Loading...

Hay genks, kali ini gue mau berbagi cerita dan pengalaman saat gue travelling ke Jogjakarta kemarin, walaupun hanya sehari doang berada di sana, Alhamdulillah gue berkesempatan bisa menginjakkan kaki di gunung Merapi, sebuah wish list travelling gue tahun ini, hehehe

Bercerita tentang gunung Merapi di Jogjakarta, mungkin nggak akan habisnya, apalagi mendengar atau membaca tentang Merapi. Daya tariknya kuat banget untuk mendengarkan atau pun membaca tentang Gunung Merapi, dan di sinilah awal gue penasaran dan punya mimpi untuk traveling ke sana suatu saat nanti,

Menurut gue, travelling bukan hanya sekedar jalan-jalan, melainkan dengan travelling kita bisa belajar banyak hal, travelling sesungguhnya akan membuat kita menambah wawasan dari kisah, sejarah serta kultur setempat yang kita datangin, itulah alasan mengapa gue suka banget dengan travelling. Banyak kisah ataupun sejarah di setiap tempat yang gue datangin, rasa bangga kagum serta sedih bercampur menjadi satu. Indonesia begitu kaya akan sebuah cerita tradisi serta kultur masyarakatnya yang berbeda-beda,

Lanjut cerita eksplor Merapi, di Merapi sendiri ada tempat wisata yang menawarkan jelajah atau Napak tilas tentang Gunung Merapi yang meletus pada tahun 2010, yaitu Lava tour Merapi di Sleman Jogjakarta, untuk paket wisatanya pun tergolong murah. Di sana mereka menawarkan berbagai macam paket wisata mulai dari Rp350 ribu sampai Rp500 ribu untuk eksplor kaki gunung Merapi, harganya pun per mobil Jeep yang bisa diisi 3 sampai 5 orang.

Nah di sini gue sama teman-teman milih paket wisata yang Rp350 ribu, dengan mengunjungi museum sisa hartaku, yang kedua batu alien, dan yang terakhir Bungker Merapi. (FYI : teman teman bisa milih juga untuk paketnya, bebas kok nanti akan ditemani tour guide juga) dengan harga Rp350 ribu menurut gue cukup worth it sih, dan kalian nggak akan pernah nyesal. Justru banyak pelajaran yang kalian akan dapatkan.

Perjalanan dari basecamp (tour Jeep) ke tempat pertama yaitu Museum Sisa Hartaku, perjalanan ditempuh sekitar 20 menit untuk sampai di tempat tersebut, selama perjalanan teman-teman akan melewati jalan desa yang sejuk serta masuk kawasan gunung Merapi, sebelum masuk di kawasan teman-teman akan melewati sebuah kuburan massal, kuburan tersebut adalah kuburaan para korban Merapi yang meletus pada tahun 2010 silam.

Di kawasan kaki gunung Merapi juga teman-teman akan melewati tempat nongkrong. Karena di sini banyak coffe shop, suasana yang sepi ditambah cuaca dingin mungkin ini salah satu alasan kenapa tempat ini jadi tempat favorit untuk dijadikan tempat nongkrong, karena Menurut gue suasana dapet banget. Menikmati kopi panas dengan suasana sejuk ditambah nikmati bareng teman teman. Mantab pokoknya.

Tak terasa mobil yang kita tumpangi sudah sampai di tempat pertama yang akan kami kunjungi. Terlihat dari jauh sebuah tulisan di dinding  yang menuliskan "Museum Mini Sisa Hartaku', di sinilah tempat yang menyimpan barang-barang peninggalan warga disaat gunung Merapi meletus, (FYI : teman-teman kuatkan hati ya jika berada di sini, banyak cerita sedih yang nantinya akan diceritakan oleh tourguide seolah-olah akan membawa kita ke suasana saat merapi meletus di tahun  2010 silam).

Tempat yang dijadikan museum mini pun adalah bekas rumah warga yang sebagiannya sudah roboh.

Ditempat ini juga menyimpan jam yang meleleh akibat gunung Merapi Erupsi, menunjukan pukul 12:05 pada tanggal 5 November 2010, Erupsinya gunung Merapi memakan korban 300 lebih korban jiwa, dan part paling sedih ketika gue menyimak setiap detail yang diceritakan oleh guide saat gunung Merapi meletus yaitu, ketika menceritakan sebuah kesetiaan  sang juru kunci Merapi yang menjadi salah satu korban meninggal, beliau ditemukan dalam keadaan sujud menghadap ke selatan yang berarti keraton Jogjakarta.

Banyak cerita yang beredar bahwa sujud beliau menggambarkan betapa patuhnya beliau kepada sang sultan yang telah memberi amanah untuk menjaga Gunung Merapi. Selain itu, arti sujud dari Mbah Marijan mengatakan bahwa amanah sultan yang diberikan telah selesai, sebuah cerita yang hampir membuat kita meneteskan air mata, melihat reaksi teman-teman  yang diam dan tatapan yang penuh sedih membuat gue yakin, guide kita berhasil membawa dan merasakan kesedihan di tempat ini, dari sini gue dan teman-teman belajar memaknai sebuah arti kesetiaan yang diajarkan oleh juru kunci Merapi Mbah Marijan, betapa tidak.

Sang guide menceritakan bahwa beliau telah dijemput oleh 2 orang relawan, salah satunya wartawan tv untuk mengungsi, tetapi beliau hanya berkata, "SAYA AKAN TETAP DISINI MENUNGGU MERAPI, SEPERTI AMANAH SANG SULTAN, SILAHKAN KALIAN KEMBALI" tapi naas gunung Merapi saat itu langsung erupsi, dan 2 relawan pun menjadi korban bersama Mbah Marijan, di tempat ini juga menyimpan foto rumah Mbah Marijan, yang di depannya ada mobil untuk digunakan menjemput sang juru kunci, (Disini gue ngetiknya sambil merinding dan sedih rasanya,  alfatihah untuk semua korban erupsi  gunung Merapi).

Setelah dari Museum mini SISA HARTAKU, kita melanjutkan perjalanan ke BATU ALIEN, tempat ini dinamakan Batu alien karena batu tersebut mirip wajah alien, batu tersebut ditemukan setelah gunung Merapi Erupsi, kata guide batu tersebut terlempar dari perut Merapi saat gunung erupsi meletus, batu tersebut ditemukan di salah satu kawasan pemukiman warga yang sekarang tertimbun tanah. Ditempat ini juga terdapat banyak tempat untuk dijadikan spot foto, dengan latar gunung Merapi,

Setelah dari batu alien kita melanjutkan ke tempat terakhir yaitu Bungker Merapi, tempat ini dijadikan untuk melindungi diri dari awan panas, di sini guide kita menjelaskan bahwa saat Gunung Merapi meletus tahun 2010  bungker ini memakan 2 korban jiwa, keduanya lari masuk ke dalam untuk melindungi dari awan panas karena tempat terdekat untuk melindungi diri hanya bungker ini, tapi naas Erupsi gunung Merapi saat itu bukan hanya keluar awan panas, tapi keluarnya lava panas, yang mengakibatkan kedua nya meninggal di dalam bungker.

Tak terasa waktu menunjukan pukul 5 sore, waktunya kembali ke basecamp Jeep, 2 jam jelajah kaki gunung Merapi membuat gue belajar banyak hal bersama teman teman, gue sampai merasa sedih meninggalkan tempat tersebut, jujur travelling kali ini yang akan gue kenang selama hidup gue, dan gue nggak akan pernah bosan untuk menceritakan kembali ke teman-teman semua, betapa mengesankan travelling gue kali ini, dan percaya nggak percaya, kita ada pengalaman mistis di sini.

Awalnya nggak mau cerita ke teman-teman semua, tahu nggak kita ketemu nenek-nenek berkebaya Jawa dan beliau hanya senyum dan beliau menemani kita selama tour Merapi, sebuah tatapan dan senyuman yang penuh arti, dan yang lihat di sini hanya gue dan Eko salah satu teman gue, dan beliau mengantarkan kita sampai di pintu keluar jalan desa.

Ia sempat menitipkan ucapan terima kasih dan hati-hati di jalan pulang, (mengingat moment itu rasa sedih dan takut)  dan kejadian mistisnya itu baru kita ceritakan saat sampai di Jakarta, dan kita semua memang merasakan sesuatu yang menenangkan saat berada di kawasan itu. Pikiran kita semua mungkin karena niat kita baik untuk datang ke sini makanya disambut yang baik juga oleh mereka. Apa pun dan di manapun kita travelling menjaga norma dan tutur katalah yang utama, karena kita hidup saling berdampingan bersama mereka.

Sampai jumpa di cerita travelling gue selanjutnya, mohon maaf jika ada salah kata dan penyebutan di dalam tokoh, semua cerita yang ditulis benar benar tanpa melebih lebihkan cerita agar menarik pembaca. Kembali,percaya atau tidak percaya semua itu tergantung penilaian teman-teman semua, dan dibalik megahnya gunung Merapi tersimpan banyak cerita.

 

Nama Penulis: Haiqal Dwi Hazianto Nasaru

Instagram: www.instagram.com/Haiqalnasaru/

Twitter: www.twitter.com/Haiqalnasaru

Facebook: Haiqal Nasaru

Press Enter To Begin Your Search
×