Loading...

Foto: Dokumentasi Pribadi

Halo, kenalin nama saya rangga. Saya mau cerita pengalaman traveling saya beberapa tahun yang lalu. Bisa dibilang ini tuh unplanned traveling. Karena awalnya saya cuma mau pulang kampung karena adik saya mau nikah. Tiba-tiba temen saya ngajakin buat sekalian traveling karena pada waktu itu ada libur 2 hari ditambah cuti jadi tanggal merahnya ada 9 hari…hehe. Yap, saya dan temen-temen traveling ke 4 kota selama 1 minggu lebih.

DAY 1

Hari pertama saya berangkat bareng 3 temen saya. Tujuan pertama adalah kota gadis, Madiun. Kota ini adalah kampung halaman saya, walaupun bukan tempat kelahiran, tapi saya lama tinggal di sini. Sampai di madiun sore hari trus istirahat.

DAY 2

Keesokan harinya saya nyiapin acara nikahan adik saya. Di hari kedua ini saya ngabisin waktu di resepsi pernikahan karena acaranya dari pagi sampe sore.

Foto: dokumentasi pribadi

Nah ini temen saya, dari kiri pakai batik orange namanya Handri, sebelahnya Hindro, trus yang paling kanan pakai kemeja biru namanya Kardono.

Malemnya saya dan ketiga temen saya nongkrong ke alun-alun trus nyari nasi pecel yang jadi makanan khas di Madiun :p

DAY 3

Di hari ketiga, beberapa temen saya dateng lagi dari jakarta. Dari berempat kami jadi bersembilan. Dari sembilan orang itu, ada satu orang cewek, namanya Katerin. Kami ketemu di stasiun madiun trus lanjut ke terminal untuk menuju destinasi selanjutnya yaitu ke kota Malang. Dari Madiun ke Malang memakan waktu sekitar 5 jam.

Kebetulan banget temen saya, Kardono punya temen di Malang, jadi sampainya kami di sana langsung dijemput dan kami juga nggak perlu repot nyari penginapan karena udah disediain…hehe

Rebahan sebentar, tiba-tiba ada tukang bakso keliling komplek, kami nyobain bakso asli malang, rasanya enak banget, dan harganya itu lho yang bikin kaget, 1 mangkok cuma Rp 3000, kami semua terkejut. Denger harganya segitu, langsung pada nambah sampe dagangannya habis :))

Perut udah kenyang, saatnya istirahat. Kami tidur abis isya trus bangun sekitar jam 23.30, persiapan perjalanan ke gunung bromo. Sampai di kaki gunung sekitar jam 02.00 trus lanjut perjalanan ke penanjakan buat nunggu sunrise. Dinginnya malam di gunung bromo sungguh menusuk tulang, udah pakai baju berlapis, masih kerasa dingin juga….bbrrrrr

DAY 4

Perlahan cahaya mentari mulai menyinari, dinginnya malam kini telah berganti dengan hangatnya pagi

Foto: Dokumentasi Pribadi

Gelap malam mulai menghilang, keindahan gunung bromo sudah tak terhalang. Masya Allah, sungguh indah sekali ciptaan-Mu ini ya Allah

Udah puas menikmati keindahan bromo dari atas, selanjutnya kami turun ke bawah untuk melihat keindahan bromo lebih dekat. Sesampainya di bawah kami jalan kaki menuju kawah, cukup jauh perjalanannya memang, tapi di sekeliling kami yang terlihat hanyalah indah, jadi nggak ada kata lelah.

Foto: Dokumentasi Pribadi

Setelah melihat kawah, kami turun trus lanjut ke bukit teletubbies. Sebagian besar area di gunung bromo itu berpasir. Nah, bukit teletubbies ini adalah sisi hijau dari gunung bromo

Di sini terlihat luas hamparan padang rumput yang hijau, bukit-bukit di sekelilingnya pun ditumbuhi rerumputan yang indah. Angin sepoi-sepoi dan udara yang segar membuat kami betah berlama-lama di sini

Masih ada satu lokasi lagi yang ingin kami kunjungi sebelum meninggalkan kawasan gunung bromo yaitu pasir berbisik. Pasir berbisik adalah lokasi dengan hamparan pasir yang sangat luas. Dinamakan pasir berbisik karena ketika ada angin yang bertiup, butiran-butiran pasir berterbangan dan terdengar suara bisikan….wus…wus…wus

Foto: Dokumentasi Pribadi

Hari sudah mulai siang dan tiba saatnya kami harus meninggalkan kawasan gunung bromo.

Setelah explore bromo, keringetan, suasanya juga lagi terik, paling enak emang main air. Tujuan selanjutnya adalah ke Air Terjun Madakaripura. Lokasi wisata ini terletak di kota Probolinggo. Nggak terlalu jauh dari kawasan gunung bromo, sekitar 1.5 jam perjalanan. Sesampainya di sana, kami ishoma dulu, isi energi trus ganti baju soalnya mau basah-basahan.

Untuk sampai di lokasi air terjun, kami harus berjalan kaki menyisir hutan kurang lebih selama 30 menit. Akhirnya, sampai lah kami di lokasi air terjun. Airnya dingin banget gaes, beneran, padahal siang hari loh, sekitar jam duaan

Jalan ke air terjun lumayan terjal, jadi buat kalian yang pengen ke sana, hati-hati ya.

Udah sore, waktunya kami kembali. Di penghujung perjalanan kami bertemu sama penduduk sekitar, trus kami ngobrol sebentar. Beliau menceritakan cerita mitos tentang air terjun madakaripura ini. Ceritanya bisa kalian cari sendiri aja ya di internet…hehe

Setelah selesai persiapan, kami melanjutkan perjalanan. Dari probolinggo menuju terminal surabaya. Sampai di terminal surabaya tengah malam, lalu pindah bis dengan tujuan kota solo. Di tengah perjalanan, katerin, teman kami, cewek satu-satunya meninggalkan kami karena ada keperluan.

DAY 5

Kami tiba di kota solo sekitar pukul 04.30, suasana masih gelap. Kami dijemput oleh adik teman kami. Oh iya, salah satu teman kami, Hindro, adalah orang asli kota solo, jadi selama di kota ini, kami menginap di rumahnya.

Di hari kelima ini, ada 4 teman kami yang berangkat dari jakarta ke kota solo untuk menyusul kami, mereka adalah Kristin, Natalie, Eya, dan Nurhayati.

Destinasi pertama yang kami tuju adalah kuliner selat mbak lies. Selat solo adalah makanan khas jawa tapi punya pengaruh dari hidangan di eropa. Makanan ini isinya daging sapi, telur, sayur-sayuran seperti kentang, wortel, kacang panjang, dan selada kemudian dicampur dengan kuah. Rasanya enak dan gurih. Harganya pun terjangkau, sekitar 18 ribuan untuk satu porsi.

Sore harinya kami menuju ke keraton solo, tapi sayang, sesampainya di sana, lokasinya udah tutup, jadi kami hanya bisa melihat keraton solo dari luar aja.

Malam hari, kami stay di rumah teman kami aja, sambil dimasakin 4 teman kami yang baru sampai dari Jakarta dan kebetulan cewek semua…hehe

DAY 6

Di hari ke-6 ini kami menuju ke tempat wisata umbul ponggok, lokasinya ada di kota klaten. Sekitar 1 jam perjalanan dari kota solo. Umbul ponggok adalah tempat wisata air yang berbentuk kolam. Airnya jernih dan ikannya banyak banget. Selain itu di dasar kolam juga banyak property untuk dijadiin foto underwater. Untuk property tambahan, kalian bisa sewa. Dan kalau kalian nggak bawa kamera yang waterproof, di sini juga menyediakan jasa foto underwater.

Siang-siang nyelam di kolam, seger banget. Di pinggir kolam ada pepohonan jadi sinar matahari nggak terlalu terik. Umbul ponggok ini bisa jadi alternatif buat kalian yang pengen snorkeling di air tawar dengan ditemani berbagai macam jenis ikan. Pokoknya seru deh. Setelah puas bermain air di umbul ponggok, kami kembali ke solo untuk istirahat.

DAY 7

Pagi hari sekitar pukul 06.00, kami sudah bersiap untuk menuju stasiun. Naik prambanan express dari Solo menuju Yogyakarta. Sampai di stasiun tugu sekitar pukul 09.00, nyari sarapan sambil nunggu teman kami asli yogyakarta yang akan menjadi tour guide selama kami di sini.

Fokus kami di yogyakarta adalah pantainya yang ada di wilayah gunung kidul. Dari pusat kota menuju ke gunung kidul memakan waktu sekitar 3 jam dengan naik motor. Karena banyak pantai yang akan kami singgahi, jadi motor adalah transportasi yang sangat efisien karena jalanan tidak terlalu lebar dan mobilitas kami yang sangat tinggi.

Pantai yang akan kami singgahi antara lain Pantai Baron, Krakal, Indrayanti, Sadranan, Drini, Siung, Jogan, Pok Tunggal, Nglambor. Banyak ya….hahaha

Pantai pertama yang kami kunjungi adalah Pantai Baron. Di pantai ini kami nggak terlalu lama, karena barang bawaan masih kami bawa. Selanjutnya ke Pantai Krakal, di sinilah kami menyewa penginapan dan menghabiskan 3 hari 2 malam.

DAY 8

Kayaknya kalau nyeritain pantainya satu-satu bakalan panjang, jadi saya akan ceritain ringkasnya aja…hehe

Pantai di wilayah gunung kidul itu banyak banget guys, dari list yang saya sebutin di atas, masih banyak pantai yang tersembunyi. Klo kalian bawa mobil bakalan susah, karena beberapa pantai hanya bisa diakses dengan kendaraan roda dua.

Di pantai ini kami nggak snorkeling, karena pantai selatan itu terkenal dengan ombaknya yang besar. Jadi kami hanya main di pinggir pantai dan explore area sekelilingnya aja.

Lanjut ke pantai siung. Di pantai ini ada sebuah bukit namanya bukit pengilon. Di bukit ini kalian bisa liat view landscape pantai dan perbukitan yang indah banget.

Belum puas di bukit pengilon, kami melanjutkan perjalanan menaiki dan menuruni bukit untuk sampai ke lokasi banyu tibo. Lokasinya lumayan jauh, sekitar 20-30 menit dengan berjalan kaki. Tapi sayang, sampai di sana airnya nggak begitu deras karena musim kemarau. Waktu sudah sore, kami sudahi explore hari ini. Simpan energi untuk esok hari. 

DAY 9

Pagi hari, kami menikmati keindahan sunrise sambil explore sekeliling di Pantai Krakal. Ombak masih sedikit pasang, tapi pengen basah-basahan, ya udah nyebur sebentar. Setelah puas-puasin main air karena hari terakhir, kami siap-siap untuk pulang. Tak lupa sarapan biar di jalan perut nggak keroncongan.

Di perjalanan pulang, kami mampir ke destinasi terakhir yaitu hutan pinus imogiri. Udaranya sejuk, seger, nyaman. Pasang hammock, meremin mata, trus ngayal deh…hehe

Tapi kesejukan ini harus berakhir karena kami harus melanjutkan perjalanan pulang ke Jakarta untuk menghadapi realita keesokan harinya. Semoga diberikan waktu dan kesehatan untuk explore Indonesia yang indah dan menawan di lain kesempatan.

Nama saya Rangga, sampai jumpa :)

 

Penulis: Rangga Sasmita Nugraha

Instagram: Ranggassan

Cropped fav logo@2x
Press Enter To Begin Your Search
×