Loading...

(photo source: dokumentasi pribadi)

Daya tarik wisata Kawah Ijen sebagai pusat danau kawah terbesar di dunia telah memukau dunia pariwisata sebagai destinasi wisatawan khususnya  benua Eropa (Perancis, Belanda, Belgia, Jerman, Swis, Inggris, Polandia, Spanyol dlsb). Kawasan ini terletak di tiga kabupaten yaitu Situbondo, Bondowoso dan Banyuwangi dengan ketinggian 2.386 mtr dpl berdinding kaldera setinggi 300 – 500 m dan gunung ini telah meletus sebanyak empat kali yaitu pada tahun 1796, 1817, 1913 dan 1936.

Sebuah perjalanan dan petualangan penuh ekspektasi saya lakukan pada akhir bulan September 2014, tatkala perhatian dunia melirik blue fire sebagai destinasi wisata dunia, merupakan fenomena alam yang hanya ditemui di Alaska dan Ijen. Blue fire merupakan api berwarna biru adalah yang tercipta dari semburat belerang cair dari dalam Kawah Ijen.

Panasnya kawah yang berpadu dengan belerang menciptakan efek api berwarna biru di permukaan. Fenomena ini hanya bisa disaksikan sebelum matahari terbit. Blue fire mampu mengalahkan popularitas sunrise (matahari terbit) di Bromo dan Banyuwangi, waktu terbaik untuk menyaksikan blue fire adalah di musim kemarau pada bulan Juli sampai September, dengan kisaran waktu pukul 01.00 – 02.30 WIB.

Kita harus mendaki sepanjang 3.200 meter dengan derajat kemiringan mendekati 45 derajat, hawa dingin dan kepungan asam belerang, setelah mencapai puncak Ijen (2.386 mdpl) , kita harus menuruni bibir kaldera Ijen menuju danau kawah sekitar 900 mtr, dalam keadaan gelap gulita, berbekal lampu led, masker, tongkat dan air secukupnya, kita harus berani menuruni bebatuan terjal, satu persatu seolah menuju gravitasi bumi.

Luar biasa sebuah petualangan yang memerlukan fisik, mental dan nyali. Apalagi untuk mengabadikan blue fire yang sangat anggun menyala diantara hembusan angin di dasar danau kawah dan sesekali menghindari kepungan asap belerang yg sangat memedihkan mata dan mengganggu pernapasan.

(photo source: dokumentasi pribadi)

Ada kisah yang cukup menarik dalam perjalanan dan perburuan blue fire ini, sebenarnya peralatan fotografi, seperti monopod, tripod menjadi fungsi lain pada saat kita melakukan pendakian, yaitu sebagai tongkat untuk mengurangi beban kita melawan gravitasi bumi. Karena terlalu semangat tanpa sadar yang kupegang adalah monopod, bila untuk pendakian ke puncak Ijen tidak masalah, namun Ketika berada zona blue fire menjadi masalah, mengingat situasi dan kondisinya sangat ekstrem dingin yang menjadikan kesulitan dalam pengambilan foto yang berakhir shake dan tidak fokus.

Menyesali diri dan merasa percuma sudah sampai dilokasi dengan segala upaya perjuangan antara hidup dan mati, tinggal selangkah lagi mengambil foto blue fire, namun terkendala. Dalam keputusasaan tersebut, aku terus berpikir keras memutar otak untuk bagaimana cara bisa mendapatkan foto blue fire. Melirik kiri kanan wisatawan sangat terpukau akan suasana di danau Kawah Ijen, Tepat disampingku tampaknya jurnalis dari Jakarta mengalami kelelahan dan beristirahat.

Seketika kuberanikan diri untuk meminjam tripod, Alhamdulillah dia memberikannya. Tanpa pikir panjang lagi kuatur kamera dengan pengetahuan dan pengalaman fotografi yang kudapat untuk berpacu melawan waktu dan hawa dingin yang sangat ekstrem, akhirnya dapat sekitar 8-10 foto.

(phpto source: dokumentasi pribadi)

Tak sia-sia perjuangan ini, puncak cerita ketika saya memberikan tripod sekalian mengucapkan terima kasih. Jurnalis tersebut bertanya bagaimana hasil fotonya? Langsung kutunjukkan kepadanya, betapa kagetnya, ternyata dia memujiku, karena dia sendiri belum dapat mengambil foto secantik fotoku.  Dalam dunia petualangan dan fotografi, tidaklah lengkap predikat seseorang pencinta petualangan dan fotografi apabila belum datang ke lokasi dan mengabadikan fenomena alam blue fire.

Blue fire disamping menjadi keajaiban dunia juga menjadi magnet wisatawan ke Kawasan Ijen, jelas memberi dampak positif untuk perkembangan usaha wisata di kebun-kebun sekitar kawasan Ijen.

 

Penulis: Agus Supriadi

Instagram: hadhie_entertainment

Facebook: Agus Supriadi Hadhie

Cropped fav logo@2x
Press Enter To Begin Your Search
×