Loading...

Tepat pagi hari, tanggal 15 Agustus 2020, bertepatan pada hari Sabtu, kami berenam (saya, bapak, adik – adik, keponakan – keponakan dan bibi) berangkat ke Bandung menggunakan mobil keluarga untuk mengisi liburan panjang hari kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Melewati jalan tol dari tempat kami tinggal di Ciledug, Tangerang, lalu melewati  flyover baru Bekasi, hingga sampai tol Cipularang yang jalannya berkelok – kelok dan naik – turun, sudah merupakan perjalanan yang menarik bagi kami karena bisa melepasakan sedikit kepenatan urusan – urusan sehari – hari di kota besar Jakarta.

Hari Pertama (Sabtu)

Hari pertama kami langsung menginap di Hotel disekitar jalan Gotot Subroto, Bandung. Setelah beristirahat sebentar, sorenya kami menaiki mobil menikmati jalan–jalan sore di kota Bandung, melewati jalan Braga melihat–lihat rumah dan gedung–gedung tua yang sekarang sering dipakai untuk berfoto, syuting film dan iklan suatu produk, karena lokasinya yang bagus, eksotis dan terkesan klasik. Hingga perjalanan kami sampai di jalan Geger Kalong, di tempat pesantren milik Da’i terkenal dari Bandung, KH. Abdullah Gytmatsiar atau yang lebih akrab dipanggil A’AGym. Setelah kami sholat Maghrib, kami mencari kuliner untuk makan malam dan menemukannya di Rumah Makan Sedap Rasa.

Hari Kedua (Minggu)

Pagi–pagi kami sarapan di Hotel, sementara keponakan berenang di fasilitas milik Hotel. Setelah itu kami jalan–jalan lagi menaiki mobil. Kali ini kami akan ke Puncak Lembang. Sudah lama saya pribadi ingin ke Lembang, ingin tahu apa saja yang ada di Lembang, karena selama ini saya hanya melihatnya di Televisi. Selama perjalanan ke Puncak Lembang kami melihat pemandangan–pemandangan yang indah, sambil terlihat Kota Bandung dari Puncak–puncak Lembang. Sambil terus menaiki puncak tidak terasa mobil yang kami naiki hampir tidak kuat lagi menanjak, dikarenakan terisi penumpang secara penuh (full) meninggalkan kami yang ketakutan setengah mati mengingat kanan dan kiri kami adalah jurang.

Sementara mobil–mobil yang menunggu di belakang (di bawah) dari mobil kami sejauh sekitar 200 meter untuk menjaga hal–hal yang tidak diinginkan, semakin membuat kami semakin khawatir. Alhamdulillah kami selamat, selain supir yang berpengalaman (adik), juga dengan bantuan warga setempat agar kami mendapat jalan yang lebih landai, tidak naik dan turun yang bisa berbahaya bagi kami.

Akhirnya kami sampai juga di Puncak Lembang (Punclut). Karena sulit mencari tempat parkir, mengingat libur panjang ditambah hari libur Minggu, kami langsung turun ke Kota Bandung dan mencari kuliner makan siang sate sapi dan kambing dekat rel kereta api. Malamnya kami berputar lagi di jalan Braga sambil berfoto dan membeli kuliner roti dan kopi.

Hari Ketiga (Senin)

Ini adalah hari terakhir kami di Bandung. Kami akan mencari kuliner oleh–oleh untuk kami, saudara dan tetangga. Setelah berbenah kami langsung pergi menaiki mobil mencari toko oleh–oleh di Jalan Dago. Macet sekali, mungkin bukan saja hari terakhir libur panjang, juga karena banyak orang sangat suka produk–produk kue sebagai oleh–oleh. Setelah selasai mencari oleh–oleh, sebelum melanjutkan perjalanan pulang, kami mencari tempat makan siang dan menemukan di sekitar jalan Pasteur, yaitu Rumah Makan Raja Sunda.

Pengalaman Berharga dan Berkesan

Perjalanan panjang ke Bumi Priangan Bandung menjadi pengalaman yang berharga dan berkesan. Bukan saja untuk liburan, refreshing, namun juga untuk melepaskan kepenatan dari aktifitas dan pekerjaan sehari–hari.  Perjalanan ke Jalan Braga sangat berkesan karena waktu kami datang hari kedua setelah perjalanan ke Puncak Lembang yang hampir membuat kami celaka, kami disambut dengan pengamen jalanan atau seniman lokal dengan alat instrumen dari Negara Scotlandia di gerimis malam.

Dan pengalaman berharga dan berkasan lainnya adalah, walau setinggi apapun keinginan kita untuk pergi ke tempat yang kita inginkan (Puncak Lembang), harus diikuti dengan keadaan situasi juga kemampuan kita, agar bisa selamat sampai ke tujuan, dan ini jelas menjadi pengalaman yang tidak akan dilupakan.

 

Nama penulis: Firdaus Ahmadi

Instagram: Firdaus Ahmadi

Press Enter To Begin Your Search
×