Loading...

www.unsplash.com

Sebagi Part time traveler dan Fulltime Workers, bila mendapatkan kesempatan untuk berlibur dengan segera, Flores merupakan satu pilihan tempat wisata yang patut berada pada list pertama diantara ribuan tempat wisata menarik lain yang tersebar diseluruh pelosok  negeri, dengan keindahan serta kedamaian alam yang dimiliki, maka tidak berlebihan kiranya bila S.M Cabot menamai pulau yang termasuk dalam gugusan Kepuluan Sunda Kecil bersama Bali dan NTB ini dengan nama Flores, dimana dalam bahasa Portugis Flores mempunyai arti “bunga. Flores memang layaknya bunga yang tidak memerlukan kosmetik untuk terlihat cantik. Selain bentangan keindahan alam yang menakjubkan jiwa, Flores telah mencatatkan dirinya menjadi salah satu bagian penting dari perjalanan berdirinya Republik ini. Tepatnya di Kota Ende selama kurang lebih 4 tahun (14 Januari 1934 – 18 Oktober 1938) Soekarno menjalani pengasingan oleh Pemerintah Hinda Belanda. Selama menjalani proses pengasingan di kota terbesar di Pulau Flores ini lah konon Soekarno memperoleh ilham tentang Pancasila berawal dari perenungannya dibawah Pohon Sukun. Maka  tak ayal, kota Ende kemudian dikenal dengan Kota lahirnya Pancasila.

Rumah Pengasingan Soekarno, Jl. Perwira Ende (Sumber: www.kanalwisata.com)

Patung Soekarno di bawah pohon Sukun (Sumber: travel.tribunnews.com)

Berwisata ke Pulau Flores selain dimanjakan dengan pesona alam yang begitu indah,  kita juga  dapat menikmati wisata sejarah perjalanan berdirinya Indonesia. Rumah pengasingan Bung Karno selama di Kota Ende dapat kita jumpai masih berdiri kokoh di Jalan Perwira. Tidak jauh dari tempat tersebut, tepatnya diKelurahan Rukun Lima kita akan melihat Patung Bung Karno yang terlihat sedang duduk termenung dibawah pohon Sukun dengan menghadap ke Laut. Patung tempat Bung Karno duduk tersebut dikenal dengan nama lapangan Pancasila. Berada didaerah tersebut mulai dari rumah pengasingan hingga lapangan pancasila seakan membawa kita untuk melihat dengan jelas gigihnya para pendiri bangsa memperjuangkan cita-cita kemerdekaan bangsa. Puas bernostalgia dengan sejarah perjuangan bangsa, kita dapat berpindah ke objek wisata alam tepatnya di Danau Kelimutu. Danau yang terletak di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende tersebut sangat terkenal dengan nama Danau tiga warna, karena mempunyai tiga warna yang berbeda yaitu Merah, Biru dan Putih. Seiring dengan berjalanya waktu, warna danau tersebut selalu berubah-ubah. Pada tahun 1992, keindahan Danau Kelimutu pernah diabadikan dalam mata uang pecahan Rp.5000.

Danau Kelimutu (Sumber : www.labuanbajotour.com)

Selain Danau, ditempat yang masih berada pada kawasan gunung Kelimutu tersebut kita juga dapat menikmati keindahan alam lain serta mitos-mitos sejarah yang mengikuti dan telah berkembang tengah dimasyarakat. Tempat yang wajib dikunjungi selanjutnya adalah Pulau Komodo, banyak orang tentu sudah mengetahui pesona dari objek wisata ini, selain merupakan cagar alam yang menjadi bagian dari Taman Nasional Komodo, tempat ini juga tercatat sebagai salah satu keajaiban dunia yang sayang bila terlewatkan. Di Pulau ini, kehidupan satwa Komodo benar – benar diperhatikan. Meskipun terlihat cukup tenang, namun para wisatawan diharapkan untuk tetap waspada karena  Komodo merupakan hewan yang air liurnya cukup berbahaya karena mengandung banyak bakteri yang sangat beracun.

Pulau Komodo (Sumber: www.womantalk.com)

Wisatawan yang hobi menyelam, Labuhan Bajo adalah destinasi yang tidak boleh dilewatkan. Sebagai pintu masuk Taman Nasional Komodo dan salah satu akses menuju Flores, Labuhan Bajo menawarkan objek wisata bawah air yang sangat menakjubkan. Para pelancong juga bisa menantikan terbenamnya matahari dari pinggiran Labuhan Bajo, sungguh sebuah eksotisme yang sangat mengesankan.  Saat ini melalui Kementerin PUPR, Pemerintah sedang melakukan penataan Labuhan Bajo dalam upaya pengembangan menjadi salah satu objek wisata premium. Proyek perbaikan fasilitas, serta sarana dan prasarana yang dimilki Labuhan Bajo terus ditingkatkan agar para wisatawan merasa nyaman untuk mengabiskan waktu di tempat ini.

Labuhan Bajo (Sumber: www.ayana.com)

Para wisatawan yang hendak peneruskan pelanconganya ke kawasan Pantai, Pantai Pink, Pantai Koka dan Pantai Nanganesa bisa menjadi alternative pilihan yang wajib untuk dicoba. Karakteristik yang berbeda dari masing – masing Pantai tersebut, akan memberikan kenangan tersendiri bagi para pengunjung yang sedang menghabiskan waktu di Flores. Selain didominasi oleh pulau dan pantai yang indah, Flores juga menawarkan beberapa objek wisata lain yang cukup indah. Air terjun Cunca Rami, Gua Liang Bua serta Danau Sano Nggoang adalah beberapa objek wisata tersebut. Pesona serta keindahan alam yang dimiliki akan memberikan petualangan lain bagi para penikmatnya. Belum habis menjelajah keindahan serta eksotisme alam Flores, kita akan dimanjakan dengan kehadiran beberapa Desa wisata yang mengundang decak kagum. Tepatnya di Kecamatan Satarmese Barat, Kabupaten Manggarai, kita bisa melihat Wae Rebo, sebuah desa tradisional yang begitu eksotis. Lokasinya yang terpencil dan terisolasi karena berada dibalik hutan, menambah  eksotisme dan memberikan daya tarik tersendiri ketika kita berkunjung ke desa ini. Di Desa ini, para wisatawan berkesempatan untuk melihat keotentikan perumahan Manggarai serta menikmati kehidupan sehari – hari masyaraat setempat. Melihat beberapa upacara adat serta cara masyarakatnya berinteraksi sosial. Letaknya yang berada pada ketinggian 1.200 meter diatas permukaan laut sering menjadikan Wae Rebo mendapat julukuan negeri diatas awan. 

Desa Wae Rebo (Sumber: www.Liputan6.com)

Bagi anda yang hobi berbelanja, kain tenun Flores barang kali akan menjadi satu pilihan buah tangan yang sangat menarik, selain beberapa oleh – oleh lain berupa madu, makanan dan serta kopi pilihan. Selain objek – objek wisata yang telah ditulis diatas, masih banyak objek wisata lain yang cukup menarik dan patut untuk dijelajahi selama liburan di Flores. Pulau ini memang tempat yang sangat ideal untuk bersembunyi dari peradapan modern, melupakan sejenak hiruk pikuk kota dengan segala macam problematikanya serta melihat kebesaran Tuhan dari perspektif dan sudut yang berbeda. Maka tak heran bila orang Portugis menamai tempat ini dengan sebutan Flores yang berarti bunga dan tidak berlebihan bila kita menyebutnya sebuah surga dari Timur.

 

Nama Penulis: Sri Marjono

Instagram: www.instagram.com/masboose/

Press Enter To Begin Your Search
×