Loading...

Sumber: www.unsplash.com

Traveling menjadi salah satu hal yang paling sering dilakukan seseorang untuk sekedar menghilangkan kejenuhan dari hiruk-pikuk permasalahan kehidupan (refreshing), juga sekaligus merefleksikan diri dan keindahan alam yang ada. Mengingat tujuannya adalah untuk mencari kenyamanan, maka setiap orang yang akan traveling hendaknya mempersiapkan berbagai hal teknis seperti transportasi, penginapan, akomodasi, makan, dan sebagainya. Dari jauh-jauh hari sebelumnya, semua hal tersebut harus dipikirkan secara matang, agar kita terbebas dari beban pikiran dan merasa nyaman saat traveling nanti.

Satu hal lagi yang perlu diperhatikan sebelum kita memulai traveling, yaitu budget. Kita tidak perlu memaksakan keinginan untuk bisa traveling ke suatu tempat apabila budget belum mecukupi. Menabunglah terlebih dahulu agar keinginan tersebut bisa tercapai. Kembali lagi ke inti awal, traveling harus dipikirkan dan dipersiapkan secara matang, mengingat tujuannya adalah untuk mencari kenyamanan.

Berbicara mengenai traveling, saya sendiri mempunyai pengalaman traveling yang berkesan. Pengalaman ini dimulai ketika saya memilih kota Yogyakarta sebagai tempat destinasi wisata. Mengapa kota Yogyakarta? Karena kota ini meyimpan begitu banyak kekayaan di dalamnya, di mana nilai modernitas dan kebudayaan melebur menjadi satu tak terpisahkan. Berbagai hal teknis seperti transportasi, penginapan, akomodasi, makan sudah saya pikirkan dan persiapkan secara matang jauh-jauh hari sebelumnya.

Saya berangkat dengan kereta api dari kota asal saya menuju Yogyakarta pukul 08.00 WIB. Sesampainya di Yogyakarta, saya langsung menuju ke tempat penginapan yang sudah saya pesan sebelumnya untuk beristirahat. Di hari berikutnya, saya memutuskan untuk pergi ke daerah selatan Yogyakarta, di mana daerah tersebut terkenal dengan pantai-pantainya yang indah. Tidak puas rasanya traveling ke Yogyakarta apabila belum bermain ke pantainya. Pantai yang ingin saya kunjungi ini bernama Pantai Watu Kodok. Mengapa Pantai Watu Kodok?

Karena bagi saya pantai ini relatif sepi pengunjung ketimbang pantai selatan lain yang jauh lebih terkenal, contohnya Parangtritis. Pantai ini dapat dibilang bersih nan asri, karena sampah terkelola dengan baik. Berbagai jenis biota laut masih dapat ditemukan di bibir pantai. Terlalu kagum, saya menikmati pemandangan indah lautan hingga matahari terbenam. Saat matahari benar-benar hilang dari cakrawala, atau sekitar pukul 18.00 WIB, saya memutuskan untuk segera kembali ke penginapan.

Hari berikutnya, saya memutuskan untuk pergi ke daerah seturan Yogyakarta. Mengapa seturan? Karena saya mendapatkan informasi dari teman bahwa daerah tersebut cukup ramai pengunjung. Setelah saya buktikan sendiri, daerah tersebut memang cukup ramai. Ada begitu banyak jajanan yang dijual disana. Tidak cukup di seturan, saya juga memutuskan untuk berkeliling ke daerah Gejayan, Selokan Mataram, bahkan Kaliurang. Itu semua saya lakukan untuk mengeksplor Yogyakarta lebih dalam. Saya menghabiskan waktu seharian di daerah utara Yogyakarta ini. Ketika senja, saya memutuskan untuk kembali ke penginapan.

Hari keempat, saya memutuskan untuk pergi ke daerah selatan Yogyakarta lagi, tepatnya Puncak Taman Buah Mangunan. Di hari keempat sekaligus hari terakhir ini, saya ingin melihat sekaligus mengabadikan indahnya sunrise dari ketinggian bukit. Selagi cuaca sangat mendukung, saya memutuskan untuk segera berangkat. Sesampainya di lokasi, saya benar-benar speechless, kagum melihat indahnya pemandangan yang disajikan alam Yogyakarta. Cuaca yang cerah, udara yang sangat segar, barisan pegunungan yang sangat indah nan asri, spot fotografi yang tepat, benar-benar membuat saya tidak bisa berkata apa-apa lagi.

Ketika matahari sudah berada di atas, dengan berat hati saya harus kembali pulang ke kota asal saya. Tetapi tidak apa-apa, setidaknya semua kenangan itu masih tersimpan di hati. Itu adalah pengalaman traveling singkat yang paling berkesan bagi saya. Mengapa hal tersebut berkesan? Karena momen tersebut adalah pertama kalinya saya menginjakkan kaki di kota Yogyakarta. Kini saya paham mengapa Yogyakarta disebut sebagai kota istimewa. Disebut istimewa karena ia memang memiliki magnet atau daya tarik tersendiri, khususnya bagi mereka yang pernah berkunjung. Ia menawarkan begitu banyak kekayaan di dalamnya, dimana nilai modernitas dan kebudayaan melebur menjadi sebuah kesatuan, dan saling berkaitan.

Pengalaman ini membawa saya ke dalam rasa penasaran, dan mendorong saya untuk terus kembali ke kota istimewa ini. Beruntungnya, saya kini menempuh pendidikan tinggi di kota Yogyakarta. Saya sering menghabiskan waktu untuk traveling, mengexplore wilayah Yogyakarta, agar saya lebih memahami, serta menghargai kekayaan dan keberagaman budaya nuasantara. Terakhir, saya merekomendasikan tempat-tempat di atas sebagai tujuan wisata ketika berkunjung di kota Yogyakarta. Sangat cocok bagi kalian yang tidak suka keramaian ketika sedang menikmati keindahan alam, dan bagi kalian yang memiliki hobi fotografi. Stay safe, and happy traveling!

 

Nama Penulis: Yosia Kenang Bagaskara

Instagram: www.instagram.com/yosiakenang/

Press Enter To Begin Your Search
×