Loading...

kota bukittinggi

Ilustrasi Foto: Unsplash

Sumatera Barat nggak hanya punya Padang yang bisa dijelajahi. Ada Kota Bukittinggi yang bisa kamu tempuh kurang lebih 3 jam perjalanan. Selain punya destinasi wisata alam dan budayanya, kota ini juga punya peninggalan sejarah yang wajib dikunjungi kalau kamu berada di sini. Penarasan seperti apa peninggalan sejarahnya? Yuk, simak pilihan versi RedDoorz di bawah ini.

Kota Bukittinggi, Kota yang Kaya dengan Peninggalan Sejarah

Sejarah Kota Bukittinggi nggak luput dari perjuangan bangsa Indonesia tempo dulu dalam mempertahankan Republik Indonesia dari para penjajah. Sekian tahun berlalu, kini kota tersebut banyak meninggalkan warisan sejarah sebagai pengingat untuk generasi selanjutnya agar selalu dilestarikan.

Berikut ini adalah beberapa peninggalan yang telah dijadikan sebagai destinasi wisata untuk wisatawan yang berkunjung. Check this out!

Benteng Fort de Kock

kota bukittinggi

Ilustrasi Foto: Unsplash

Benteng Fort de Kock dibangun pada tahun 1826 sebagai penghargaan kepada Hendrik Merkus Baron de Kock. Dulunya benteng ini dinamakan ‘Sterreschans’ yang punya arti benteng pelindung. Setelah itu diubah menjadi Fort de Kock yang diambil dari nama Bukit Jirek, tempat benteng itu didirikan.

Pada saat itu terjadi pertikaian antara kaum adat dan kaum muslim yang sudah berlangsung selama satu dekade. Kaum adat meminta bantuan tentara Hindia-Belanda, sehingga tentaran Hindia-Belanda dengan bebasnya mendirikan banyak benteng dan salah satunya benteng ini.

Keadaan Benteng Fort de Kock saat ini sudah banyak perubahan setelah dilakukan renovasi pada tahun 2002. Bangunannya kini berwarna putih dengan tinggi 20 meter yang dilengkapi dengan Meriam peninggalannya.

Walaupun sudah berbeda dari yang aslinya, keberadaan benteng ini adalah bukti bahwa Belanda pernah menanamkan kekuasaannya di Kota Bukittinggi.

Benteng tersebut kini digunakan untuk melihat pemandangan Kota Bukittinggi dan juga sering diabadikan oleh pengunjung ketika berkunjung ke sana.

Lubang Jepang

kota bukittinggi

Ilustrasi Foto: Unsplash

Lubang Jepang terletak di Taman Panorama, Jalan Panorama, Guguk Panjang, Kota Bukittinggi. Lubang ini dibuat selama kurang lebih tiga tahun yang dibuat sebagai perlindungan. Bahkan, lubang ini bisa menahan letusan bom seberat 500 kg.

Pembuatan lubang ini atas perintah dari Letjen Moritake Tanabe, seorang tantara Jepang, dan banyak memakan korban jiwa selama proses pembuatannya.

Untuk membangun lubang tersebut, Jepang mempekerjakan secara paksa orang-orang yang berasal dari Kalimantan, Jawa, dan Sulawesi. Lubang ini punya panjang lebih dari 6 km dan merupakan salah satu lubang terpanjang di Asia dengan kedalaman 49 meter di bawah permukaan tanah.

Lubang Jepang kini menjadi salah satu wisata Kota Bukittinggi dan banyak dikunjungi oleh wisatawan. Untuk memasuki kawasan ini, sebaiknya kamu menyewa pemandu untuk mengetahui kisah di balik pembuatan Lubang Jepang ini.

Jam Gadang

kota bukittinggi

Ilustrasi Foto: Unsplash

Siapa yang nggak tahu peninggalan satu ini? Jam Gadang atau jam besar didirikan pertama kali pada tahun 1926 – 1927 atas hadiah yang diberikan Ratu Wilhelmina, Ratu Belanda.

Pada awal didirikan pada masa pemerintahan Hindia-Belanda, atap dari jam ini berbentuk bulat dengan patung ayam jantan menghadap ke arah timur pada bagian atas. Saat pemerintahan Jepang, bentuk atap diubah menjadi pagoda dan setelah Indonesia merdeka diubah menjadi bentuk gojong atau atap pada rumah adat Minangkabau.

Jam Gadang kini dijadikan sebagai objek wisata dengan taman yang luas di sekitar jam tersebut. Biasanya, taman tersebut digunakan untuk mengadakan acara-acara umum dan juga tempat interaksi masyarakat setiap harinya.

Janjang Koto Gadang

kota bukittinggi

Ilustrasi Foto: Unsplash

Salah satu keunikan Kota Bukittinggi yaitu peninggalan sejarah yang satu ini. Janjang Koto Gadang merupakan lintasan panjang yang terdiri dari banyak anak tangga. Lintasan ini menghubungkan dua nagari yang dibangun pada tahun 1814.

Dahulunya, masyarakat menggunakan lintasan ini sebagai jalur pengantaran logistik dari dua nagari, Nagari Koto Gadang dan Nagari Ngarai.

Janjang Koto Gadang juga punya julukan sebagai ‘The Great Wall of Koto Gadang’ yang juga menyerupai Great Wall di Cina.

Kalau kamu berkunjung ke sini, di sepanjang lintasan kamu akan disuguhi oleh pemandangan hijau yang sangat luas. Kamu juga bisa melihat Jam Gadang dari puncak lintasan dan Taman Panorama di bukit seberang.

Di akhir lintasan, kamu akan berdiri di tengah lembah tempat mengalirnya Batang Sianok.

Istana Bung Hatta

Siapa yang nggak mengenal Bung Hatta? Nah, untuk mengenang jasanya didirikan sebuah istana yang bernama Istana Bung Hatta.

Istana Bung Hatta terletak di Jalan Istana, Bukit Cangang, Kota Bukittinggi. Pada zaman Pemerintahan Kolonial Belanda, istana ini bernama Gedung Tri Arga. Sekitar tahun 1947 dialihfungsikan sebagai kedudukan Wakil Presiden Mohammad Hatta.

Pada saat Belanda berhasil menduduki Yogyakarta, pemerintah menjadikan Kota Bukittinggi sebagai kota pemerintah darurat Republik Indonesia dan menjadikan Istana Bung Hatta sebagai markas Pemerintah Indonesia.

Sekarang, istana ini dijadikan sebagai objek wisata bersejarah peninggalan masa awal kemerdekaan dan juga rumah tamu negara ketika sedang berkunjung.

Mau jalan-jalan sekalian belajar tentang sejarah Kota Bukittinggi bisa banget jadi pilihan trip kamu selanjutnya. Nah, soal hotel kamu nggak perlu bingung karena ada RedDoorz yang bisa diandalkan.

Download aplikasi RedDoorz dan cari hotel di Kota Bukittingi melalui kolom pencarian. Mudah bukan?

Press Enter To Begin Your Search
×