Kerta Payangan. Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar merupakan daerah perbatasan dengan Kabupaten Bangli. Meski demikian, tampaknya ingin juga ambil andil dalam memajukan pariwisata. Seperti langkah yang dilakukan oleh Desa Kerta, Payangan dengan meresmikan Desa Wisata yang menonjolkan potensi lokalnya.

Desa ini memiliki empat wisata unggulan. Desa Kerta yang termasuk Desa Bali Aga itu, dikemas khusus agar menarik dan kian dikenal wisatawan domestik maupun mancanegara.

Destinasi wisata munduk Asri (photo source: google.com)

Pertama Wisatawan diperkenalkan dengan alam sekitar yang ada di desa setempat, mulai sungai hingga air terjunnya dan juga alam (hutan adat, hutan bambu, area persawahan, perkebunan jeruk, dan perkebunan organik yang didukung dengan nilai historis dan pemandangan yang indah).

Kedua adalah potensi daya tarik wisata pertanian yang disebutnya sebagai agrowisata. "Agrowisata itu sebagai pengenalan terkait hasil pertanian yang ada. Mulai dari proses penanaman sampai panen," paparnya.

Potensi ketiga adalah daya tarik wisata budaya. Wisatawan diperkenalkan dengan sistem pemerintahan yang ada di desa setempat dengan sistem Bali Aga yang disebut Ulu Apad dan (situs sarkofagus, tradisi Bali Aga, dan Pura Alas Angker dengan cerita-cerita bersejarah yang sangat kental).

Dan, potensi keempat adalah daya tarik wisata aktivitas industri warga setempat, mulai dari penggunaan kain hingga kulit yang dijadikan tas dan sandal. Juga tambahan potensi buatan (Bumi Perkemahan Puncak Sari, Jalur tracking dan cycling, Wisata Munduk Asri).

Itulah beberapa destinasi wisata di Bali yang tidak biasa, namun masih memberikan kesan Bali dalam pengalamannya. Lebih mendekat kepada alam untuk belajar mencintai alam. Begitulah traveling yang benar-benar saya ingin laksanakan. Karena membeli pengalaman tidak akan merasa rugi dibandingkan membeli barang.

Sekian dari saya, semoga teman-teman suka dengan infromasi yang saya berikan dan semoga membawa inspirasi bagi kita semua juga kesadaran untuk menjaga dan melestarikan lingkungan kita semua. Dan untuk teman-teman yang suka dengan wisata alam dan budaya. This is for you.

 

Penulis: Ananda Aulia Dewi

Instagram: anandandha

Twitter: Caritauajaya

Press Enter To Begin Your Search
×