Loading...

Halo semuanya, perkenalkan namaku Ahmad Khoirul Fathoni. Saya tinggal di Desa Tumpang, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Sebuah desa pinggiran namun sangat ramai sekali suasananya pada pagi hari, siang, sore, maupun malam hari. Saya bukanlah asli Desa Tumpang sini, karena itu sudah sejak dahulu saya sangat menginginkan untuk berlibur ke sutu tempat yang sangat sangat indah dikata orang banyak.

Tempat yang selalu ramai sekali dikunjungi baik oleh wisatawan domestik maupun internasional. Yaitu Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, yang mana dari daerah saya tinggal lumayan dekat kalau dipandang, tapi juga lumayan jauh sebenarnya kalau kita belum pernah ke situ. 

Akhirnya pada suatu kesempatan saya beranikan diri bersama dengan istri saya tercinta untuk pergi berlibur ke TNBTS dengan menaiki sepeda motor, karena kalau kita sewa Jip masih belum cukup uang untuk menyewa. Dalam perjalanan ke atas saya dan istri saya sangatlah senang sekali. udaranya yang sangat sejuk sekali dibumbuhi dengan pemandangan-pemandangan alam yang sangat–sangat luar biasa Subhanallah.

Gunung- gunung dan bukit kecil menjulang tinggi seakan menantang adrenalin kita untuk semakin menjangkaunya. Banyak sekali juga saya jumpai beberapa coban yang kami lewati sampi akhirnya kami sampai di sebuah Desa yang mana sudah berada di atas awan, di situ tertuliskan “Selamat Datang di Negeri di Atas Awan”.  Jalan menuju ke atas sana juga sudah lumayan bagus dan terjangkau dengan sepeda motor biasa punya kita.

Setelah sekitar satu jam setengah kami melakukan perjalanan sampailah kita di sebuah tempat yang indah. Subhanallah sungguh indah dan memesona alam ciptaan Tuhan yang membuat kami bertambah kecintaan kepada Tuhan dan alam ciptaannya. Tempat itu banyak yang menamakan dengan Bukit Teletubis, hamparan Savana dengan berbagai macam bentuk bukit dan rumput-rumputnya yang sedang melambai-lambai seakan terus memanggil kita agar melangkah lebih jauh lagi. Di tempat ini saya dan istri saya berhenti sejenak untuk beristirahat sambil menikmati keindahan ciptaan-Nya.

Setelah dirasa cukup kami melaukan perjalanan kembali, namun apa yang terjadi sungguh tidak bisa dibayangkan sebelumnya. Sepeda motor yang kita pakai tidaklah cukup kuat untuk menerjang lautan pasir serta angin di hamparan gurun pasir savana bromo sungguh menantang dan sangat sulit sekali untuk ditaklukkan. Setelah sekian ratus meter kita lalui akhirnya kita menyerah dan kami putuskan untuk kembali lagi karena sepeda motor yang kita pakai bukanlah standar sepeda motor untuk pergi ke Gunung.

Hati kita sedikit sedih, tapi saya mengatakan kepada istri saya. Suatu saat nanti kita insyaAllah ada waktu lain dan kesempatan lagi untuk pergi berlibur bersama lagi naik ke Gunung Bromo yang sudah kita mimpikan mulai dari dahulu. Lalu kita putar balik dan melangkah kembali pulang karena hari juga sudah semakin sore. Banyak sekali kami jumpai pula mobil Jip dan sepda motor matic yang nekat melaju menantang hamparan pasir savana. Tapi kita terus melaju pulang. Tanpa disadari ternyata awan sudah berubah lebih tebal. Tanda-tanda hujan akan turunpun semakin kuat. Kupacu terus sepeda motorku agar bisa sampai di rumah sebelum maghrib tiba. 

Dalam perjalanan pulang tidaklah mudah kita lalui begitu saja, karena hujan grimis yang sudah mendahului perjalanan pulangku ini, kini semakin deras mengguyur basah sekujur tubuhku dan istriku. Ku pegang erat tangannya agar ia tidak kedinginan. Tapi dia menolaknya, dan aku diminta fokus untuk memperhatikan jalan yang sudah sangat basah sekali.

Hujan bertambah deras dan kami putuskan untuk terus melaju dengan memakai jas hujan agar kami sampai di rumah sebelum gelap tiba. Pelan–pelan kami mengendari motor dengan sangat hati-hati karena kondisi jalan yang juga sangatlah licin.

Alhamdulillah akhirnya sekitar pukul lima sore kami sudah tiba di desa Tumpang dan tepat sebelum adzan magrib dikumandangkan motor yang kami pakai sudah menghembuskan napas terakhirnya hari ini, pertanda bahwa perjalanan hebat dan istimewa yang kami lalui hari ini telah berakhir. Terimakasih motorku, yang telah menemani kami ke mana-mana setiap perjalanan. 

Semoga pandemi Covid 19 ini segera berakhir di muka bumi ini, dan segala sesuatu yang ada di dunia ini bisa berjalan kembali dengan lancar dan normal. Karena kita semuanya pasti sudah sangat rindu akan aktivitas bebas dan menghirup udara semesta ini denga enjoy. Serta menikmati kembali segala bentuk keindahan ciptaan Yang Maha Kuasa di atas bumi ini, seraya membuat dan menjadikan pelajaran berharga dalam setiap Qodo’ dan QodarNya. Terimakasih!

 

Nama Penulis: Ahmad Khoirul Fathoni

Instagram: Ahmad Khoirul Fathoni

Facebook: Ahmad Khoirul Fathoni

Press Enter To Begin Your Search
×