Loading...

thejakartapost.com

Ada kalanya tujuan pelarian seseorang tak melulu jauh ke Hawaii. Tidak pula harus bermewah-mewah dalam romantisme Maldives atau Paris. Saat masih muda hasrat berpetualang begitu membayang, tapi tak ada uang. Saat sudah dewasa, uang nyatanya tak bisa membeli waktu yang berharga. Energi pun terkuras di ruang kerja. Bagi kalangan kelas menengah di Indonesia, menjangkau yang terdekat pun bisa jadi akan mengorbankan banyak usaha. Bagi saya, destinasi pelarian yang belum terwujud itu bernama Bromo.

Apakah anda lahir di tahun 90an? Apakah anda familiar dengan kalender kertas yang memuat foto-foto pemandangan? Maka anda pasti juga akrab dengan foto gunung bromo yang biasanya muncul di Bulan Januari. Begitu megahnya pemandangan gunung dan kawah tersebut, hingga membuatnya hampir pasti menjadi cover utama dalam banyak kesempatan. Begitu pula dalam kalender yang terpajang manis di ruang tamu keluarga kami kala itu. Bromo yang gagah berselimut lautan awan dan ditimpa berkas sinar jingga. Bromo adalah mimpi sederhana yang ingin disaksikan secara nyata. Tapi keadaan memang maha bercanda. Yang tampak begitu mudah dijangkau, nyatanya tak kunjung terjangkau. Sambil menunggu saat itu datang, menulis rencana perjalanan tentu tidak akan berujung sia-sia. Anda mungkin bisa menjadikan ini sebagai panduan ringan. Rencana perjalanan berikut ini dirangkum dari berbagai sumber.

Meskipun Bromo terkenal dengan lautan pasir yang identik dengan panas dan kering, tapi area ini tetaplah sebuah dataran tinggi. Masker, kacamata, obat-obatan pribadi, SPF 30, dan pakaian hangat harus jadi item yang wajib dipersiapkan. Cara terbaik untuk memulai perjalanan adalah dengan menggunakan kereta malam tujuan Stasiun Probolinggo. Mengapa? Karena cenderung murah dan hemat tenaga. Sampai Probolinggo di pagi hari, akan lebih berkesan jika sempat mencicipi nasi Krawu khas daerah ini. Dari Probolinggo menuju Cemoro Lawang, ada 2 opsi yang rasional untuk kantong: sewa motor untuk pribadi atau sewa taksi dalam rombongan. Cemoro lawang akan jadi tempat transit untuk beristirahat atau menginap. Waktu terbaik untuk menuju Bromo? Tentu saja dini hari. Pemandangan matahari terbit di Bromo adalah tujuan utama dari perjalanan ini. Jika menginap 2 malam, pengunjung berkesempatan mengejar sunrise di spot terkenal Bromo: Penanjakan dan Seruni.

Dibandingkan biaya akomodasi yang lain, budget paling besar sebaiknya dialokasikan untuk rental Jeep. Ada pilihan short ataupun long tour. Short tour hanya mengantar sebatas view point sunrise saja. Jika memilih long tour paket yang ditawarkan meliputi perjalanan ke Sabana dan Pasir Berbisik. Kita bisa mengatur sewa Jeep setibanya di Bromo. Tetapi lebih nyaman dan lebih murah jika memesan Jeep terlebih dahulu. Saat ini info layanan rental bisa diakses di internet.

discoveryourindonesia.com

Bagaimana dengan mendaki gunung Bromo? Ini tergantung kondisi badan. Tapi jika langit cerah, tentu tidak ada salahnya untuk menengok kawah Bromo. Selain jalan kaki, ada pilihan untuk menyewa kuda. Long Tour akan membawa kita pada destinasi selanjutnya, yaitu lautan pasir pegunungan Tengger. Jika sampai ke Sabana, pemandangan yang akan kita lihat bergantung pada musimnya. Hijau saat musim hujan dan kecoklatan saat kemarau. Apabila memungkinkan, mampir juga di bukit teletubbies dan mengabadikan Pura Luhur Poten.

Mengapa harus Bromo? Berkunjung ke Bromo bukan hanya tentang wisata alam dan pemandangan yang layak diburu untuk feed instagram. Bromo adalah miniatur kebudayaan dimana pengunjung bisa menyaksikan langsung kehidupan masyarakat Tengger. Jika anda adalah penikmat interaksi kultural seperti ini, maka waktu yang tepat untuk berkunjung ke Bromo adalah saat perayaan Kasada. Upacara Yadnya Kasada yang merupakan upacara keagamaan masyarakat Suku Tengger, berupa pengiriman kurban kepada leluhurnya. Rangkaian upacara ini akan berujung pada penyerahan sesajen ke dalam kawah Gunung Bromo. Upacara ini dilakukan pada bulan Kasada atau bulan kedua puluh dalam penanggalan Tengger Kuno, tepatnya pada tanggal dimana bulan Purnama mencapai puncaknya. Menarik bukan?

senkebudindonesia.blogspot.com

 

Nama Penulis: Amanda Veranita

Twitter: www.twitter.com/averanita

Press Enter To Begin Your Search
×