Loading...

(photo source: pixabay.com)

Bulan Mei 2017 adalah bulan yang paling membahagiakan dalam hidupku. Pada bulan ini kami liburan keluarga ke Singapura. Saya dan adik saya telah merencanakan liburan ini kurang lebih setahun yang lalu sebelum kami berangkat. Kami berdua sepakat untuk patungan mengenai biaya liburan keluarga kali ini.

Mengapa kami memutuskan liburan keluarga ke Singapura? Jawabannya karena saya pernah ke sana dengan teman, demikian pula adik saya juga pernah liburan di sana dengan temannya. Menurut kami transportasi di Singapura mudah dan semua tempat wisata terintegrasi dengan transportasi umum, selain itu menurut kami biaya tiket ke Singapura juga terjangkau. Karena pertimbangan itulah kami memberanikan diri untuk mengajak keluarga untuk liburan di sana.

Saya terbiasa membuat rencana perjalanan sebelum keberangkatan, biasanya saya menanyakan mau ke mana saja nanti? Kalau orang-orang yang kuajak berlibur memasrahkannya kepada saya, ya saya berusaha membuat rencana perjalanan yang tentunya mudah diakses dengan transportasi umum. Jika ada yang meminta untuk mengunjungi tempat tertentu ya saya akan memasukkannya dalam rencana perjalanan. Tak lupa beserta perkiraan biayanya, jadi 100% perjalanan yang selama ini saya lakukan tidak pernah kehabisan uang.

Liburanpun Tiba

Karena keberangkatan dari Jakarta, saya pesan penginapan dekat Gambir agar lebih mudah untuk mengakses transportasi ke bandara. Sehari sebelum berangkat, keluargaku sudah tiba di Jakarta. Oh ya saya memang tinggal di Jakarta karena saya kerja di sini.

Hari keberangkatan pun tiba, 17 Mei 2017 setelah kami siap-siap di hotel tempat kami menginap, kami berdoa bersama mohon perlindungan Tuhan agar Tuhan melindungi perjalanan kami ke Singapura sampai kami boleh kembali ke kota kami masing-masing dengan selamat.

Pesawat mendarat dengan selamat di Terminal 1 Bandara Changi, kami pindah ke Terminal 2 untuk naik MRT, tujuan kami ke daerah China Town tempat kami menginap. Kami sengaja mencari tempat penginapan yang menurut kami strategis karena mudah diakses dengan MRT dan tempat kami menginap merupakan salah satu area wisata belanja. Hari pertama di Singapura hanya kami habiskan dengan jalan-jalan di sekitar China Town saja karena pada waktu itu kami sampai sudah sore hari.

Flower Dome (photo source: dokumentasi pribadi)

Hari kedua di Singapura kami awali dengan mencoba bubur vegetarian, versi bubur di Singapura berbeda dengan bubur di Indonesia. Nah inilah salah satu yang menyenangakan kalau liburan, bisa tahu makanan dengan nama sama tapi beda versinya, beda rasanya, beda penyajiannya. Setelah sarapan, kami ke Garden by The Bay, kami beli dua tiket yaitu tiket masuk ke Flower Dome dan tiket masuk ke Cloud Forest.

Kedua tempat ini sebenarnya hampir sama, berisi tanaman-tanaman. Kalau di Flower Dome di sini temanya taman bunga dari berbagai negara sementara kalau di Cloud Forest lebih menikmati seperti suasana jalan-jalan di hutan. Kedua tempat ini menurutku bagus, cocoklah untuk orang tua seperti mamaku, mamaku tipe orang yang nggak suka diajak jalan-jalan ke mal. Jadi untuk kalian yang ingin mengajak orang tua kalian berlibur, cari tahulah apa yang orang tua kalian senangi. Ada tipe orang tua yang suka dengan wisata belanja, wisata  kuliner dan wisata jalan-jalan yang hanya sekedar “cuci mata” saja. Dari Garden by The Bay kami melanjutkan ke Singapore Flyer, kurang lebih 30 menit untuk satu putaran. Mata kami dimanjakan melihat Singapura dari ketinggian. Lalu kami lanjutkan ke Bugis dan ke Mustafa Centre untuk belanja oleh-oleh.

Hari ketiga kami habiskan sebagian besar waktu di pulau Sentosa, kami yang masih muda ke Universal Studio Singapore sementara orang tua kami memilih mengunjungi SEA Aquarium. Kami janjian untuk kumpul jam 5 sore di depan bola dunia, saya antar orang tua dan adik mama saya sampai mereka masuk ke SEA Aquarium. Sore menjelang malam kami ke Merlion Park, malamnya jalan-jalan sekitar hotel.


Pintu Masuk Haw Par Villa (photo source: dokumentasi pribadi)

Hari keempat yang merupakan hari terakhir kami di Singapura, kami pergi ke Haw Par Villa, tempat ini gratis. Tempat ini dikenal dengan penggambaran yang mengerikan tentang pengadilan di neraka seperti orang yang mencuri nanti diadilinya bagaimana? Orang yang membunuh pengadilannya bagaimana? Namun tempat ini juga merupakan taman hiburan tematik yang menampilkan adegan-adegan indah legenda Tiongkok seperti perjalanan ke Barat (Sun Go Kong) dan legenda Ular Putih. Siang hari kami makan di food court salah satu mal lalu balik ke hotel dan melanjutkan perjalanan kami ke Bandara untuk balik ke Indonesia, liburan berakhir namun memberi memori dalam hidup kami.

Garden by The Bay (photo source: dokumentasi pribadi)

Oh ya liburan kali ini merupakan pengalaman pertama bagi kedua orang tuaku dan adik kecilku naik pesawat dan juga pengalaman pertama mereka liburan ke luar negeri. Mamaku bilang begini: “Papa bilang dulu ketika papa masih kecil nggak pernah membayangkan bakal bisa naik pesawat, kayanya nggak mungkin! Nggak nyangka malah diajak anak naik pesawat dan ke luar negeri.” Bagaimana saya tidak terharu mendengar cerita mama ini? Saya bersyukur kepada Tuhan karena memberi kesempatan untuk menyenangkan keluargaku terutama kedua orang tuaku. Semoga di lain hari bisa liburan keluarga kembali. Ajaklah orang tuaku berlibur, selagi mereka masih sehat.

Tips liburan ke Singapura

  • Beli tiket jauh hari lebih murah daripada beli tiket mendadak.
  • Carilah hotel yang dekat dengan tempat transportasi dan tempat wisata.
  • Siapkan uang lebih untuk cadangan apabila diminta untuk deposit hotel sewaktu menginap.
  • Cari informasi sebanyak mungkin tentang tempat wisata dan cara akses ke wisata tersebut.
  • Bila perlu belilah sim card, kalau kemarin saya nggak beli karena kami pergi selalu bersama.

 

Penulis: Natalia Listyani Setiawan

Instagram: natalia_toniliem7117

Twitter: natalie_ls

Facebook: Natalia Listyani S

Press Enter To Begin Your Search
×