Loading...

(photo source: unsplash.com)

Perkenalkan saya Dita, Mahasiswi di salah satu Perguruan Tinggi Swasta yang ada di Kota Tangerang. Saya memiliki teman dengan hobi yang sama yaitu travelling. Kami pun sering membicarakan dan merencanakan destinasi wisata mana yang akan dikunjungi tiap tahunnya.

Kami akhirnya memiliki rencana travelling impian yaitu mengeksplor destinasi wisata yang ada di Indonesia. Karena disetiap provinsi memiliki destinasi wisata yang unik dan menarik apalagi Indonesia memiliki ribuan gugusan kepulauan, kebudayaan yang beragam, kuliner yang lezat. Indonesia adalah surganya wisata.

Ada satu Kabupaten yang sangat ingin kami kunjungi yaitu Banyuwangi,kami sangat penasaran dengan kabupaten ini banyak cerita mengatakan di Banyuwangi sangat terkenal dengan santetnya bahkan dengan uang 5 ribu rupiah kita sudah bisa melakukan santet, selain itu Banyuwangi dikenal masih kental dengan hal-hal mistis, beberapa tarian dan tradisi adat yang ada terkadang menggunakan ritual pemanggilan roh terlebih dahulu.

Pada tahun 2019 netizen pun ramai memperbincangkan cerita horror KKN di Desa Penari yang diupload di twitter oleh akun @SimpleM81378523, cerita horror tersebut mengisahkan para mahasiswa yang melakukan KKN di salah satu desa yang ada di Banyuwangi. Namun mereka malah mengalami kemalangan 2 mahasiswa meninggal tanpa sebab yang jelas. Cerita ini pun ramai dibicarakan banyak orang karena lokasi dari cerita ini di Banyuwangi. Banyuwangi masih dianggap sebagai kota yang kental dengan mistis dan santet.

Saya dan teman saya begitu penasaran apakah benar Banyuwangi semistis yang diceritakan oleh orang-orang? Apakah benar santet masih banyak dilakukan oleh masyarakat yang ada disana? Kami pun mencari informasi mengenai Banyuwangi melalui internet, ternyata Banyuwangi sudah tidak semenyeramkan seperti yang diceritakan orang-orang. bahkan masyarakat Banyuwangi ingin melepas citra mistis menjadi kota yang wajib dikunjungi karena memiliki banyak destinasi wisata yang unik,menarik serta masih alami.

Banyuwangi adalah kabupaten yang terletak di pulau jawa bagian paling timur dan bersebelahan dengan pulau Bali. Banyuwangi memiliki tempat wisata yang beragam mulai dari Gunung, Taman Nasional, hingga pantai semua sangat indah dan masih terawat. tempat wisata yang ingin kami kunjungi adalah Taman Nasional Alas Purwo. Taman Nasional ini terletak di Kecamatan Tegaldlimo dan Purwoharjo. Hutan ini merupakan salah satu hutan dengan usia tertua di pulau jawa, ternyata didalam alas purwo ini terdapat berbagai macam flora dan fauna seperti banteng,rusa,kijang. Yang membuat kami penasaran dengan hutan ini konon katanya hutan ini disebut sebagai hutan yang paling angker dan keramat di pulau jawa. Di hutan ini terdapat banyak tempat untuk bersemedi tak hanya itu menurut cerita masyarakat sekitar, alas purwo dipercaya sebagai istana jin atau tempat berkumpulnya para jin dari seluruh pulau jawa. Tempat yg ingin kami kunjungi disiniadalah Pura Giri Seloka dan Situs Kawitan. Situs ini merupakan situs peninggalan dari kerajaan Majapahit.

(photo source: idntimes.com)

Tempat kedua yang ingin kami kunjungi adalah Gunung Ijen. Gunung ini terletak di 2 Kabupaten yaitu Banyuwangi dan Bondowoso. Gunung ini  terkenal dengan fenomena alamnya yang langka yaitu Blue Fire ( Api Biru), fenomena ini hanya ada 2 di dunia yaitu di Islandia dan Indonesia. Selain melihat blue fire kami ingin berburu foto sunrise dari gunung ini karena pemandangannya yang sangat indah sekali.

(photo source: idntimes.com)

Tempat Ketiga yang harus dikunjungi adalah Taman Nasional Baluran, Taman Nasional ini sering disebut sebagai “Africa Van Java” karena memiliki keindahan alam yang sama seperti di Afrika. Taman ini pun terkenal dengan padang savana yang luas serta satwa liar seperti gajah, rusa,dan kerbau. Selain padang savana terdapat pula pantai bama yang masih bersih dan alami.

(photo spurce: idntimes.com)

Selain berkunjung ke tempat wisata kami juga ingin menikmati kuliner khas banyuwangi, ada makanan yang sangat unik karena perpaduan antara 2 makanan yaitu rujak soto, selain rujak soto makanan khas Banyuwangi adalah sego tempong. Tempong berasal dari bahasa osing ( suku yang ada di Banyuwangi) artinya tampar. Karena nasi ini sangat pedas sehingga memberikan sensasi seperti ditampar.

(photo source: idntimes.com)

Semoga kami bisa mengunjungi Banyuwangi untuk menjelajahi berbagai macam keindahan alam dan budaya yang ada disana.

 

Penulis : Pramadita Kusuma Wardani

Instagram: pramditw

Twitter: @PramaditaK

Facebook: Pramadita Kusuma Wardani

Press Enter To Begin Your Search
×