Loading...


Picture by: Nadia Aulia

Siapa yang tidak kenal dengan Jogja. Kota gudeg sebutan nya, kota yang sangat istimewa mampu memberikan getaran yang menghanyutkan bagi siapa saja yang mendengarnya. Jogja layaknya kekasih yang diam-diam menyemaikan benih kerinduan di hatimu. Pribadinya menarik dan mengesankan sehingga tak sedikit orang jatuh cinta kepada Jogja. Jogja itu mempesona, bagai sebuah Indonesia mini yang memiliki puluhan pantai, goa, candi hingga objek wisata mulai dari sejarah hingga yang kekinian atau instagramable.  Jogja memiliki alur kehidupan yang berbeda dari kota-kota lainnya. Jogjalah tempat yang membuat kita selalu pergi bersama rindu. “Jogja Berhati Nyaman” itulah slogan kota Jogja. Kesederhanaan dan keromantisannya menjadikan kolaborasi yang pas yang sudah ada dan mengakar sejak berpuluh-puluh tahun dan terus tetap terjaga hingga saat ini. Dia tak pernah berubah. Dia masih tetap ramah dan nyaman. Saya mengutip dari artikel “yogyes.com” Jogja itu berseni dan berbudaya. Di tengah kuatnya pengaruh budaya luar yang masuk ke dalam budaya lokal, Jogja tidak pernah menyerah mempertahankan budaya mereka. Mereka tetap mampu menjaga nilai-nilai yang telah ada sejak dulu. Jogja itu menawan. Bagaikan seorang model cantik yang terlihat menarik meskipun dipandang dari berbagai sudut manapun. Lalu siapa yang tidak jatuh cinta kepada Jogja?

Rindu adalah sebuah keinginan untuk kembali pada masa lalu yang pernah kita ukir. Merindukan Jogja seperti halnya merindukan seorang kekasih. Penuh drama, romantika dan cinta. Siapapun pasti merindukan Jogja ketika mereka sudah tidak lagi tinggal. Ada banyak rasa yang tercipta saat tinggal di Jogja. Entah kamu merantau ataupun mahasiswa rantau yang sedang kuliah di Jogja, rindu itu pasti akan datang dan menghantui. Rindu setiap sudut kotanya, ketenangannya, kesederhanaannya, dan mungkin rindu sapaan ramah orang-orang Jogja. Jogja terkadang juga membuatmu sendu ketika kamu mengingatnya.

Pulang. Jogja adalah tempat berpulang untuk mahasiswa dan pelajar. Siapapun yang pernah singgah di Jogja pasti mengklaim bahwa jogjalah tempatnya pulang, meskipun kamu hanya singgah sebentar untuk menuntut ilmu. Apa keistimewaan Jogja sehingga masih menjadi rumah yang membuat penghuninya merasa betah dan nyaman?

Foto: yogyes.com

Satu hal lagi yang membuat Jogja selalu terkenang, yaitu sebungkus nasi angkringan yang mengajarkan kesederhanaan dan menciptakan kebahagiaan tersendiri. Menu andalan dari angkringan hanya satu, yaitu nasi kucing yang di bungkus dengan daun pisang dan disajikan dengan beraneka macam sate seperti sate telur puyuh, sate ati ampela, sate usus, dll, ataupun gorengan, tahu dan tempe bacem. Disebut nasi kucing karena memiliki porsi yang sangat kecil.  Meski nasi angkringan porsinya sangat sedikit tetapi ada ciri khas yang selalu membuat nyaman dikala kita makan bersama kawan, berlesehan, sembari menunggu es teh ataupun kopi datang sesekali kita melempar candaan yang kian mengeruak dalam angan dan hanya di terangi oleh lampu senthir. Karena kebahagiaan itu tidak dapat diukur dengan kemewahan. Dialah salah satu alasan untuk pulang ke Jogja untuk menikmati secuil kesederhanaan tiada batas.

Selain angkringan, Jogja juga punya kafe dan warung kopi yang sangat ramah di kantong para mahasiswa dan buka 24 jam. Mulai pagi hingga malam banyak motor terparkir rapi di depan teras kafe dan warung kopi. Mereka biasanya ngopi sambil berdiskusi, mengerjakan tugas kuliah, ataupun cuma sekedar nyangkruk.

Foto: yogyes.com

Nama Penulis: Nadia Aulia Rahmadea

Instagram: www.instagram.com/nadiaaarhm__

Cropped fav logo@2x
Press Enter To Begin Your Search
×