Loading...

(photo source: pixabay.com)

Traveling impian saya sederhana. Berpetualang menyusuri pulau-pulau kecil berpenduduk yang ada di Lampung bersama istri tercinta alias honeymoon. Lampung itu surganya pantai, pulau, laut, villa, sambal enak, kuliner seafood dan lumba-lumba. Semua keajaiban ini, ingin saya telusuri bersama kekasih tercinta.

Mulai dari bermimpi menyewa speedboat dan nahkoda sekaligus sebagai tourguide kami untuk memandu menelusuri Surga Lampung ini. Sayangnya, sekarang di Lampung masih belum ada jasa sewa speedboat, adanya masih berupa kapal tradisional saja. Kalau ada speedboat pasti lebih enak, ada ruangan untuk bersantai atau beristirahatnya, lebih nyaman, kita bisa kemana aja, bisa mancing, bisa sambil ambil dokumentasi dan tentunya jadi lebih keren travelingnya. Mudah-mudahan ke depan dalam waktu dekat ini sudah ada jasa sewa speedboat... Aamiin Ya Robbal'alamiin

Tujuan pertama adalah menuju ke pulau tegal. Banyak penginapan yang berarsitektur indah disana. Bisa dibilang Maldives-nya Indonesia adalah Pulau Tegal ini. Sesampainya di pulau tegal ini, saya pasti akan sangat bingung mau memilih penginapan yang mana ? Apalagi kalau sedang kosong semua ? Wkwkwkk. Yang pasti penginapan yang saya pilih adalah penginapan yang di atas air laut alias penginapan apung. Karena tidur di bangunan di darat sudah biasa, tapi tidur di bangunan di atas air laut dan bangun tidur pagi di atas laut, menikmati terbit, senja dan terbenamnya matahari jelas belum pernah dan ingin saya rasakan. Jangan samakan dengan kapal penyeberangan antar pulau yak ! Wkwkwkk

(photo source : klikhijau.com)

Lebih enak itu bila sampai ke penginapan apung siang-siang saja. Agar sempat untuk beristirahat menikmati tidur siang nyaman terlebih dahulu karena pasti lelah setelah melalui perjalanan yang jauh dan agar sore nanti setelah bangun tidur langsung bisa melihat pemandangan senja laut sambil menikmati teh bersama kekasih. Bahkan mungkin saya dan kekasih akan nyebur laut bersama sebelum mandi sore. Lalu silakan membayangkan sendiri bagaimana keindahan suasana malamnya yang romantis. Padahal hanya bermodalkam bangunan apung, arsitektur kayu dan lampu-lampu vintage, namun begitu sangat menakjubkan.

Pagi hari disambut terbihnya matahari secara langsung, perpaduan pemandangan laut dan matahari. Ada pantulan cahaya matahari yang memunculkan warna-warni indah dari matahari kemudian dipantulkan kepada langit dan laut seolah sebagai cerminnya. Menikmatinya hingga sarapan tiba.

Setelah mandi dan ganti baju, barulah kita menuluri pulau berpenduduk ini dan menyempatkan diri untuk bercengkrama dengan mereka. Mengobrol seputar sejarah pulau, manusia pertama tinggal ? kenapa tinggal disini ? Ada apa saja di pulau ini ? Dan seterusnya. Karena saya belum pernah yang namanya menelusuri pulau layaknya seorang pelaut yang singgah di pulau yang ditemukan di tengah pelayarannya, seperti bajak laut gitu alias kekanak-kanakan wkwkwkk.

Setelah menyantap siang kuliner seafood khas penduduk, perjalanan selanjutnya adalah menuju pulau maitem yang menyimpan keindahan pasir timbulnya. Dengan menaiki speedboat tentunya. Pulau maitem adalah pulau kecil yang penuh dengan pohon kelapa disertai pasir timbul yang muncul jika laut sedang surut. Adapula menara pandang setinggi 30 meter disana untuk kita bisa menikmati pemandangan seluruh keindahan pulau maitem dari menara.

Setelah pulau maitem. Kita menuju pulau pahawang besar sebagai penginapan kita selanjutnya. Namun kali ini saya tidak memilih penginapan apung melainkan penginapan yang dekat dengan rumah warga setempat untuk menikmati suasana bersama aktivitas malam penduduk setempat sambil bercengkrama, ngobrol santai tentunya, kurang-lebih sama seperti kepada penduduk di pulau tegal.

(photo source : lampung.co)

Pulau pahawang jauh lebih besar dari pulau tegal, lebih ramai penduduknya dan jauh lebih banyak wahana pariwisatanya. Yang paling menarik adalah wisata bawah laut dan spot snorkling uniknya. Wahana snorkling untuk melihat keindahan terumbu karangnya dan kumpulan-kumpulan ikan nemo alais ikan badut.

Malam hari kita tidak ingin bermalam di penginapan melainkan kita ingin bermalam di speedboat saja. Karena kita ingin menuju laut kiluan, tanggamus demi melihat rombongan lumba-lumba yang melompat ke permukaan laut. Perjalanan ini adalah Perjalanan yang lebih jauh daripada perjalanan dari pulau tegal ke pulau pahawang. Perjalanan malam yang luar biasa diatas speed boat. Sesampainya di laut kiluan, tentu kita coba-mencoba sensasi memancing bila dapat ikan, langsung dimasak sebagai hidangan malam seafood segar.

Kemunculan lumba-lumba biasanya jam 6 pagi, itu sebabnya kita lebih baik bermalam di speedboat saja. Agar sejak pagi buta kita sudah mulai berkeliling dia area yang biasanya menjadi tempat kemunculan para lumba-lumba. Dengan ambisi kuat harus ambil foto atau membuat vlog bersama para lumba-lumba saat menampakan dirinya.

(photo source : travelingyuk.com)

Setelah puas bertemu dengan lumba-lumba dan rombongan lumba-lumba pergi menghilang dari permukaan laut maka berakhirlah traveling honeymoon saya bersama sang kekasih. Perjalanan pulang kami yang diantar menggunakan speedboat adalah perjalanan terakhir kami di pagi hari menuju dermaga pertama kami bertemu dengan sang nahkoda sekaligus pemandu perjalanan kami. Inilah traveling bulan madu impian saya. Doakan segera terwujud. Aamiin Ya Robbal'alamiin

 

Penulis: Edy Hermawan

Instagram: @edymavioso

Twitter: @edymavioso

Facebook: Edy Hermawan (edymavioso)

Press Enter To Begin Your Search
×