Loading...

www.pixabay.com

Kisah perjalanan ini terjadi 4 tahun lalu. Ketika aku memberanikan diri untuk menempuh pendidikan menengah atas di sebuah sekolah yang lokasinya berjarak 3.325,9 KM dari tempat tinggalku. Berawal dari sinilah aku bersyukur bisa mendapatkan banyak kesempatan untuk traveling ke berbagai tempat yang belum pernah aku lihat sebelumnya, melihat cakrawala Indonesia dari sisi yang berbeda.

Then, here we go! Inilah cerita traveling paling mengesankan selama aku bersekolah di Gorontalo yang aku rangkum menjadi beberapa bagian seperti ini:

#1 Rute Menuju Gorontalo

Perjalanan menuju Gorontalo aku tempuh dengan menggunakan moda pesawat dari Jakarta via Makassar dengan waktu tempuh sekitar 4 jam 30 menit. Akan tetapi, bagi masyarakat yang ingin memilih opsi menggunakan jalur darat atau yang tinggal di sekitar Provinsi Gorontalo, bisa juga menggunakan alternatif bus atau jasa travel di Manado dengan waktu tempuh sekitar 9 hingga 10 jam.

I couldn’t forget the moment, di tahun 2014 saat hendak landing untuk pertama kalinya di Gorontalo. Pada saat itulah aku menyadari bahwa diriku benar-benar sedang berada di sisi eksotis relief tropis alam Indonesia. Terlihat bukit-bukit karst dengan hamparan persawahan, berbeda dengan landscape dua bandara sebelumnya yang lebih bernuansa metropolis. Saat menuruni tangga pesawat, suhu hangat udara langsung menyengat indra perabaku, terasa jelas berbeda dengan udara di wilayah-wilayah bagian barat Indonesia. Diluar pagar landasan pacu masih banyak ditemukan sapi-sapi ternak milik warga sekitar yang dengan asyiknya memakan rerumputan. Di dalam bandaranya pun masih sangat sederhana, hanya terdapat satu tempat untuk pengambilan bagasi. Jarak dari bandara menuju pusat kotanya terbilang relatif dekat cukup membutuhkan waktu sekitar 30 menit bahkan bisa lebih cepat karena jalanannya pun benar-benar lengang tanpa kemacetan.

#2 Bentor, Transportasi Tradisional yang Khas

Belum menjelajahi Gorontalo jika belum pernah menggunakan Bentor. Yaps, bentor atau becak dan motor ini adalah ojek nya khas Gorontalo. Kendaraan ini dapat dengan mudah ditemui kemanapun tujuannya. Bahkan, jauh 100 kali lebih mudah dibandingkan mencari ojek motor atau taxi. Saking banyaknya kendaraan ini, di tahun 2018 salah satu perusahaan ojek online menambahkan fitur pada aplikasinya untuk layanan pemesanan bentor khusus untuk wilayah Gorontalo.

#3 Surga Laut Indonesia

Source: Phinemo.com (Panorama Pantai Saronde)

Dengan Panjang garis pantai sekitar 903,7 KM, Gorontalo diberkahi dengan panorama keindahan pantai dengan berbagai biota laut yang indah. Walaupun taman laut di Gorontalo tidak sepopuler Bunaken atau Wakatobi, tetapi bagi aku tetap epic dan sangat layak untuk dijuluki sebagai hidden paradise Indonesia. Jujur, pengalaman snorkeling pertama aku lakukan di salah satu pantai yang ada di Gorontalo. Uniknya pantai tersebut belum memiliki nama. Terlebih lagi letaknya pun tersembunyi karena harus melalui gang perumahan. Meskipun demikian, aku benar-benar takjub dengan hamparan pantai yang begitu menawan. Bentangan pasir putih dengan air biru kehijauan yang segar tanpa adanya sampah sedikitpun. Bisa kulihat dengan jelas ikan-ikan biru berlalu lalang bersembunyi di balik terumbu karang. Sungguh the real definisi surga yang tersembunyi.

Pantai ter-epic selanjutnya adalah Pantai Saronde. Kesempatan main ke pantai ini aku dapatkan ketika aku mengikuti kegiatan upgrading untuk regenerasi keanggotaan organisasi sekolah. Lokasi Pantai Saronde terletak di Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara. Untuk menuju ke pantai tersebut perlu menaiki perahu ketinting selama satu jam. Setibanya disana, mata ini dijamin langsung dimanjakan dengan kejernihan air laut dan hamparan pasir yang putih, bersih, dan lembut.

#4 Benteng Otanaha

Source: pesona.travel (Benteng Otanaha)

Benteng Otanaha ini adalah salah satu situs bangunan sejarah paling fenomenal di Gorontalo. Konon benteng ini dahulu digunakan sebagai tempat persembunyian masyarakat lokal dalam melawan penjajah Portugis. Lokasinya terletak di Kelurahan Dembe 1, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo. Benteng ini terletak di atas bukit, sehingga untuk bisa mencapai puncak benteng perlu menaiki 348 buah anak tangga. Tenang dulu, walaupun terlihat banyak tetapi benteng ini memiliki 4 buah tempat persinggahan, sehingga kita bisa berhenti sejenak untuk istirahat. Setibanya di puncak Otanaha, aku bisa melihat panorama perbukitan yang hijau, perumahan warga, dan ini yang paling juara yakni, keindahan Danau Limboto.

#5 Kuliner Khas yang Menggoyang Lidah

Source: Phinemo.com (Makanan Tradisional Ilabulo)

Mengunjungi sebuah tempat tidak lengkap rasanya jika kita tidak memanjakan lidah dengan makanan khas dari daerah tersebut. Ada 2 makanan yang benar-benar tidak bisa terlupakan, enak banget walaupun belum sampai pada tahap mau meninggal. Pertama, Ilabulo yaitu makanan khas Gorontalo berupa pepes sagu dengan isian ati ampela dan telur, lalu dibungkus dengan daun pisang dan disajikan dengan cara dibakar. Kombinasi rasa yang sempurna antara sagu yang kenyal tetapi tetap lembut ditambah dengan isian dan bumbu rempah yang pedas dan gurih membuat jatuh hati para penikmatnya. Kedua, Sambal Sagela yaitu sambal yang terbuat dari Ikan Roa. Aku pribadi suka dengan olahan Nasi Goreng Sambal Sagela karena selain rasa dari sambal yang pedas dan gurih, ada cita rasa khas unik yang belum pernah aku dapatkan di Indonesia bagian barat.

#6 Malam Tumbilotohe

Jika di wilayah lainnya terdapat tradisi takbir keliling setiap menjelang akhir bulan suci Ramadhan atau menjelang Idul Fitri, Gorontalo memiliki tradisi tersendiri yang dikenal dengan Malam Tumbilotohe. Perayaan ini dilakukan dengan cara menyalakan lampu dari minyak tanah yang pada umumnya diletakkan di dalam botol-botol tidak terpakai. Biasanya lampu-lampu tersebut akan diletakkan serentak di lapangan dengan membentuk tulisan atau formasi tertentu. Saat tradisi ini berlangsung, Kota Gorontalo menjadi cantik dan terang benderang.

 

Nama Penulis: Nafisah Imanillah

Facebook: Nafisah Imanillah

Press Enter To Begin Your Search
×