Loading...

(photo source: pixabay.com)

Bayangkan jika kamu hampir setiap hari selama 5 tahun membuat bakpao, tapi sekalipun belum pernah merasakan nikmatnya bakpao itu? Seperti itulah perumpamaan saya dan pekerjaan saya yang tentunya berkaitan dengan tema wisata atau travelling impian ini.

Saya bekerja 5 tahun di bidang biro perjalanan wisata khususnya umroh dan haji, travelling yang menjadi impian terbesar saya dan juga mungkin seluruh umat Islam adalah wisata religi ke kota suci Madinah dan Mekkah. Bukan main-main di sini tugas saya yaitu sebagai customer service merangkap data officer tapi sama sekali belum pernah ke Tanah Suci yang selalu saya pasarkan setiap hari. Memang pernah pimpinan menawarkan untuk diberangkatkan sebaga Tour Leader, tapi pada saat itu posisi masih menyusui si kecil, jadi yah anggap saja belum rejeki.

Dua kota suci yang penuh sejarah Nabi Muhammad SAW, panutan umat muslim di seluruh dunia. Tempat berkumpulnya umat Islam dari berbagai belahan dunia. Bukti mukjizat Allah SWT pada Nabi tercinta. Pematang gurun yang menjadi saksi Rasulullah dulunya memiliki akses yang jauh lebih terbatas dibandingkan saat ini, kisah-kisah tersebut pastinya akan membuat mata berair karena hati yang terkoyak oleh teladan Rasulullah.

(photo source: pinterest.com)

Mengingat dulunya perjalanan untuk mengunjungi Baitullah itu sangat sulit, membutuhkan waktu sekitar 40 hari untuk berangkat menggunakan kapal laut begitupun kepulangan yang membutuhkan tempo yang sama. Bayangkan saja, 80 hari untuk perjalanan pulang pergi di atas kapal laut, yang mabuk laut bisa teler begitu lamanya. Bandingkan dengan saat ini yang menggunakan pesawat cukup dengan waktu 9-13 jam saja dengan berbagai penerbangan pilihan yang membuat nyaman. Yah, sesingkat itu.

Pada dasarnya plesiran dilakukan untuk memenuhi kebutuhan batin, sedangkan mengunjungi dua kota suci bukan hanya kebutuhan batin tapi kebutuhan rohani pun bisa terpenuhi sehingga menjadi kesan yang mendalam. Setelah berwisata di Kota Madinah dan Mekkah diharapkan dapat lebih fresh kembali baik dari pikiran maupun keimanan.Hati yang menjadi lebih tenang, iman yang lebih kuat serta menjalani kehidupan lebih baik.

Bermimpi untuk wisata meskipun sifatnya religi tidak akan lengkap jika tidak mengharapkan wisata kulinernya juga. Lidah saya yang tidak peka-peka sekali ini tetap ingin merasakan tajamnya bumbu Timur Tengah. Berasnya panjang dan besar dengan bumbu yang pekat sepertinya sangat enak dinikmati serta mengenyangkan. Meskipun di Indonesia sudah banyak resto maupun online shop yang menjual makanan arab, sensasi langsung memakan hidangan hangat disana juga menjadi impian boleh lah yah. Untuk minuman sederhana saja, susu unta disana sepertinya menarik.

Sajian kurma memang juga banyak di temukan di Indonesia, tapi kalau langsung datang ke kerbun kurma dan memetiknya pasti memiliki kesan yang berbeda.

(photo source: pinterest.com)

Menurut customer maupun rekan kantor yang sudah pernah berangkat, selain makanan dan minuman yang saya sebutkan di atas dari segi ukuran, hidangan di sana lebih big size lah, entah itu ukuran roti, minuman jus atau bahkan potongan daging, ayam juga buah-buahannya, terbayang sudah beberapa hari di sana pasti bikin gagal diet atau berangkat kurus pulang jadi gemuk.

Bermimpi untuk melakukan wisata religi mungkin menjadi impian semua umat muslim di berbagai belahan dunia, menjadi salah satu dari sekian yang memiliki mimpi tersebut adalah hal yang bisa saja lumrah dilakukan. Saat ini saya sudah memulai dengan menabung sedikit-sedikit, semoga saja dipermudah jalan menuju ke Baitullah. Sebagai umat Islam siapa sih yang tidak ingin berwisata religi ke tanah suci?

 

Penulis: Nanik Prasasti

Instagram: @nanikprasasti

Twitter: @nnkprsst

Facebook: Nanik Prasasti

Press Enter To Begin Your Search
×