Loading...

(Photo Source: Pixabay)

Halo, aku Intan, di sini aku ingin berbagi pengalaman traveling yang paling mengesankan sepanjang hidup. Langsung aja yuk.

26 Desember 2018 menjadi pengalaman traveling ke Makassar  yang paling berkesan buatku, karena mewujudkan sebuah omongan yang beberapa tahun sebelumnya, sekitar tahun 2010-an, waktu itu aku ngomong sama salah satu teman yang sama-sama mempunyai ketertarikan dengan salah satu artis Indonesia, yaitu Shireen Sungkar, begini percakapannya.

“Aku pengin deh ke Makassar.”
“Ayo, Tan, sini. Kapan?”
“Nanti ya, kalau udah sukses. Doain”
“Ok.”

Beberapa tahun kemudian, Alhamdulillah terwujud keinginannya, the power of omongan, dibarengi dengan doa, solawat, dan usaha. Hehehe.
    
Aku melakukan perjalanan dari Karawang ke Bandara Soekarno Hatta sendiri, dan menggunakan Damri. Sudah sampai di Bandaranya, memang di luar kendali, maksudnya begini, kupikir perjalanannya akan menyita waktu lama, karena tahu sendiri, Karawang-Jakarta itu macetnya luar biasa, akan tetapi, waktu itu Alhamdulillah tidak terjadi, dengan kecepatan yang ditempuh,  kurang lebih 1 jam-an tiba di Bandara. Menunggu waktu untuk flight, karena flight jam 14.30 datangnya sudah dari jam 10-an. Kecepatan banget, ya? Memang sih, tetapi, tidak apa-apa, daripada harus telat, dan bermacet ria, lebih baik datang lebih awal, hehehe,  di sana aku berinteraksi dengan banyak orang. 

Setelah menunggu lama, akhirnya waktu flight pun tiba. Yay, akhirnya kuberangkat ke Makassar. Selama di pesawat, ku tidak melakukan apa pun, maksudnya seperti pesan makan, kuhanya meminum air putih yang dikasih oleh pramugarinya, sebagai tanda kalau aku sudah melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat yang berwarna hijau itu. 

Dua jam kemudian, Alhamdulillah kusudah sampai di Makassar. Dan disambut oleh temanku, yang dari beberapa jam yang lalu sudah menunggu. Maafkan aku, teman, dan terima kasih, sudah menunggu. 

Setelah melakukan sesi foto dan tercengang karena ini pertemuan pertama kalinya dengan dia, setelah bertahun-tahun mengagumi seorang artis yang sama--Shireen Sungkar, senangnya, masyaallah. Hehehe. 

Kemudian, setelah itu, aku dibawa ke Pantai Losari untuk menikmati hidangan makanan yang ada di sana, sembari disuguhkan dengan hembusan angin di malam hari. Tak lupa, seperti biasa, kuselalu mengabadikan setiap momennya.

 

Setelah melakukan ritual foto yang terjadi, aku dibawa ke rumahnya. Terus, melakukan cerita-cerita, dan masih tidak menyangka, bisa bersua dengan dia dan bisa ke sana--Makassar. 

Hari berikutnya, saat pagi menjelang, ku disuguhkan dengan makanan khasnya lagi, yaitu jalangkote. Rasanya gurih. Masyaallah.

Setelah sarapan dengan jalangkote, tadinya ingin mengeksplore kota Makassar,  tetapi, berhubung di Makassar tidak lama, dan ingin lebih menghemat waktu, jadi, kami memutuskan untuk pergi ke Mall Panakukang untuk menonton salah satu film yang paling kocak, yaitu Milly & Mamet. Pertama kalinya lagi menonton berdua di bioskop dengan dia. Masyaallah. 

Lanjut, setelah menonton filmnya, ku meminta tolong sama dia, ingin mengunjungi salah satu tempat yang ada di sana, yaitu Benteng Fort Rotterdam. Di sana ngapain aja? Seperti biasa, mengabadikan dan menikmati momen. 

Setelah selesai dari Benteng Fort Rotterdam, balik lagi ke Pantai Losari, untuk menikmati kembali, kali ini di suasana siang hari. Biar momennya terasa.

Hari berikutnya, ku diajak jalan-jalan lagi. Kali ini ke hotel, katanya. Ok, deh. Sebelum jalan ke hotelnya, ku dikasih sarapannya lagi dengan makanan khasnya, yang bernama burungasa. 

Lalu, kami pun berangkat lagi ke hotel The Rinra Makassar. Check in? Nggak, hanya untuk menikmati pemandangan yang Semesta ciptakan, serta mengabadikan momen-momennya. 

Setelah melakukan perjalanan ke sana kemari, hari esok pun tiba, untuk kembali lagi ke Karawang. Sedih? Iya, akan tetapi, bukankah setiap pertemuan akan ada perpisahan, ya? Mungkin, suatu saat nanti, insyaallah bakalan ke sana lagi, atau kami akan melakukan perjalanan bersama dengan kota, bahkan negara yang berbeda? Semoga. Aamiin. 

Inilah kisah travel stories yang paling berkesan untukku. Karena, rencana yang sudah dibuat dari beberapa tahun sebelumnya, menjadi terlaksana, itulah sesuatu yang paling berharga. Aku bahagia ketika melakukan perjalanan ke Makassar ini, menikmati setiap momennya; di Bandara, Mall Panakukkang, Benteng Fort Rotterdam, Pantai Losari, serta rumahnya dia. Aku juga mau mengucapkan terima kasih, untuk Shireen Sungkar, karena beliau-lah, kami ada, merajut tali silaturahmi, dan semoga tali silaturahmi kita bisa sampai akhir nanti. Aamiin.

Tak lupa juga, kuucapkan terima kasih, untuk kamu, beserta keluarga yang sudah meluangkan waktunya, dan direpotin olehku. Terima kasih. Sampai jumpa, di petualangan berikutnya.

Penulis: Intan Perawati

Instagram: intanperawati

Twitter: intanpw_

Facebook: Intan Perawati

Cropped fav logo@2x
Press Enter To Begin Your Search
×