Loading...

(photo by Unsplash)

Tahun ini Hari Raya Galungan akan dirayakan pada 16 - 26 September 2020. Galungan adalah salah satu hari besar umat Hindu di Bali. Hari Galungan diperingati sebagai perayaan atas kemenangan kebaikan melawan kejahatan, oleh karena itu umat Hindu diharapkan dapat selalu berbuat baik sepanjang hidupnya. Berbuat baik membuat mereka bisa memiliki hidup yang lebih baik di kehidupan berikutnya karena umat Hindu percaya adanya reinkarnasi. Menarik bukan? 

Fakta-Fakta Hari Raya Galungan di Bali

Galungan berasal dari bahasa Jawa Kuno yang memiliki arti bertarung atau menang. Perayaan Hari Raya Galungan jadi momen sakral bagi masyarakat Bali. Buat yang penasaran tentang fakta-fakta seputar Hari Raya Galungan, ini dia infonya

1. Berasal dari mitologi Hindu

(photo by Unsplash)

Perayaan Hari Galungan berasal dari mitologi Hindu-Bali. Pada zaman dahulu kala ada raja yang jahat dan bengis bernama Mayadenawa. Berkat kesaktiannya dia mampu menguasai Bali, Lombok, Blambangan (Banyuwangi), hingga Bugis. Karena merasa paling sakti dan berkuasa, ia meminta rakyatnya untuk menyembah dirinya. Ia melarang rakyatnya menyembah dewa, bahkan pura dan tempat peribadatan juga dihancurkan. 

Kelakuan raja jahat ini akhirnya membuat rakyatnya resah, kemudian seorang pemuka agama Hindu bernama Mpu Sangkul Putih pergi ke Jawa Dwipa (India) untuk meminta pertolongan. Akhirnya Mpu Sangkul Putih mendapat bantuan dari Dewa Indra yang dikenal sebagai dewa yang menguasai cuaca. Kemudian terjadi perang besar antara pasukan Raja Mayadenawa dan Dewa Indra. Perang yang maha dahyat itu dimenangkan oleh Dewa Indra. 

Mitologi inilah yang dijadikan landasan Hari Galungan. Memperingati kemenangan dharma (kebaikan atau kebajikan) atas adharma (kejahatan).

2. Memiliki sejarah panjang

Hari Galungan pertama kali dirayakan pada tahun Saka 804 atau 804 Masehi. Namun perayaan Galungan sempat terhenti cukup lama karena banyak raja-raja Bali yang meninggal saat masih berusia muda. Selain itu Bali juga sering dilanda bencana. Ketika Bali dipimpin oleh Raja Sri Jayakasunu, hari Galungan kembali dirayakan.  Dalam pertapaannya Raja Sri Jayakasunu mendapat pencegahan tentang alasan mengapa Pulau Bali yang selama ini selalu dilanda kemalangan. Ternyata hal itu disebabkan karena masyarakat Bali meninggalkan peringatan hari Galungan. Meskipun nampak tidak masuk akal namun masyarakat Bali sangat mempercayai rajanya. 

3. Dirayakan 2 kali dalam setahun

Dalam kalender Bali, setiap bulan terdiri dari 35 hari. Galungan dirayakan setiap 210 hari atau 6 bulan sekali. Hari Raya Galungan dirayakan cukup meriah karena setiap rumah maupun gedung-gedung perkantoran memasang penjor di sebelah kanan pintu masuk. 

4. Memasang Penjor

(photo by Unsplash)

Penjor banyak ditemui menjelang Hari Galungan di Bali. Penjor Galungan dipasang maksimal satu hari sebelum Hari Galungan tiba. Bukan cuma jadi dekorasi, Penjor punya makna filosofis yang mendalam, lho. Penjor terbuat dari bambu setinggi 10 meter dengan ujung yang melengkung. Bambu ini dihiasi janur dan dilengkapi berbagai hasil bumi, kue, kain berwarna putih dan kuning. Penjor adalah simbol sebuah Gunung yang digambarkan sebagai tempat Tuhan berada. Simbol ini dianggap sebagai doa untuk mewujudkan kesejahteraan dan keselamatan. 

Kamu nggak akan sulit menemukan penjor saat datang ke Bali. Namun karena termasuk perlengkapan buat upacara adat dan fungsinya yang cukup sakral, kamu jangan sampai merusak penjor ya, RedTraveler!

5. Aktivitas selama perayaan Galungan

(photo by Unsplash)

Saat perayaan Hari Raya Galungan biasanya sekolah dan kantor diliburkan, jadi masyarakat Bali bisa fokus beribadah. Biasanya mereka membuat menu khas Galungan seperti tapai ketan, lawar, dan nasi kuning. Mungkin kamu masih asing mendengar makanan bernama lawar. Lawar terbuat dari nangka, kacang panjang, daging, dan pisang batu. Bahan-bahan ini kemudian dicampur dengan berbagai rempah dan diberi darah ayam atau babi jika ingin dibuat menjadi lawar merah. 

Seperti hari besar agama pada umumnya, saat Hari Galungan tiba biasanya masyarakat Bali berkumpul bersama keluarga. Bahkan banyak yang mudik agar bisa kumpul bersama keluarga besar. Mereka datang ke rumah kerabat sambil melakukan sembahyang bersama ke tempat suci. Mereka juga berkumpul sambil menyantap hidangan khas Galungan yang sudah disiapkan. 

Di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang, traveling memang nggak dianjuran. Namun kalau ada keperluan mendesak dan memaksa kamu harus ke Bali untuk merayakan Hari Raya Galungan, maka kamu harus ikuti semua protokol kesehatan. Biar perjalanan ke Bali lebih safety, kamu bisa menginap di hotel RedDoorz. Semua hotel redDoorz terjaga kebersihannya jadi kamu nggak perlu khawatir. Yuk, cek aplikasi RedDoorz lalu booking hotelnya!

Cropped fav logo@2x
Press Enter To Begin Your Search
×