Loading...

 

Sesuai dengan judul di atas kali ini saya akan menceritakan bagaimana liburan di kota Sungai Penuh. Mungkin banyak yang tidak tahu dengan kota ini, “Sekepal tanah dari surga” itulah julukan kota Sungai Penuh ini. Kota Sungai Penuh terletak di provinsi Jambi, tapatnya di bawah kaki gunung kerinci, gunung kerinci mungkin tidak asing lagi kita dengar, gunung kerinci adalah salah satu gunung api tertinggi yang masih aktif di pulau Sumatera. Ok next kembali ke kota sungai penuh, Oh iya saya jadi lupa memperkenalkan diri saya, sangkin keasyikan jadi lupa deh.

Perkenalkan nama saya Erik Suwandy anak dari bapak Sersan Suratman dan ibu Padilah. Perjalannan dari kota Medan ke kota Sungai Penuh bisa dibilang tidak terlalu ribet meskipun perjalanan melalui via darat. 

Saya berangkat dari terminal bus jalan Amplas kota Medan jam 14.00 WIB. Memilih Bus rute Sumatera Utara ke Sumatera Barat perjalanan yang cukup panjang memakan waktu 24 jam dengan ongkos Rp190 ribu. Sesampainya saya di Sumatera Barat jam 14.00 WIB, 24 jam duduk di bangku bus perjalanan yang sangat membosankan. Sampai di terminal bus di kota Padang, lanjut saya mencari bus travel menuju ke kota Sungai Penuh, akhirnya saya dapat bus travel yang rute padang ke kota sungai penuh dengan membayar tiket Bus Rp90 ribu dan saya harus menunggu keberangkatan bus sampai jam 19.00 WIB.

Sambil menunggu busnya berangkat, saya pun membersihkan diri dulu. Jam sudah menunjukkan 19.00 bus mulai mengisi bagasi mobilnya dengan barang penumpang setelah selesai bus pun mulai berangkat, perjalanan pun dimulai waktu tempuh dari kota Padang ke kota sungai penuh sekitar 5 jam. Sesampainya, saya di kota Sungai Penuh jam 01.30 WIB dan saya meminta supir bus travel untuk langsung mengantar ke penginapan hotel yang sudah saya booking di hari sebelumnya. Penginapan hotel di kota sungai penuh ini bisa dibilang murah mulai kisaran harga Rp100 ribu saja. 

Sesampainya di penginapan, saya konfirmasi kepada resepsionis hotel untuk menunjukkan kamar yang saya pesan dan setelah sampai, saya pun langsung tertidur pulas. Paginya saya terbangun saya langsung beres beres barang mana yang akan dibawa barang mana yang akan di tinggal di hotel. Di kota sungai penuh ini sangat banyak tempat-tempat wisata, contohnya “gunung kerinci, danau gunung tujuh, danau kerinci, danau kaco, air terjun teluk berasap, bukit puncak, bukit khayangan. Tapi sayang kota ini belum banyak orang yang tahu."

Sekian banyak tempat wisata di kota ini, saya memilih untuk traveling ke bukit puncak. Perjalanan dari pusat kota ke bukit puncak sekitar 15 menit dengan menyewa ojek. Saya mulai berjalan menuju ke bukit puncak, sesampainya di pintu masuk saya harus membeli tiket dengan harga Rp15 ribu dan mengisi buku tamu.

Foto diambil dari Instagram pribadi eriktbk

Dengan udara dingin sejuk, saya merasa betah di sini. Di bukit puncak ini ada satu cafe yang di kelola oleh pengurus tempat wisata ini. Di cafe itu kami bisa pesan makanan dan minuman. Harga makanan dan minuman di cafe itu pun sangat ekonomis. Mie instan di harga Rp10 ribu kopi hitam di harga Rp5 ribu.

Saya duduk santai sambil ngobrol-ngobrol kecil sama teman melihat pemandangan ditambah dengan udara dingin ditemani secangkir kopi hitam sungguh indah alam indonesia ini.

Sumber foto di ambil dari Instagram pribadi eriktbk

Setelah puas keliling-keliling di bukit puncak, tidak terasa haripun mulai larut malam. Saya memutuskan untuk kembali ke hotel penginapan saya. Setelah sampai nya saya di penginapan saya melihat hasil foto-foto di bukit puncak.

Sumber foto di ambil dari Instagram depati coffee. 

Mata saya pun mulai ngantuk pengen istirahat tidur. Ok untuk cerita selanjutnya akan saya bagikan di blog berikutnya tunggu update selanjutnya.

Penulis: Erik Suwandy

Instagram: eriktbk

Facebook: Erik Suwandy

Cropped fav logo@2x
Press Enter To Begin Your Search
×